Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tekhnik Menyusui yang Baik dalam Menurunkan Kejadian Crecked Nipple Arni Evayanti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.421 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.204

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui adalah teknik menyusui yang tidak benar sehingga mengakibatkan crecked nipple (lecet puting susu) dimana bayi tidak menyusu sampai ke areola. Ibu perlu mengetahui teknik menyusui yang baik dan benar untuk mendukung keberhasilan menyusui. Salah satu penyebab kegagalan menyusui adalah disebabkan karena kesalahan ibu dalam memposisikan dan meletakkan bayi saat menyusui. Posisi menyusui dapat dilakukan dengan beberapa posisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas di RSU Dewi Sartika  Kota Kendari tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu nifas yang memiliki bayi baru lahir di RSU Dewi Sartika Kota Kendari periode Januari -­ April tahun 2017 dengan jumlahsampel sebanyak 46 orang.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet (p = 0,000).. Responden dengan teknik menyusui baik mempunyai kemungkinan 6,85 kali untuk tidak mengalami puting susu lecet dibandingkan ibu dengan teknik menyusui kurang (RP = 6,85 CI 95% = 1,41-33,28). Diharapkan pada petugas kesehatan dapat meningkatkan program konseling dan penyuluhan tentang teknik menyusui yang benar Kata Kunci : Cracked nipple (Puting Susu lecet); Tehnik Menyusui
Factors Influencing the Utilization of Childbirth Services in Health Care Facilities at UPTD Anggaberi Health Service Center, Konawe District Murti Wuryani; Arni Evayanti
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(4).298-307

Abstract

The childbirth coverage in health facilities (PF) at UPTD Anggaberi Public Health Center  in 2017 has reached 72.6%, and increased in 2018 by 76.18%. At district level, the PF indicator at UPTD Anggaberi Public Health Center  has exceeded the target in Konawe District by 59,37%, however but the 80% target achievement of PF at the UPTD Anggaberi Public Health Center  has not been achieved6. Seeing this, the coverage of PF at the UPTD Anggaberi Public Health Center , there are still labors that are not performed in health facilities, so that it can affect the achievement of PF at the UPTD Anggaberi Public Health Center , Konawe District. The aim of the study was to analyze factors that influence utilization of health care facilities at the UPTD Anggaberi Public Health Center. This research is an analytical study with a cross sectional approach. The research instrument used was a structured questionnaire on the factors that affect the utilization of labor service in health care facilities. The number of samples was 51 women who had labor at the Anggaberi Health Center. Bivariate analysis was done with chi square test and multivariate analysis with logistic regression test. The results showed the six factors (education (p = 0.041) and work (p = 0.019) family income (p = 0.041) and accessibility (p = 0.021) husband support (p = 0.011) and health personnel support (p = 0.011) ) on the use of childbirth services in health care facilities at the UPTD Anggaberi Public Health Center , Konawe District. The multivariate results show that all independent variables in this study have a significance limit of p-value ≤ 0.25, so it can be concluded that there is an influence among each independent variable (education, occupation, income, accessibility, husband's support and support of health workers) with the dependent variable. (utilization of childbirth services in health service facilities). Health care centers are expected to improve the partnership with traditional midwife (dukun beranak) within their work area so that the dukun can become well trained and they can collaborate in every childbirth
Pemberdayaan Ibu Balita dan Kader Kesehatan melalui Edukasi Gizi dan Pengolahan Ikan dalam Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Desa Wawolaa Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara Murti Wuryani; Pebrianti Pebrianti; Arni Evayanti; Siti Umu Nasibah; Dwi Wahyuningsih
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): IJPM - Desember 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1392

Abstract

Permasalahan gizi keluarga masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok balita yang membutuhkan asupan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Potensi ikan sebagai sumber pangan bergizi lokal perlu dioptimalkan melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu balita serta kader kesehatan dalam pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan keluarga melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Wawolaa, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pre-test, edukasi gizi, diskusi interaktif, demonstrasi dan praktik pengolahan nugget ikan, serta post-test dan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi yang mencakup pemilihan bahan, persiapan, proses pengolahan, kebersihan, dan penyajian makanan. Kegiatan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas 15 ibu balita dan 5 kader kesehatan desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 62,5 menjadi 82,5 (32%) dan skor sikap dari 3,15 menjadi 4,35 pada skala Likert 1–5. Hasil observasi menunjukkan seluruh aspek keterampilan pengolahan pangan berbasis ikan berada pada kategori baik. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan ibu balita dan kader kesehatan dalam mengolah pangan berbasis ikan sebagai sumber protein hewani keluarga secara berkelanjutan.