Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Associated with Unsuccessful Treatment of Bedaquiline and or Delamanid Based Regimens in Multidrug-Resistant Tuberculosis: A Review Nugraha Putra, Oki; Faizah, Ana Khusnul; Wijayanti D.N, Nani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.140

Abstract

Background: Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) is a serious health concern that is difficult to treat, requiring long and complex treatment with highly effective drugs. An all-oral regimen, bedaquiline and or delamanid have already shown low unsuccessful treatment in patients with MDR-TB. Method: We comprehensively reviewed factors associated with unsuccessful treatment (death, treatment failure, and loss to follow-up) related to all oral regimen containing bedaquiline and or delamanid in patients with MDR-TB. We conducted a scoping review under the PRISMA guideline for scoping review. Results: We included seven observational studies that met the inclusion criteria. Four studies reported the concomitant use of bedaquiline and delamanid. Unsuccessful treatment ranged from 7.8% to 36.6% in regimens containing bedaquiline, delamanid, or both at six months or after treatment completion. Low rates of treatment failure and loss to follow-up were reported in the included studies. Elderly, being underweight (BMI < 18.5 kg/m2), and hepatitis C coinfection among MDR-TB patients were associated with unsuccessful treatment in most studies. None studies reported pre-XDR and XDR-TB as risk factors for unsuccessful treatment. Conclusion: In MDR-TB patients receiving regimens containing bedaquiline and delamanid, age, BMI, and hepatitis C coinfection were associated with unsuccessful treatment.
Evaluasi Kepuasan Pasien Tuberkulosis Fase Intensif Terhadap Pelayanan Informasi Obat di Puskesmas Perak Timur Surabaya oki nugraha putra; Wijayanti D.N, Nani; Inovita N, Rizka
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v8i1.4780

Abstract

Puskesmas merupakan tempat fasilitas kesehatan untuk layanan pasien tuberkulosis (TB). Evaluasi penyelenggaraan pelayanan kesehatan penting dilaksanakan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik, termasuk pelayanan kefarmasian di puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat I. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien tuberkulosis (TB) terhadap layanan informasi obat di salah satu Puskemas di Surabaya berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan, yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan keberwujudan (tangibles). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional menggunakan instrumen kuesioner yang sudah tervalidasi. Sampel penelitian yakni pasien TBC kategori I pada fase intensif dan sedang menjalani terapi OAT serta mendapatkan layanan informasi obat. Pasien TB dipilih secara non random dengan metode consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli-November 2018. Data dari kelima dimensi mutu pelayanan dianalisis dengan metode SERVQUAL. Didapatkan 80 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata gap antara harapan dan kinerja ialah -0,49 dengan nilai gap terbesar ditunjukan pada dimensi reliability yaitu -0,80. Pada tingkat kepuasaan secara keseluruhan didapatkan hasil sebesar 88%. Kesimpulannya ialah tingkat harapan pasien TB kategori I fase intensif lebih tinggi daripada tingkat kinerja layanan informasi obat yang diberikan oleh pihak puskesmas dengan tingkat kepuasaan pasien yang tergolong baik.