Penelitian ini bertujuan menganalisis performa siaran TikTok Live Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) FM selama kuartal I 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa rekapan internal 66 sesi siaran pada Januari–Maret 2026. Variabel yang dianalisis meliputi kategori program, waktu tayang, durasi siaran, total viewers, penambahan followers, dan gift/berlian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa siaran bervariasi antarprogram. Program pagi seperti JELITA dan PASAR cenderung stabil sebagai kanal informasi rutin, sedangkan beberapa program pada slot sore–malam menunjukkan potensi jangkauan lebih tinggi, termasuk satu sesi pada Februari yang mencapai 1.900 viewers dan menghasilkan 30 followers baru. Dari aspek durasi, sesi berdurasi sekitar 60 menit atau lebih cenderung memperlihatkan capaian viewers yang lebih stabil dibandingkan sesi berdurasi pendek. Slot pukul 18.00–21.00 WITA juga dapat diperlakukan sebagai slot waktu potensial berdasarkan kecenderungan performa yang relatif lebih tinggi pada kuartal I 2026. Penambahan followers mengalami fluktuasi, yaitu 74 pada Januari, meningkat menjadi 88 pada Februari, lalu menurun menjadi 39 pada Maret. Sebaliknya, gift/berlian meningkat dari 31 pada Januari menjadi 111 pada Maret, yang mengindikasikan meningkatnya partisipasi digital audiens pada beberapa sesi siaran. Temuan ini menunjukkan bahwa karakter program, durasi, waktu tayang, dan pola interaksi merupakan faktor operasional penting dalam pengelolaan siaran digital LPPL. Penelitian merekomendasikan standardisasi durasi siaran, prioritas penjadwalan berbasis data, serta penguatan evaluasi engagement melalui kombinasi indikator viewers, followers, gift/berlian, komentar, dan bentuk interaksi lainnya.