Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA ALIRAN PANAS BERDASARKAN ANALISIS FLUIDA DAN MINERAL UBAHAN DI DAERAH PANAS BUMI SORIK MARAPI, KABUPATEN MANDAILING NATAL, PROVINSI SUMATRA UTARA: HEAT FLOW PATTERN BASED ON ANALYSIS OF GEOTHERMAL FLUID AND ALTERATION MINERAL IN SORIK MARAPI REGION, MANDAILING NATAL DISTRICT, NORTH SUMATRA PROVINCE Azizi, Hisyam Azhar; Agus Didit Haryanto; Johanes Hutabarat; Dicky Muslim; Dewi Gentana; Ryan Hidayat
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 15 No. 3 (2020): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v15i3.309

Abstract

Sorik Marapi geothermal area in Mandailing Natal Regency, North Sumatra Province has a high-temperature geothermal system that is interpreted from the chemical characteristics of hot springs. The presence of alteration minerals such as epidot in exploration well cutting samples strengthens the estimated reservoir temperature reaches 235⁰C. The presence of hot water are more acidic hot spring around fumaroles and the minerals obtained from the drill well reflect the upflow zone while the hot spring group of neutral chloride water in the north with lower elevation reflects the outflow zone of the geothermal system here. This is a characteristic of hot fluid flow that occurs in geothermal areas of volcanic systems with steep terrain as well as Sorik Marapi area.
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAN MORFOTEKTONIK DAERAH PATUHA: MORFOMETRY AND MORPHOTECTONIC CHARACTERISTICS OF THE PATUHA AREA Sandy Rahmanto; Nana Sulaksana; Dewi Gentana
Journal of Geoscience Engineering & Energy (JOGEE) VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i1.15196

Abstract

Peristiwa subduksi Jawa dicirikan dengan adanya kegempaan di Pulau Jawa yang menunjukkan tektonik aktif. Analisis geomorfologi kuantitatif di daerah Patuha bagian Selatan sebagai daerah penelitian untuk mengetahui proses geologi melalui aspek morfometri; rasio percabangan sungai (Rb) dan kerapatan pengaliran (Dd), dan morfotektonik ; sinusitas muka gunung (Smf). Analisis geomorfologi kuantitatif dilakukan menggunakan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia dan Digital Elevation Model (DEM). Hasil analisis geomorfologi kuantitafif menunjukkan di daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitas tektonik kelas sedang diperlihatkan oleh rentang nilai Smf ; 1,70 - 3,06 yang mengakibatkan deformasi, diindikasikan oleh rentang nilai Rb;2,62 - 2,63 dan 5,50 - 7,00, membentuk tekstur bentang alam sedang, dengan rentang nilai Dd; 2,92 - 4,10 km/km2.
Karakteristik Morfotektonik Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Zakia Lukman; Nana Sulaksana; Dewi Gentana; Murni Sulastri
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 23 No. 2 (2022): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v23i2.593

Abstract

Subduksi antara Lempeng Samudra Indo-Australia dan Lempeng Benua Eurasia membentuk Indonesia berada di wilayah cincin api yang memiliki potensi panas bumi yang besar. Gunung Seulawah Agam dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dipilih sebagai daerah studi dikarenakan memiliki manifestasi panas bumi di permukaan, mengindikasikan daerah tersebut memiliki potensi panas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengindraan jauh dan perhitungan variabel morfotektonik dengan menggunakan peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS). Tujuan penelitian untuk mengetahui pola utama kelurusan geologi dan tingkat aktivitas tektonik yang menggambarkan karakteristik morfotektonik dan hubungannya terhadap kemunculan manifestasi panas bumi di daerah studi. Karakteristik morfotektonik di daerah ini menunjukkan daerah yang mengalami tingkat pengangkatan rendah hingga tinggi (nilai Vf ; 0,47 – 1,24), terdeformasi dan tidak terdeformasi (nilai Rb ; 2,98 – 6,27), memiliki tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif (nilai Smf ; 1,07 – 2,07) dan kerapatan kelurusan rendah hingga tinggi (Ld ; 0 – 1,51 km-1). Kemunculan manifestasi panas bumi permukaan terdapat pada tepi dan perpotongan kelurusan-kelurusan struktur geologi (patahan) yang memiliki pola utama berarah baratlaut - tenggara. Daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki kerapatan kelurusan sedang hingga tinggi dan tingkat aktivitas tektonik sedang hingga aktif. Katakunci: Morfotektonik, manifestasi panas bumi permukaan, pola kelurusan geologi