Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Community Participation in Urban Sanitation Programs at Koja, Jakarta, Indonesia Aji, Angga Dheta Shirajjudin; Suhardono, Sapta; Sofiyah, Evi Siti; Ridhosari, Betanti; Nastiti, Almira Davina; Prayogo, Wisnu; Suryawan, I Wayan Koko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.1990

Abstract

Urban sanitation remains a critical public health issue, with community participation recognized as a key factor in the success of sanitation programs. This study aims to explore the multi-dimensional factors influencing community participation in the urban setting of Koja. Through a mixed-methods approach, including surveys, interviews, and observational studies, we investigated how socio-demographic factors such as age, gender, income, and occupation, as well as aspects of sanitation governance, infrastructure, and educational interventions, interplay to affect community engagement. The study revealed that while infrastructure and access are crucial, socio-economic and gender-related barriers significantly impact participation levels. Educational level emerged as a strong predictor of engagement, indicating that awareness and knowledge play a critical role in motivating community involvement. Furthermore, sanitation governance and the quality of policies and monitoring were found to be instrumental in shaping public attitudes towards participation. The research highlights the necessity for integrated and inclusive sanitation policies that address the local context and socio-economic diversity of urban populations. The findings underscore the importance of targeted educational campaigns and the fostering of collaborative community relationships to enhance participation in sanitation programs. This study contributes to the discourse on urban sanitation by providing a nuanced understanding of the complex factors at play in community-based sanitation efforts, offering insights for policymakers to improve public health outcomes.
Ketahanan Masyarakat dan Strategi Adaptif dalam Pengendalian Residu Antibiotik di Perairan Indonesia: Analisis Teoritis Risiko Ekologis dan Tantangan Sosial Sofiyah, Evi Siti; Suryawan, I Wayan Koko; Ridhosari, Betanti; Zahra, Nurulbaiti Listyendah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan antibiotik di sektor rumah tangga, peternakan, dan akuakultur di Indonesia telah menimbulkan tantangan sosial dan lingkungan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar ekosistem perairan. Studi ini berfokus pada penilaian ketahanan sosial masyarakat dalam merespons dampak residu antibiotik dan resistensi antimikroba alami. Hasil analisis menunjukkan bahwa lemahnya koordinasi antar lembaga, rendahnya literasi lingkungan, dan keterbatasan akses terhadap infrastruktur adaptif menghambat kemampuan masyarakat untuk merespons secara efektif. Penilaian terhadap empat dimensi ketahanan social (learning, interest level, planning, dan ability to cope) menunjukkan kapasitas masyarakat masih rendah. Sebagian besar pelaku lokal, khususnya pembudidaya ikan dan rumah tangga kecil, belum memahami keterkaitan antara penggunaan antibiotik, kualitas air, dan kesehatan. Penguatan ketahanan sosial diperlukan melalui pendidikan partisipatif, kebijakan inklusif, serta inisiatif pemantauan berbasis komunitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil perlu diperkuat untuk mengintegrasikan pembelajaran sosial dalam tata kelola air. Melalui kerangka One Health Water Governance, dimensi sosial menjadi pusat dari ketahanan, memastikan pemberdayaan masyarakat, tanggung jawab bersama, dan perubahan perilaku sebagai pendorong utama dalam menghadapi resistensi anti mikroba di Indonesia.