Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Remaja di SMAN 3 Jakarta dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Tiara Dyta, Sandra; Purbo Astuti, Ike Irmawati; Fazlurrahman, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4772

Abstract

Masa remaja biasanya ditandai oleh perubahan fisik dan fisiologis yang mengarah pada terjadinya menstruasi pada remaja putri, yang sering kali disertai dengan dismenore. Dismenore merupakan nyeri perut akibat kontraksi uterus yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Di Indonesia, prevalensi wanita yang mengalami dismenore mencapai 64,25%, di mana 54,89% merupakan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Penelitian menunjukkan bahwa dismenore menyebabkan sekitar 60%-93% siswi sekolah mengalami keluhan nyeri yang berdampak pada ketidakhadiran di sekolah. Salah satu faktor yang memperparah dismenore adalah stres. Stres pada remaja sering dipicu oleh tekanan akademik, hubungan sosial, dan tuntutan lingkungan. Islam memberikan panduan hidup melalui Al-Qur'an dan Sunnah yang dapat membantu individu mengelola stres, mencapai ketenangan hati, serta meraih kebahagiaan dan kesejahteraan batin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei analitik dan rancangan cross-sectional terhadap 95 siswa kelas X di SMA Negeri 3 Jakarta. Penilaian tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale, sementara penilaian dismenore menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri mengalami tingkat stres kategori sedang (67,4%), sedangkan kategori ringan hanya 5,3%. Sebanyak 56,8% remaja mengalami dismenore dengan nyeri sedang, sementara minoritas 1,1% mengalami nyeri berat yang tidak terkontrol. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian dismenore.
PENGARUH RELIGIUSITAS, PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBAYAR ZAKAT MAAL (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Non-Ekonomi Islam) Fazlurrahman, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 9 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana sajakah yang mempunyai pengaruh pada Keputusan untuk Membayar Zakat Maal. Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variabel Religiusitas, Tingkat Pengetahuan Mahasiswa, dan Tingkat Kepercayaan Mahasiswa terhadap Keputusan Membayar Zakat Maal . Berdasarkan pada hasil uji didapatkan bahwa terdapat dua variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap Keputusan Membayar Zakat Maal yaitu Religiusitas, Tingkat Pengetahuan Mahasiswa, dan Tingkat Kepercayaan Mahasiswa dan pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel Keputusan Membayar Zakat Maal dapat diterima.Kata kunci: Zakat maal, religiusitas, preferensi, muzakki
Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung Berdasarkan Kuesioner Puma dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Hanifah, Rania Siti; Aditama, Tjandra Yoga; Fazlurrahman, Muhammad; Sachrowardi, Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4705

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 33,8%, kondisi ini memperburuk angka kejadian PPOK. Menariknya, sekitar 60-85% penderita PPOK tidak menyadari penyakit yang diderita, termasuk di Indonesia, di mana banyak pasien tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hasil menunjukkan bahwa didapatkan 82.1% tidak risiko PPOK dan 17.9% risiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung berdasarkan Kuesioner PUMA, yang baru dikembangkan untuk mendeteksi risiko PPOK dengan hasil lebih baik dibandingkan alat sebelumnya.