Toresano, Wa Ode Zainab Zilullah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Sains dan Agama: Meruntuhkan Arogansi di Masa Pandemi Covid-19 Toresano, Wa Ode Zainab Zilullah
MAARIF Vol 15 No 1 (2020): Agama, Sains, dan Covid-19: Mendialogkan Nalar Agama dan Sains Modern
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i1.87

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan pandemi COVID-19 atau wabah korona yang sedang dihadapi oleh masyarakat dunia di berbagai negara. Urgensi mengangkat tema mengenai “integrasi sains dan agama” ialah untuk meminimalisir konflik antara keduanya dalam merespons fenomena tersebut. Penulis bertujuan untuk meruntuhkan arogansi sains modern dan agama yang direpresentasikan oleh saintis dan agamawan, dengan paradigma integralistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “metode deskriptifanalitis” dengan pendekatan filosofis dan teologis. Penulis berkesimpulan bahwa upaya integrasi sains [sains modern] dan agama dalam merespons segala problem kemanusiaan, termasuk pandemi COVID-19, dapat menjadi solusi. Jadi, sains dan agama bisa memainkan peran yang sama dalam menyelesaikanwabah korona ini.
Orang Tua sebagai Benteng Terakhir Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Toresano, Wa Ode Zainab Zilullah
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang tulisan ini ialah munculnya problematika sistem pendidikan Belajar dari rumah (BDR) selama pandemi Covid-19. Peran pendidikan yang selama ini sebagian besar dilakukan pihak sekolah atau guru, kini dijalankan oleh orang tua atau keluarga di rumah. Adapun tujuan mengangkat tema ini adalah memberikan pandangan tentang peran orang tua sebagai ‘sekolah’ pertama bagi anak. Namun, penulis tetap berupaya memposisikan peranan keluarga dan sekolah secara proporsional, serta saling bersinergi dalam rangka menunjang hak anak memperoleh pendidikan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah “metode deskriptif-analitis dengan pendekatan filosofis dan teologis. Penulis berkesimpulan bahwa orang tua [keluarga] dan sekolah [guru] dengan anak harus melakukan kerja sama konstruktif agar pendidikan di rumahtetap optimal, tanpa membebani pihak mana pun.
EXPLANATORY GAP AND HARD PROBLEM OF CONSCIOUSNESS ON PHILOSOPHY OF MIND: A CRITICAL STUDY ON SOUL-BODY RELATION POINT OF VIEW IN MULLÂ ŚADRÂ’S PHILOSOPHY Toresano, Wa Ode Zainab Zilullah; al-Walid, Kholid
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 8 No. 1 (2023): JAQFI VOL.8 NO. 1, 2023
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v8i1.25544

Abstract

Abstract The goal pf this research to examine Śadrâ’s view on the “soul-body relation” in order to solve the “explanatory gap and the hard problem of consciousness” which are the basic core of the mind-body problem in the philosophy of mind. The explanatory gap explains how physical property can give influence non-physical things conversely. Meanwhile, the hard problem mentions how physical system (material) can produce subjectivity in the mind (non-physics/ immaterial), especially when we have experience. In this context, there is a gap that appears between the immaterial mind and the material body. According to the author’s view, Śadrâ’s philosophy of mind-body relation can solve the problem because it is based on principles of Hikmah Muta’âliyah philosophy, which is “monis of existential-dualism of essential” [in author’s term]. In this research, the author develops the research using Paul Ricoeur’s hermeneutic and philosophical approaches. This research would like to highlight Hikmah Muta’âliyah philosophy, which synthesizes philosophy, theology, and tasawuf (‘irfân), which can be the reference for Muslims (or anyone interested in Islamic Philosophy) to solve philosophical problems. In other explanations, Islamic tradition [in this paper it is represented by Śadrâ] can contribute to contemporary philosophical discourse without making tendentious claim that Western Philosophy cannot solve problems better than the philosophy of Śadrâ.