Rosyidi, Fajar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Toleransi Masyarakat melalui Konseling Kelompok dengan Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi Rosyidi, Fajar
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 1 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v5i1.9641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan sikap toleransi yang ada di masyarakat dengan konseling kelompok yang menggunakan pendekatan konseling singkat berfokus solusi. Toleransi merupakan hal dasar dalam bermasyarakat. Sikap toleransi berarti seseorang dapat menerima dan menghargai pendapat, agama, suku, dan ras orang lain. Hal ini perlu ada sebuah tindakan dalam pengembangannya. Metode yang digunakan adalah pre-experimental desain dengan model one group pretets-posttets. Pelaksanaan koseling kelompok dengan subjek berjumlah 8 orang. Hasil yang didapatkan adalah ada perbedaan yang signifikan antara hasil skor awal sikap toleransi dan hasil skor akhir sikap toleransi setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan konseling singkat berfokus solusi.
Seni Dan Pemberdayaan: Konseling Kreatif Media Gambar Di Kampung Sosial Argopuro Rosyidi, Fajar
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 2 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v8i2.30445

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi pemberdayaan anak di Kampung Sosial Argopuro melalui pendekatan konseling kreatif berbasis media gambar, yang hasil karyanya dipasarkan melalui media sosial. Pemberdayaan anak merupakan salah satu langkah strategis dalam mengatasi tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat marginal. Penelitian ini menggunakan metodologi pemberdayaan berbasis partisipasi, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi aktivitas anak-anak dalam proses konseling kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kreatif tidak hanya meningkatkan keterampilan seni anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan ekonomi melalui pemasaran karya seni mereka. Media sosial berperan sebagai sarana strategis untuk memperkenalkan hasil karya dan memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi seni, teknologi, dan konseling dalam pemberdayaan komunitas, khususnya anak-anak di wilayah sosial marginal. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam mengembangkan model konseling berbasis kreativitas untuk pemberdayaan sosial dan memberikan wawasan bagi praktisi pendidikan, konselor, dan penggiat pemberdayaan komunitas.
ALOn BKI: Developing Digital Innovation for Islamic Counseling Services Rosyidi, Fajar; Ahmad Nafi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i1.18003

Abstract

This study aims to develop an online Islamic Counseling Guidance (ALOn BKI) service application as an innovative solution to expand access to digital technology-based Islamic counseling. This application is designed using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model approach, which provides a systematic framework in each stage of development. The focus of the study includes user needs analysis, application design and development, implementation, and effectiveness evaluation. The results of the study indicate that ALOn BKI has succeeded in providing flexible and practical Islamic counseling services, equipped with interactive features such as chat, video calls, and materials based on sharia values. The application trial showed a high level of user satisfaction, especially in terms of ease of access and relevance of services to Islamic teachings. In addition, the reminder and ongoing guidance features support the counseling process effectively. However, there are challenges in the form of low digital literacy in some users and the need to strengthen the personal data security system. Recommendations for further development include the addition of analytical features to track client progress and thematic support groups. In conclusion, ALOn BKI makes a significant contribution to increasing the accessibility and effectiveness of technology-based Islamic counseling services. This application has the potential to be a model for the development of religion-based counseling services in the future