Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia Wijaya, Regita Sulistiya Nindya; Mediawati, Mika; Indriani, Ririn
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol. 4 No. 2 (2022): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v4i2.3306

Abstract

The mortality of maternal is very high in Indoneai. Data shows that as many as 4,627 maternal deaths in Indonesia in 2020, 1,110 cases were caused by pre-eclampsia. Early detection and management of mothers who have a risk of preeclampsia is very important to reduce the risk of maternal death. Therefore, the researchers analyzed the factors associated with the incidence of pre-eclampsia. This study aims to find out the similarities and differences in research journals regarding factors associated with the incidence of pre-eclampsia. The study used literature review with a Systematic Mapping Study design. Data is collected through articles with at least the last 5 years of publication. Ten articles of data sources were obtained from the databases of Google Schoolar, Pubmed, and Garuda. The articles were collected using PEOS, adjusted to the inclusion criteria and then analyzed using the instrument of presenting the results of the literature study. The review technique uses Compare and Contrast by finding similarities and differences from the articles that have been found, so that researchers are able to draw conclusions according to the specific objectives of the researcher. The result was incidence of pre-eclampsia in the article is in the range of 42-323 cases. There are 19 factors associated with the incidence of pre-eclampsia. All factors have p<0.05. Thus, the incidence of pre-eclampsia nationally and internationally is still high. The highest factors causing pre-eclampsia are maternal age and chronicity
The Effect of Lavender Aromatherapy (Lavendula Angustifolia) on Anxiety Level in Labor at Kediri City Hospital Affanin, Hanun; Kundarti, Finta Isti; Mediawati, Mika
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 19 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.3325

Abstract

Anxiety in mothers is a clinical problem that can cause maternal depression and affect development. However, there is actually no special treatment that can be given to maternity mothers to reduce the anxiety felt. Giving lavender aromatherapy is one way of reducing maternal anxiety before labor. This study aims to analyze the effect of lavender aromatherapy on the level of anxiety in labor. This quantitative research uses a quasi-experimental design and a pretest-posttest control design. The sampling for the research was carried out by using random sampling techniques. The sample was 60 maternity mothers in the active phase with 30 intervention group respondents and 30 control group respondents, with lavender aromatherapy intervention in one of the hospitals in Kediri. The results showed a difference in anxiety levels in the intervention group and the control group after lavender aromatherapy was given to maternity mothers. Lavender aromatherapy has been proven to affect the hypothalamus and reduce the secretion of corticotrophin-stimulating hormone through olfactory pathway stimulation, which can ultimately lower maternal anxiety levels before labor. The use of lavender aromatherapy in labor rooms in various services, both services at PUSKESMAS (Community Health Centre) and hospitals, should be considered to reduce maternal anxiety before delivery.
The Effect of Phoenix Dactylifera on Uterine Contraction in Labor Kartika, Dinda; Kundarti, Finta Isti; Mediawati, Mika; Setyarini, Didien Ika
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i2.723

Abstract

Cases of prolonged labor in women labor in the world are still relatively high. Inadequate uterine contractions are the leading cause of complications of maternal death worldwide. This study aimed to analyze the Effect of Phoenix Dactylifera on uterine contractions in birthing mothers. The method applied in this research was an experimental Pretest posttest control group design. In this study, there were 60 samples, which were divided into two groups. The Paired t-test results on uterine contractions during the pretest-posttest in the intervention group showed significant results, namely a value of 0.000. In the control group, uterine contractions during the pretest-posttest showed an AP value of 0.090. Uterine contractions increased (adequate) after the mothers were given dates.
Hubungan self-efficacy dan lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha mahasiswa prodi sarjana terapan kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang Fatmawatie, Chosi Dea; Rahmaningtyas, Indah; Mediawati, Mika
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v8i1.279

Abstract

Latar belakang: Minat berwirausaha dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi nilai pribadi terdiri atas efikasi diri (self-efficacy) dan faktor eksternal meliputi latar belakang pendidikan, faktor lingkungan seperti lingkungan keluarga, hubungan sosial, dan faktor budaya. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan dari self-efficacy dan lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha mahasiswa.  Metode: Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional, dari jumlah populasi 125 orang kemudian didapatkan sampel sebanyak 106 responden, teknik yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank dengan hasil signifikansi 0,000 0,05. Hasil: terdapat hubungan antara self-efficay dengan minat berwirausaha serta terdapat hubungan lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri. Kesimpulan: Self-efficacy memiliki hubungan dengan minat berwirausaha yang lebih kuat dibandingkan lingkungan keluarga sehingga diperlukan peningkatan self-efficacy untuk meningkatkan minat berwirausaha.
HUBUNGAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG OLEH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BICARA DAN BAHASA BALITA USIA 29-59 BULAN DI KELOMPOK BERMAIN LENTERA BANGSA KOTA KEDIRI Wardani, Amelia Eka; Ajeng Wijayanti, Lumastari; Mediawati, Mika
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19126

Abstract

Balita memiliki periode penting untuk menunjang tumbuh kembang anak karena pada periode ini terjadi sangat pesat. Perkembangan yang optimal dibutuhkan adanya hubungan yang baik antara orang tua serta anaknya, agar kelainan yang mungkin terjadi dapat segera diketahui serta dapat memberikan stimulus tumbuh kembang anak secara keseluruhan dari segala aspek, seperti jasmani, psikis dan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui adanya hubungan pemberian stimulasi tumbuh kembang oleh orang tua dengan perkembangan bicara dan bahasa balita umur 29-59 bulan di Kelompok Bermain Lentera Bangsa Kota Kediri. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sejumlah 31 balita usia 29-59 bulan, sampel sebanyak 31 dengan total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner tentang stimulasi oleh orang tua dan lembar observasi (KPSP). Hasil dianalisis menggunakan uji fisher exact yang hasilnya ada hubungan antara stimulasi tumbuh kembang oleh orang tua dengan perkembangan bicara dan bahasa pada balita usia 29-59 bulan di Kelompok Bermain Lentera Bangsa Kota Kediri. Pemberian stimulasi tumbuh kembang oleh orang tua berperan penting dalam perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa pada balita.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI DESA SUMBERJO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI Suprihatin, Riska; Mediawati, Mika; Indriani, Ririn
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21401

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini pada balita dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan yang merupakan salah satu faktor penyebab kejadian stunting sehingga dapat mengganggu pada penyerapan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Dampak dari stunting dapat menyebabkan perkembangan kognitif, motorik, dan sosial-emosional yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui pemberian MP-ASI dini dengan kejadian stunting pada balita usia 1 hingga 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan ukuran sampel 125 anak. Jenis sampling yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu menggunakan probability sampling dengan teknik disproportionate cluster sampling dengan total sampel dalam penelitian ini menggunakan rasio 1:1 dengan sejumlah subjek dengan efek penyakit (kelompok kasus) berjumlah 30 dan tidak mempunyai efek (kelompok control) berjumlah 30. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan microtoice. Data penelitian ini dievaluasi dengan komputer menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat peningkatan pemberian MP-ASI dini dan stunting dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan menggunakan lembar kuesioner. Kesimpulan: Pemberian MP-ASI terlalu dini kurang dari 26 minggu dapat menyebabkan stunting. Maka dari itu dapat menjadikan masukan bagi ibu-ibu dalam memberikan tambahan makanan dini dengan melakukan upaya memperbaiki jangka panjang gizi untuk bayi stunting yaitu dengan memberikan makanan tambahan setelah usia 26 minggu bagi balita stunting.