Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peramalan Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Datang Ke Sumatera Utara Dengan Fuzzy Time Series Didi Febrian; Dinda Kartika; Debora Agnes Jessica Nainggolan
KUBIK Vol 6, No 1 (2021): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v6i1.10604

Abstract

Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat. Akibatnya, perubahan sektor pariwisata akan berdampak langsung bagi parekonomian masyarakat. Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara berfluktuasi, artinya jumlahnya dapat meningkat maupun menurun setiap bulan dan tahun. Berfluktuasinya perubahan jumlah wisatawan ini akan memberikan dampak bagi pelaku pariwisata. Oleh sebab itu, diperlukan suatu cara untuk meramalkan perkiraan jumlah wisatawan, khususnya mancanegara yang datang. Pada penelitian ini, peneliti meramalkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara dengan metode Fuzzy Time Series Markov Chain Model. Pada tahapan penentuan banyak dan panjang interval, digunakan dua rumusan yaitu rumus Sturges dan average based length untuk diperbandingkan hasil peramalannya. Dengan rumus Sturges diperoleh banyak interval 7. Sedangkan rumus average based length diperoleh 20. Penelitian ini menggunakan Data Training sebanyak 85 data dan data uji 23 data. Data-data tersebut merupakan data sekunder yang diambil dari BPS Sumatera Utara. Nilai MAPE dari hasil peramalan dengan banyak interval 7 adalah 6.66 %  dan dengan interval 20 adalah 9.87 %.
INDEKS PELANGI-3 KUAT GRAF HASIL OPERASI KALI SISIR TITIK GRAF TANGGA DENGAN GRAF BINTANG (L_n ⊳_(∘ ) K_(1,r)) Dinda . Kartika
KARISMATIKA: Kumpulan Artikel Ilmiah, Informatika, Statistik, Matematika dan Aplikasi Vol 6, No 3 (2020): Karismatika
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmk.v6i3.22181

Abstract

 ABSTRAKMisalkan dan  suatu graf terhubung tak trivial yang berhingga. Misalkan pula  suatu pohon pada  dan subhimpunan-­. Didefnisikan suatu pewarnaan- pada sisi-sisi  dengan dua buah sisi yang bertetangga dapat memiliki warna yang sama. Pohon  dikatakan pohon pelangi jika tidak ada dua sisi pada pohon yang diwarnai sama. Selanjutnya, pohon- pelangi adalah pohon pelangi yang menghubungkan titik-titik di . Suatu pewarnaan- yang setiap subhimpunan--nya terdapat pohon­- pelangi disebut pewarnaan- pelangi­- ­. Indeks pelangi-­ dari , dinotasikan dengan, adalah bilangan bulat  terkecil sehingga memiliki pewarnaan- pelangi-. Sementara itu, jarak Steiner dari subhimpunan- adalah ukuran minimum pohon di yang menghubungkan titik-titik di . Pohon dikatakan pohon– Steiner pelangi atau lebih sederhana pohon Steiner pelangi jika tidak ada dua sisi pada pohon yang diwarnai sama dengan ukuran pohon  tersebut sama dengan jarak Stenernya. Suatu pewarnaan- yang setiap subhimpunan- -nya terdapat pohon Steiner pelangi disebut pewarnaan- pelangi- kuat. Indeks pelangi- kuat dari , dinotasikan dengan , adalah bilangan bulat  terkecil sehingga  memiliki pewarnaan- pelangi- kuat. Pada tulisan ini penulis mengkaji mengenai indeks pelangi-3 kuat dari graf hasil operasi kali sisir titik graf tangga dengan graf bintang.Kata kunci: graf tangga, hasil kali sisir, indeks pelangi-3 kuat ABSTRACKLet   and   be a finite nontrivial connected graph. Let T be a tree on G and  is a k subset. Define an edge coloring–h  on G with adjency edges can have the same color. A tree T is said to be a rainbow tree if there are no two edges on T have the same color. Furtherrmore, rainbow-S tree is a rainbow tree that connects the vertices of S. A h-coloring c that every k-subset has rainbow S-tree is called k-rainbow h-coloring.  The k-rainbow index of G, denoted by , is the minimum h such that G has a k-rainbow h-coloring. Meanwhile, the Steiner distance of k-subset  is the minimum size of a tree in G that connects S. A tree T is said rainbow Steiner S-tree or simply a rainbow Steiner tree if no two edges in T have the same color. A h-coloring c that every k-subset has rainbow  Steiner tree is called strong k-rainbow h-coloring. The strong k-rainbow index of G, denoted by , is the minimum h such that G has strong k-rainbow h­-coloring. In this paper, the author examined the strong 3-rainbow index of comb product of ladder graphs with star graphs.Keywords: comb product, ladder graph, star graph, strong 3-rainbow index.
Pelatihan Fitur Google Bagi Guru SD Negeri 105267 Sei Mencirim Fevi Rahmawati Suwanto; Dinda Kartika; Debi Yandra Niska
Jurnal Interaktif: Warta Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.579 KB) | DOI: 10.29303/interaktif.v1i2.12

Abstract

Teachers as the main driving force for the success of a learning process have big challenges during this 2019 Coronavirus diseases (Covid-19) pandemic. The transition from the face-to-face learning system to distance learning and online learning requires the professional competence of teachers to be able to adapt and skillfully use technology. Service activities in the form of providing training on the use of Google features include electronic mail, classroom, document (docs), and meet conducted for teachers of SD Negeri 105267 Sei Mencirim face to face by complying with health protocols in the even semester of the 2020/2021 school year, one of the supports for improving teacher skills in online learning. The training, which involved 14 teachers and a principal, was also a solution for schools, namely the not yet optimal implementation of online learning. Through the knowledge and training experience gained, teachers are expected to be able to apply it so that the online learning process becomes more leverage.
Peramalan Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Datang Ke Sumatera Utara Dengan Fuzzy Time Series Didi Febrian; Dinda Kartika; Debora Agnes Jessica Nainggolan
KUBIK Vol 6, No 1 (2021): KUBIK: Jurnal Publikasi Ilmiah Matematika
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kubik.v6i1.10604

Abstract

Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat. Akibatnya, perubahan sektor pariwisata akan berdampak langsung bagi parekonomian masyarakat. Berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara berfluktuasi, artinya jumlahnya dapat meningkat maupun menurun setiap bulan dan tahun. Berfluktuasinya perubahan jumlah wisatawan ini akan memberikan dampak bagi pelaku pariwisata. Oleh sebab itu, diperlukan suatu cara untuk meramalkan perkiraan jumlah wisatawan, khususnya mancanegara yang datang. Pada penelitian ini, peneliti meramalkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara dengan metode Fuzzy Time Series Markov Chain Model. Pada tahapan penentuan banyak dan panjang interval, digunakan dua rumusan yaitu rumus Sturges dan average based length untuk diperbandingkan hasil peramalannya. Dengan rumus Sturges diperoleh banyak interval 7. Sedangkan rumus average based length diperoleh 20. Penelitian ini menggunakan Data Training sebanyak 85 data dan data uji 23 data. Data-data tersebut merupakan data sekunder yang diambil dari BPS Sumatera Utara. Nilai MAPE dari hasil peramalan dengan banyak interval 7 adalah 6.66 %  dan dengan interval 20 adalah 9.87 %.
E-umkm sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Usaha Bihun Ubi Kayu di Desa Melati II Kabupaten Serdang Bedagai Insan Taufik; Kana Saputra S; Dinda Kartika; Debi Yandra Niska; Fevi Rahmawati Suwanto
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 5 No. 2 (2022): Nopember: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/abdimas.v5i2.3006

Abstract

Promosi sebagai satu dari empat unsur utama dalam menciptakan bauran pemasaran berperan penting agar hasil produksi dikenal bahkan dibeli oleh konsumen. Dengan adanya perkembangan teknologi, strategi pemasaranpun kini mulai mengalami pergeseran dari konvensional menjadi pemasaran melalui internet. Meskipun demikian, masih banyak ditemukan pelaku usaha khususnya usaha mikro yang belum mampu memasarkan produknya melalui internet. Salah satunya adalah mitra dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, yaitu usaha bihun ubi kayu di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Pemasaran belum dilakukan secara langsung oleh pemilik usaha, melainkan hanya bergantung pada agen terbatas yang mendatangi dan membeli langsung bihun ke rumah produksi. Sebagai solusi bagi mitra sekaligus dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka membangun perekonomian daerah, kegiatan ini telah menghasilkan media promosi berbasis web yang gratis yaitu e-umkm. Dengan adanya media tersebut, pemilik usaha bihun ubi kayu bahkan pemilik usaha lainnya yang datanya telah terdaftar dapat memasarkan produknya sendiri secara luas.
The Locating Chromatic Number for Pizza Graphs Surbakti, Nurul Maulida; Kartika, Dinda; Nasution, Hamidah; Dewi, Sri
Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 20 No. 2 (2023): Sainmatika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sainmatika.v20i2.13085

Abstract

The location chromatic number for a graph is an extension of the concepts of partition dimension and vertex coloring in a graph. The minimum number of colors required to perform location coloring in graph G is referred to as the location chromatic number of graph G. This research is a literature study that discusses the location chromatic number of the Pizza graph. The approach used to calculate the location-chromatic number of these graphs involves determining upper and lower bounds. The results obtained show that the location chromatic number of the pizza graph is 4 for n = 3 and n for ≥ 4.
PENGEMBANGAN PERMAINAN EDUKASI KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN RPG MAKER MZ Raja, Rinto Manik; Nainggolan, Agnes Margareta; Naibaho, Debora Elssaday; Kartika, Dinda
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 8 No 1 (2025): JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/mathedu.v8i1.6768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan edukasi berbasis RPG Maker MZ dalam menyampaikan konsep dasar kriptografi sebagai media pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Permainan ini menggabungkan alur cerita menarik dan teka-teki kriptografi untuk membantu pemain memahami konsep kriptografi. Permainan edukasi yang dikembangkan berhasil menggabungkan alur cerita menarik dan tantangan kriptografi dengan cara yang lebih interaktif dan mudah. Evaluasi internal memastikan bahwa permainan berjalan sesuai rancangan, baik dari segi desain, mekanisme permainan, maupun penyampaian materi edukasi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan RPG Maker MZ sebagai platform alternatif dalam pengembangan media pembelajaran matematika yang inovatif dan menarik.
Comparative Analysis of Model Architectures Using Transfer Learning Approach in Convolutional Neural Networks for Traditional Ulos Fabric Classification Abdullah, Taufik; Saputra S, Kana; Syahputra, Hermawan; Indra, Zulfahmi; Kartika, Dinda
Journal of Artificial Intelligence and Engineering Applications (JAIEA) Vol. 4 No. 2 (2025): February 2025
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59934/jaiea.v4i2.719

Abstract

Ulos cloth is a traditional woven fabric of the Batak tribe in North Sumatra, valued for its aesthetic and symbolic significance in various ceremonies. The diversity of ulos motifs presents challenges in preservation due to their unique patterns and functions. This study aims to develop an accurate method for classifying ulos motifs using Transfer Learning on Convolutional Neural Network (CNN) architectures. Five popular models—VGG16, VGG19, MobileNetV3, Inception-V3, and EfficientNetV2—were evaluated on a dataset of 962 ulos images across six motif categories.The results show that Inception-V3 outperformed other models with an average validation accuracy of 98.13% and the lowest loss of 5.67%. Inception-V3 also demonstrated superior generalization, achieving the highest K-fold validation accuracy, while VGG16 and VGG19 exhibited overfitting at higher learning rates. Two-way ANOVA analysis confirmed significant performance differences among the models and highlighted the interaction between model type and training methods. This research recommends Inception-V3 as the optimal model for ulos motif classification, offering an efficient and reliable tool to support cultural preservation through advanced image recognition technology.
The Application of Frieze Groups and Crystallographic Groups in Generating Batak Toba Ornament Motifs Using a Matlab Graphical User Interface Sinaga, Marlina; Kartika, Dinda
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 8, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v8i1.17130

Abstract

Gorga is a carving or sculpture typically found on the exterior of a Toba Batak traditional house. The Batak people use fractal (geometric) dimensions in Batak gorga carvings. In mathematics, repetitive and symmetrical patterns in planes that result from transformations are included in the plane symmetry groups. Ethnomathematics is a cultural approach to the concept of mathematics. A frieze group can be defined as a symmetrical group which arises from a unidirectional translation and subsequently generates a linear pattern that recurs exclusively in a single direction. There are seven different pattern types in the frieze groups. Meanwhile, crystallographic patterns are flat two-dimensional patterns that form a lattice. There are 17 crystallographic types of patterns with five different types of unit lattices. The purpose of this study is to generate motifs for Batak ornaments based on frieze groups and crystallographic groups using a Matlab Graphical User Interface (GUI). A total of 119 new motifs were generated based on seven types of patterns in the frieze groups, namely, F1,F2,F3,F4,F5,F6, and F7. Meanwhile, in the crystallographic groups, 153 new motifs were generated based on nine types of patterns, namely, p1,p2,pm,pg,cm,pmg,pmm,cmm, and pgg. To keep with trends, the new motifs generated can be used in everyday life as decorations or business symbols that are characteristic of the Toba Batak region.
SEIQR Model Sensitivity and Bifurcation Analysis of SARS-CoV-2 Dynamics with International in-out Mobility Control in Indonesia Sinaga, Lasker Pangarapan; Kartika, Dinda; Farhana, Nurul Ain
Jambura Journal of Mathematics Vol 6, No 1: February 2024
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjom.v6i1.23426

Abstract

This study aims to analyze the SEIQR model for the SARS-CoV-2 dynamic by considering in-out mobility. The model construction is based on the COVID-19 response strategy implemented by the Indonesian government, then analyzing the model by determining the equilibrium point and basic reproduction number, analyzing model stability, parameter sensitivity, and bifurcation. The results show that the model has stable disease-free and disease-endemic critical points when the parameter inequality conditions based on the Routh-Hurwitz criteria are satisfied. Numerical simulations show that the system takes a long time to reach equilibrium. Furthermore, the sensitivity analysis of the basic reproduction number shows that the most sensitive parameters are natural birth and death rate susceptible, contact rate of susceptible individuals with infected individuals from local and international subjects, and rate of exposed individuals who have infected. Thus, efforts to handle COVID-19 in Indonesia can be improved by focusing on controlling international in-out mobility, so that the number of exposed individuals who have been infected can be reduced. Moreover, the bifurcation analysis shows that the system undergoes forward or backward bifurcation under disease-free conditions if certain coefficient values are satisfied based on the Castillo-Chavez and Song conditions.