Prakosajaya, Abednego Andhana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN STRUKTUR PRASASTI BERBAHASA MELAYU KUNO KEDATUAN SRIWIJAYA DAN KERAJAAN MATARAM KUNO ABAD KE 7-8 MASEHI Prakosajaya, Abednego Andhana; Tumpal Sianipar, Hot Marangkup; Widiyastuti, Ayu Nur
Siddhayatra Vol 26, No 1 (2021): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v26i1.195

Abstract

Prasasti berbahasa Melayu Kuno umumnya memiliki keterkaitan dengan Kedatuan Sriwijaya yang mulai menampakkan pengaruhnya di tanah Sumatra pada abad ke-7 Masehi. Selain prasasti berbahasa Melayu Kuno peninggalan Kedatuan Sriwijaya. Beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno juga ditemukan sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Struktur prasasti berbahasa Melayu Kuno dan pengaruhnya terhadap hubungan antara Kedatuan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram Kuno diangkat menjadi permasalahan yang akan dibahas dalam artikel ini dengan tujuan untuk memberikan interpretasi baru terkait fenomena keberadaan Prasasti berbahasa Melayu Kuno terutama di Jawa. Peneltian ini mengemukakan bahwa Kedatuan Sriwijaya memainkan peran dominan dalam melakukan infiltrasi budaya di Kerajaan Mataram Kuno dan menemukan indikasi adanya infiltrasi politis maupun konsep tatanan politik dari Kedatuan Sriwijaya di Kerajaan Mataram Kuno.
ISLAMISASI KERAJAAN-KERAJAAN BUGIS OLEH KERAJAAN GOWA-TALLO MELALUI MUSU SELLENG PADA ABAD KE-16 M Sianipar, Hot Marangkup Tumpal; Prakosajaya, Abednego Andhana; Widiyastuti, Ayu Nur
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i4.14943

Abstract

Salah satu proses penyebaran Islam di Indonesia dilakukan dengan jalan peperangan melawan kerajaan yang bukan bercorak Islam. Proses seperti ini tidak umum terjadi di Indonesia dan hanya terjadi ketika suatu kondisi yang menyebabkan peperangan dibutuhkan sebagai cara untuk menyebarkan Islam. Dorongan politik untuk menguasai kerajaan-kerajaan di sekitarnya menjadi salah satu dalih kuat sebagai casus belli terjadinya suatu peperangan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses penyebaran Islam di wilayah Sulawesi Selatan yang dilakukan dengan jalan peperangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Islam di Sulawesi Selatan disebarkan secara damai pada awalnya. Akan tetapi ketika Kerajaan Gowa-Tallo menerima Islam, kerajaan ini melakukan Musu Selleng untuk menyebarkan Islam secara lebih luas di wilayah Sulawesi Selatan. Musu Selleng itu sendiri dapat dimaknai sebagai bentuk Islamisasi sekaligus strategi ekspansi kekuasaan kerajaan ini terhadap kerajaan-kerajaan Bugis yang berada di wilayah pedalaman Sulawesi Selatan.