Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Potensi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea) sebagai Akarisida terhadap Infestasi Gurem (Ornithonyssus bursa) pada Ayam Buras Kedang, Virgilius Martin Kelake; Rianto, Rama Adi; Al Kholik, Idho Anugrah; Hadi, Upik Kesumawati
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.208-215

Abstract

Infestasi ektoparasit merupakan salah satu masalah serius di bidang peternakan. Infestasi ektoparasit terbukti dapat menurunkan produktivitas ternak dan dapat menyebabkan kematian yang berdampak pada kerugian peternak. Salah satu ektoparasit yang sering menginfestasi ayam buras adalah gurem (Ornithonyssus bursa). Biduri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bioakarisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun biduri sebagai bioakarisida dalam mengendalikan infestasi gurem pada ayam buras. Ayam buras yang terinfestasi gurem secara alami dikelompokkan ke dalam lima kelompok masing-masing terdiri atas tiga ekor ayam. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah larutan ekstrak daun biduri dengan konsentrasi 2 g/l, 4 g/l, dan 6 g/l, kontrol positif dengan sipermetrin 2 g/l, dan kontrol negatif dengan hanya pemberian air. Pengujian akarisida dilakukan dengan menggunakan metode dipping. Pengamatan gurem dilakukan sebelum pengujian, 24 jam setelah pengujian, 48 jam setelah pengujian, dan 72 jam setelah pengujian. Gurem dihitung dengan menggunakan counter berdasarkan regio tubuh ayam. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis ragam sidik. Pengamatan perilaku menelisik bulu dilakukan dengan menggunakan metode scan sampling. Frekuensi perilaku menelisik bulu dihitung dan dianalisis secara deskriptif. Hasil perlakuan ekstrak daun biduri dengan persentase reduksi gurem dan aktivitas menelisik bulu tertinggi berpotensi sebagai akarisida terhadap infestasi gurem pada ayam buras.
DIVERSITY OF ECTOPARASITES ON BATS IN DRAMAGA, BOGOR, INDONESIA Kedang, Virgilius Martin Kelake; Simangunsong, Yanri Rizky Natanael; Soviana, Susi; Hadi, Upik Kesumawati; Supriyono
BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 December 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.3.1963

Abstract

Ectoparasites infestation is one of the major health problems affecting animals, including bats, which are known as reservoir hosts for various pathogens. Several reports have shown that a comprehensive understanding of ectoparasites on these animals is crucial from a public health perspective. Therefore, this study aims to identify the diversity of ectoparasites on bats in Dramaga, Bogor, Indonesia. The samples were captured at night with a mist net and then identified using the species identification key. Ectoparasites were collected from the body of the samples and identified using a microscope. A total of 56 bats from 9 species, namely Cynopterus brachyotis, Cynopterus sphinx, Cynopterus titthaecheilus, Macroglossus sobrinus, Rousettus leschenaultii, Myotis muricola, Nycteris javanica, Pipistrellus javanicus, and Scotophilus kuhlii were obtained in this study. The results of ectoparasites identification showed the presence of Basilia spp., Eucampsipoda sp., Leptocyclopodia ferrarii (Nycteribiidae), Raymondia sp. (Streblidae), Meristaspis spp., Spinturnix spp. (Spinturnicidae), and ticks (Ixodidae). The total prevalence of infested bats was 51.7%, with females tending to have a higher intensity compared to males. Bats species with the highest prevalence of infestation were Rousettus leschenaultii and Myotis muricola. Meanwhile, this study found no ectoparasites on Macroglossus sobrinus and Scotophilus kuhlii.