Garvin, Garvin
Department Of Psychology, Faculty Of Social Sciences And Humanities, Universitas Bunda Mulia, Jakarta, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

POLA ASUH ORANGTUA DAN KECENDERUNGAN DELINKUENSI PADA REMAJA Garvin Garvin
Psibernetika Vol 10, No 1 (2017): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.01 KB) | DOI: 10.30813/psibernetika.v10i1.1039

Abstract

Adolescents undergo drastic changes in terms of physical, cognitive, emotional, and psychosexual aspects. Those changes result in unstable emotions within themselves. Accompanied with high level of curiosity as a process of searching for identity, this emotional instability causes adolescents to frequently engage in actions that do not comply with the rules and norms of the society, known as juvenile delinquency. This stud aims at discovering whether permissive, authoritative, and authoritarian parenting styles are related to juvenile delinquency tendency. The participants of this study are 151 students from X school. This study can be considered as a quantitative research with correlational non-experimental design. Due to abnormal data distribution, Spearman correlation test was used to analyze the data. This study concluded that authoritarian and permissive parenting styles are not related to juvenile delinquency tendency (p>0.05) whereas authoritative parenting style is significantly related to juvenile delinquency tendency (p<0.05). Furthermore, the direction of the relationship between authoritative parenting style and juvenile delinquency tendency revealed negative correlation, which means the more authoritative the parenting style is, the lower the tendency will be. Keywords: Juvenile delinquency, authoritative parenting style, authoritarian parenting style, permissive parenting style
SELF-COMPASSION PADA WANITA DEWASA MUDA PENYINTAS BUNUH DIRI Anthony Anthony; Garvin Garvin
Psibernetika Vol 13, No 1 (2020): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v13i1.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self-compassion pada wanita penyintas bunuh diri. Wanita pada rentang usia 15-29 tahun merupakan rentang usia yang paling rentan terhadap bunuh diri sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian sebelumnya menemukan bahwas self-compassion berhubungan dengan keinginan bunuh diri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode in-depth interview. Penelitian ini melibatkan 4 orang subjek yang semuanya berjenis kelamin perempuan, berada pada tahap perkembangan dewasa muda, dan pernah melakukan percobaan bunuh diri. Hasil penelitian menemukan bahwa tiga subjek masih mengalami self-judgement sedangkan seorang subjek sudah mulai mengembangkan self-kindness. Kemudian keempat subjek masih mengalami isolation dan belum mengembangkan common humanity. Keempat subjek juga masih lebih cenderung melakukan over identification dibandingkan mindfulness. Meski selamat dalam upaya percobaan bunuh diri, namun keempat subjek masih belum dapat menyelesaikan permasalahan hidupnya dan masih menyimpan rasa kecewa dengan dirinya sendiri. Peneliti menyimpulkan bahwa keempat subjek masih belum memiliki self-compassion dengan baik. Adapun satu orang subjek sudah mulai mengembangkan self-kindness yang merupakan komponen positif dari self-compassion dan subjek ini diketahui memiliki social support dari orang di sekitarnya. Penelitian ini menyarankan agar keluarga maupun sahabat dari penyintas bunuh diri dapat memberikan dukungan sosial untuk mengembangkan self-compassion..
PERAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KETERIKATAN KERJA (STUDI PADA KARYAWAN UNIVERSITAS X) Garvin Garvin; Willy Budiman Winata
Psibernetika Vol 9, No 1 (2016): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.08 KB) | DOI: 10.30813/psibernetika.v9i1.476

Abstract

The purpose of the study is to examine the role of transformational and transactional leadership to the employees' work engagement. Transformational leadership is defined as a leadership style that involves interaction between the leader and follower, and mutually enhance each other into higher degree of morality and motivation. Transactional leadership is defined as leadership style that occurs when the leader gives reward or discipline to the followers. Work engagement is defined as positive mental state, selffulfillment, and related to work that is characterized with vigor, dedication, and absorption. The research involves 105 employees that work in "X" University in Western Jakarta, using convenient sampling technique. Regression analysis showed that perceived transformational and transactional leadership both gives significant role to the work engagement. Keywords: transformational leadership, transactional leadership, work engagement,employee
PENGGUNAAN PONSEL YANG BERMASALAH, MINAT BELAJAR, DAN KECERDASAN SOSIAL PADA PELAJAR: STUDI PADA SEKOLAH X Aloysius Beby Kurniawan; Garvin Garvin
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 6, No 1 (2022): VOL. 6 NO. 1 April 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v6i1.16231

Abstract

Ponsel yang seharusnya bermanfaat kerap disalahgunakan, sehingga memunculkan penggunaan ponsel yang bermasalah. Remaja yang memiliki tugas utama sebagai pelajar kerapkali dilaporkan menggunakan ponsel secara berlebihan, terutama pada saat waktu belajar. Selain itu, remaja juga kerap lebih nyaman menggunakan ponsel daripada berkomunikasi langsung secara tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penggunaan ponsel yang bermasalah, minat belajar, dan kecerdasan sosial pada pelajar. Partisipan sebanyak 171 siswa SMA X (52% perempuan) dilibatkan dalam penelitian ini, diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari skala Problematic Use of Mobile Phones (PUMP), skala minat belajar, dan Tromso Social Intelligence Scale. Skala tersebut sudah diuji coba di dalam Bahasa Indonesia dan menunjukkan reliabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan ponsel yang bermasalah dengan minat belajar, tetapi terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ponsel yang bermasalah dengan kecerdasan sosial. Penelitian ini menegaskan kembali bahwa orangtua dan pendidik perlu memerhatikan penggunaan ponsel pada remaja agar tidak mengganggu interaksi sosial mereka.
SUBJECTIVE WELL BEING, PERILAKU AGRESIF DAN ATTRIBUTIONAL STYLE PADA REMAJA YANG BERASAL DARI KELUARGA BROKEN HOME Vivianti Hanania; Garvin Garvin
Psibernetika Vol 15, No 1 (2022): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v1i15.3236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara subjective well-being, perilaku agresif dan attributional style. Partisipan dalam penelitian ini adalah 402 orang remaja (72,6% perempuan) berusia 13-19 tahun yang berasal dari keluarga broken home. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah PANAS, Aggression Quesstionnaire, dan The Attributional Style Questionnaire; ketiganya diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan diujicobakan terlebih dahulu. Hasil uji korelasi Spearman menemukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara subjective well being dengan perilaku agresif (rs = 0,430), dan antara attributional style dengan perilaku agresif (rs = -0,111). Temuan ini selaras dengan temuan-temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa attributional style jenis optimism dan subjective well-being berhubungan negatif dengan perilaku agresif. Adapun penelitian ini mengonfirmasi bahwa keterkaitan tersebut tidak hanya muncul pada sampel remaja secara umum, tetapi secara spesifik juga muncul remaja yang mengalami broken home.
Tekanan Orangtua, Perfeksionisme, dan Ketidakjujuran Akademik pada Pelajar di Jakarta Luthfi Lusiane; Garvin
Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET Vol 9 No 01 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mindset.v9i01.726

Abstract

Academic dishonesty is one phenomenon that has long happened in the world of education and is still interesting to study. It is known that academic dishonesty has increased dramatically each year in the past few decades. This study hypothesized that parental pressure and perfectionism are related to academic dishonesty. Data collection was carried out for 600 students in Jakarta between the ages of 14-18 years; using a questionnaire containing the Children-Adolescence Perfectionism Scale (CAPS), Perceived Parental Pressure Inventory (PPPI), and Academic Dishonesty Scale; all of these three were translated by researchers into Bahasa Indonesia before being used in research. Correlation test results showed that: (1) parental pressure is positively and significantly related to academic dishonesty, (2) perfectionism is positively and significantly related to academic dishonesty, and (3) parental pressure is positively and significantly related to perfectionism. This study suggested that parents should pay more attention to the child's condition and do not impose too high academic achievement standards so that children do not develop perfectionism and commit academic dishonesty to meet these standards.