Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Suksesi kepemimpinan pentakostal di era disruptif Widiyanto, Mikha Agus; Parapat, Yohanes
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 1: April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i1.164

Abstract

The disruptive era is demanding strategic leadership which able to answer the needs of the church grows in the future. Leadership in Pentecostal churches that tend to prepare their family in succession has no guarantee of the needs and success of the next leader in the disruptive era. This research is proposed to examine the most dominant influence factor of leadership succession of Pentecostal churches. This research is using a quantitative approach with a survey method. The result showing that to have a succession planning in prepare new leaders for the church is the most dominant influence factor of leadership succession of Pentecostal churches in a disruptive era. To prepare a new leader through the right and contextual leadership succession is the key to future leadership success. Abstrak Di era disruptif menuntut kepemimpinan yang strategis dan mampu menjawab kebutuhan untuk perkembangan gereja di masa yang akan datang. Kepemimpinan pada gereja-gereja aliran Pentakosta yang cenderung mempersiapkan anggota keluarga dalam regenerasi tidak memberikan jaminan sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan dan bagi kesuksesan kepemimpinan selanjutnya pada era disruptif. Penelitian ini mengkaji faktor yang paling dominan mempengaruhi suksesi kepemimpinan gereja-gereja aliran Pentakosta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki perencanaan dalam menyiapkan pemimpin baru bagi gereja menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi suksesi kepemimpinan di era disruptif gereja-gereja aliran Pentakosta. Mempersiapkan pemimpin baru melalui perencanaan yang baik dan yang tepat serta kontekstual menjadi kunci sukses kepemimpinan pada masa yang akan datang.
Keadilan, Belas Kasih, dan Kesetaraan: Pemenuhan Tiga Pilar Hukum dalam Perikop Yohanes 7:53–8:11 Simorangkir, Rully; Parapat, Yohanes
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 3 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i3.8263

Abstract

Narasi mengenai perempuan yang tertangkap basah berzina dalam Yohanes 7:53–8:11 sering dipahami sebagai pengajaran tentang kemunafikan, ketidakadilan gender dan pengampunan. Namun, dari perspektif hukum, teks ini mengandung trilema antara penegakan hukum (justice), pemberian pengampunan berdasarkan belas kasih (mercy), dan tuntutan kesetaraan di depan hukum (equality before the law). Penelitian ini bertujuan menganalisis tindakan Yesus dalam menyelesaikan ketegangan antara ketiga pilar hukum tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode eksegesis naratif-prosedural. Studi ini menemukan Yesus mengoreksi cacat prosedural (abuse of process) dan penegakan hukum selektif yang bias gender melalui "jeda yudisial" dan merestorasi prinsip kesetaraan di depan hukum (equality before the law). Hasil penelitian menunjukkan bahwa belas kasih dalam perikop Yohanes 7:53-8:11 bukan bentuk pengabaian hukum, melainkan penegakan keadilan restoratif melalui protokol keputusan pragmatis dengan tujuan menghentikan kejahatan (desistance) serta pemulihan martabat manusia.