Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL Rosmainun .
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.107 KB)

Abstract

Senam hamil adalah program kebugaran yang diperuntukkan bagi ibu hamil.Latihan fisik atau senam hamil dan kebugaran selama hamil dan sesudah nya patut mendapat perhatian khusus.Karena tubuh berkembang dan berat badan pun akan bertambah, latihan yang teratur membantu memelihara kesehatan dan kebugaran bahkan melakukan program kebugaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang Senam Hamil di Desa Muara Purba Nauli Kecamatan Angkola Muaratais Tahun 2021.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimenOne Group Pretest-Posttest Only Design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang.Analisa yang digunakan adalah uji beda dua mean (uji t) yaitu paired t test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang senam hamil dengan nilai p 0,000 (p< 0,05). Diharapkan bagi responden penelitian ini dapat menambah wawasan responden dan mengaplikasikan Senam Hamil saat Kehamilan. Bagi bidan diharapkan dapat menerapkan dan melakukan edukasi ataupun promosi kesehatan yang dapat diberikan kepada ibu hamil dalam menguramgi keluhan fisik maupun psikologis selama masa kehamilan.
PENYULUHAN HIDUP SEHAT DAN SUKSES BAGI LANSIA DI DESA MUARA PURBA NAULI KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 Rosmainun H
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 1 (2022): Vol.4 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i1.742

Abstract

PENYULUHAN HIDUP SEHAT DAN SUKSES BAGI LANSIA DI DESA MUARA PURBA NAULI KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 Rosmainun Dosen Program Studi D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Sentral Padang Sidempuan rosmainun88@gmail.com ABSTRAK Pelaksanaan pembangunan nasional bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah menghasilkan kondisi social masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup yang makin meningkat, sehingga jumlah lanjut usia (lansia) makin bertambah.. Seiring dengan angka harapan hidup yang semakin baik, maka jumlah lanjut usia semakin meningkat. Lanjut usia memiliki potensi, maka mereka perlu mendapatkan penguatan agar mereka tidak menjadi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang akan membebani keluarganyaDengan Pengabdian ini ibu lebih paham manfaat pijat bayi tidak sekedar memijat bayi saat sakit saja. Psikologis penuaan yang berhasil, dicerminkan pada kemampuan individu lansia beradaptasi terhadap kehidupan fisik, sosial dan emosional serta mencapai kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan hidup.Karena perubahan dalam pola hidup tidak dapat dihindari. Individu harus memperlihatkan kemampuan untuk kembali bersemangat. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf setinggi-tingginya agar terhindar dari penyakit atau gangguan Populasi lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun diperkirakan akan meningkat cukup tinggi beberapa tahun ke depan. Kategori lansia di Indonesia yaitu berusia atas 60 tahun. Penduduk lansia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu lansia muda (60-69 tahun), lansia madya (70-79 tahun), dan lansia tua (80 tahun ke atas). Kota Padang Sidempuan sendiri memiliki persentase penduduk Lanjut usia sebanyak 6,8% pada Tahun 2019. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat persentase penduduk lanjut usia pada tahun 2019 sebanyak 8% dari total penduduk. Diharapkan kepada Bidan Desa untuk mengaktifkan program terkait kesehatan dan produktifitas Lanjut Usia.
PENYULUHAN DAN PELAKSANAAN PIJAT OKSITOSIN DI AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANG SIDEMPUAN KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN TAHUN 2023 Rosmainun .
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1078

Abstract

Memberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak awal kelahiran bayi merupakan hal yang sangat penting, karena memiliki sejuta manfaat karena memiliki kandungan Gizi yang lengkap sesuai kebutuhan bayi. Masalah menyusui yang umum dihadapi ibu nifas dan menghambat kesuksesan pemberian ASI eksklusif adalah ibu merasakan produksi ASI sedikit, yang pasti dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan rasa percaya diri ibu. ASI yang tidak lancar disebabkan pelepasan hormon oksitosin pada tubuh ibu nifas. Salah satu uapaya meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dengan cara melakukan pijat oksitosin.pada ibu nfas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu nifas dan keluarga dalam melaksanakan pijat oksitosin pada ibu nifas. Bahan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada ibu nifas dan keluarga yaitu brosur. Dengan metode pemberian konseling terhadap ibu nifas dan keluarga, kemudian pelaksanaan pijat oksitosin guna mengajarkan ibu nifas dan keluarga dengan cara memijat punggung ibu, agar bisa dilaksanakan di rumah. Ibu dan keluarga diajarkan beberapa teknik dalam pijat oksitosin. Dengan Pengabdian ini ibu dan keluarga lebih paham manfaat dan cara melakukan pijat oksitosin, sehingga produksi Air Susu Ibu meningkat dan Pemberian ASI Eksklusif tercapai
PENYULUHAN DAN PELAKSANAAN PIJAT PADA BAYI DI DESA SIMATOHIR KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN ANGKOLA JULU TAHUN 2020 Rosmainun H
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak memiliki nilai yang sangat tinggi untuk keluarga dan bangsa. Dan tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetika, lingkungan, perilaku dan rangsangan atau stimulasi yang berguna. Salah satu faktor paling penting untuk perkembangan bayi yang sehat dan bahagia adalah sentuhan penuh kasih dari ibu. Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijat bayi rutin dari orang tua menjadi faktor yang penting untuk pertumbuhan, komunikasi, dan proses belajar pada bayi. Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberi jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan guna mempertahankan perasaan aman pada bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu dalam melaksanakan pijat bayi terhadap bayinya. Bahan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini brosur. Dengan metode pemberian konseling terhadap ibu-ibu yang memiliki bayi, kemudian pelaksanaan pijat bayi guna mengajarkan ibu cara memijat bayi sendiri di rumah yang memliki banyak manfaat baik terhadap bayi, dan juga manfaat bagi ibu. Ibu diajarkan beberapa teknik dalam memijat bayi. Dengan Pengabdian ini ibu lebih paham manfaat pijat bayi tidak sekedar memijat bayi saat sakit saja. Diharapkan kepada Bidan Desa untuk mengaktifkan program terkait pelaksanaan pijat pada bayi.
Pengetahuan Ibu Yang Mempunyai Bayi Tentang Bayi Renang (Baby Swim) Dalam Perkembangan Motorik Rosmainun, Rosmainun; Apripan, Rika; Tanjung, Wiwi Wardani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12069

Abstract

Laporan Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan tentang Profil Kesehatan Kota Padangsidimpuan menunjukkan jumlah bayi baru lahir di Pijorkoling sebanyak 615 kelahiran hidup, Padangmatinggi 942 bayi, sebanyak 469 bayi. Kebiasaan bayi diajak berenang merupakan hal yang tidak terlalu umum. Namun, orang tua tidak perlu khawatir, karena bayi lebih mudah belajar berenang dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena berenang sendiri merupakan naluri alami bayi dan bayi belum mengenal hal-hal yang ditakutkan oleh orang yang lebih tua seperti faktor bahaya, bayi sangat menyukai air sehingga akan suka diajak berenang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang renang bayi dalam perkembangan motorik di Kelurahan V Kelurahan Sessionkal Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan total sampling sebanyak 31 responden, dipelajari berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, dan paritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berpengetahuan kurang dengan usia 20-39 tahun sebanyak 24 orang (77,4%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMP-SMA sebanyak 10 orang (32,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan pekerjaan rumah tangga yaitu sebanyak 28 orang (90,3%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan paritas ibu multipara sebanyak 12 orang (38,7%), mayoritas berpengetahuan kurang dengan sumber Media Elektronik sebanyak 28 orang (90,3%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu yang memiliki bayi kurang memiliki pengetahuan tentang renang bayi dalam perkembangan motoriknya, sehingga diharapkan kepada ibu yang memiliki bayi untuk meningkatkan pengetahuannya tentang manfaat melakukan renang bayi.
PENYULUHAN DAN PELAKSANAAN PIJAT PADA BAYI DI DESA SIMATOHIR KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN ANGKOLA JULU TAHUN 2020 H, Rosmainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 3 No. 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.195 KB) | DOI: 10.51933/jpma.v3i1.372

Abstract

Anak memiliki nilai yang sangat tinggi untuk keluarga dan bangsa. Dan tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetika, lingkungan, perilaku dan rangsangan atau stimulasi yang berguna. Salah satu faktor paling penting untuk perkembangan bayi yang sehat dan bahagia adalah sentuhan penuh kasih dari ibu. Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan pijat bayi rutin dari orang tua menjadi faktor yang penting untuk pertumbuhan, komunikasi, dan proses belajar pada bayi. Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberi jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan guna mempertahankan perasaan aman pada bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu dalam melaksanakan pijat bayi terhadap bayinya. Bahan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini brosur. Dengan metode pemberian konseling terhadap ibu-ibu yang memiliki bayi, kemudian pelaksanaan pijat bayi guna mengajarkan ibu cara memijat bayi sendiri di rumah yang memliki banyak manfaat baik terhadap bayi, dan juga manfaat bagi ibu. Ibu diajarkan beberapa teknik dalam memijat bayi. Dengan Pengabdian ini ibu lebih paham manfaat pijat bayi tidak sekedar memijat bayi saat sakit saja. Diharapkan kepada Bidan Desa untuk mengaktifkan program terkait pelaksanaan pijat pada bayi.
PENYULUHAN HIDUP SEHAT DAN SUKSES BAGI LANSIA DI DESA MUARA PURBA NAULI KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 H, Rosmainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 4 No. 1 (2022): Vol.4 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v4i1.742

Abstract

PENYULUHAN HIDUP SEHAT DAN SUKSES BAGI LANSIA DI DESA MUARA PURBA NAULI KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS TAHUN 2021 Rosmainun Dosen Program Studi D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Sentral Padang Sidempuan rosmainun88@gmail.com ABSTRAK Pelaksanaan pembangunan nasional bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah menghasilkan kondisi social masyarakat yang makin membaik dan usia harapan hidup yang makin meningkat, sehingga jumlah lanjut usia (lansia) makin bertambah.. Seiring dengan angka harapan hidup yang semakin baik, maka jumlah lanjut usia semakin meningkat. Lanjut usia memiliki potensi, maka mereka perlu mendapatkan penguatan agar mereka tidak menjadi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang akan membebani keluarganyaDengan Pengabdian ini ibu lebih paham manfaat pijat bayi tidak sekedar memijat bayi saat sakit saja. Psikologis penuaan yang berhasil, dicerminkan pada kemampuan individu lansia beradaptasi terhadap kehidupan fisik, sosial dan emosional serta mencapai kebahagiaan, kedamaian dan kepuasan hidup.Karena perubahan dalam pola hidup tidak dapat dihindari. Individu harus memperlihatkan kemampuan untuk kembali bersemangat. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf setinggi-tingginya agar terhindar dari penyakit atau gangguan Populasi lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun diperkirakan akan meningkat cukup tinggi beberapa tahun ke depan. Kategori lansia di Indonesia yaitu berusia atas 60 tahun. Penduduk lansia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu lansia muda (60-69 tahun), lansia madya (70-79 tahun), dan lansia tua (80 tahun ke atas). Kota Padang Sidempuan sendiri memiliki persentase penduduk Lanjut usia sebanyak 6,8% pada Tahun 2019. Sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat persentase penduduk lanjut usia pada tahun 2019 sebanyak 8% dari total penduduk. Diharapkan kepada Bidan Desa untuk mengaktifkan program terkait kesehatan dan produktifitas Lanjut Usia.
PENYULUHAN DAN PELAKSANAAN PIJAT OKSITOSIN DI AKADEMI KEBIDANAN SENTRAL PADANG SIDEMPUAN KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN TAHUN 2023 ., Rosmainun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1078

Abstract

Memberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak awal kelahiran bayi merupakan hal yang sangat penting, karena memiliki sejuta manfaat karena memiliki kandungan Gizi yang lengkap sesuai kebutuhan bayi. Masalah menyusui yang umum dihadapi ibu nifas dan menghambat kesuksesan pemberian ASI eksklusif adalah ibu merasakan produksi ASI sedikit, yang pasti dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan rasa percaya diri ibu. ASI yang tidak lancar disebabkan pelepasan hormon oksitosin pada tubuh ibu nifas. Salah satu uapaya meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dengan cara melakukan pijat oksitosin.pada ibu nfas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu nifas dan keluarga dalam melaksanakan pijat oksitosin pada ibu nifas. Bahan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada ibu nifas dan keluarga yaitu brosur. Dengan metode pemberian konseling terhadap ibu nifas dan keluarga, kemudian pelaksanaan pijat oksitosin guna mengajarkan ibu nifas dan keluarga dengan cara memijat punggung ibu, agar bisa dilaksanakan di rumah. Ibu dan keluarga diajarkan beberapa teknik dalam pijat oksitosin. Dengan Pengabdian ini ibu dan keluarga lebih paham manfaat dan cara melakukan pijat oksitosin, sehingga produksi Air Susu Ibu meningkat dan Pemberian ASI Eksklusif tercapai
Impact of Household Social Factors on Stunting among Under-Five Children in a Public Health Center: A Cross-Sectional Study Apripan, Rika; Rosmainun, Rosmainun; Permayasa, Nayodi
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.538

Abstract

Background: Stunting is a chronic growth disorder in young children characterized by height below age standards and is closely linked to household social conditions. Factors such as parenting practices, maternal education, employment, and family socioeconomic status are believed to influence stunting. However, evidence remains limited regarding which household-level social determinants exert the strongest influence on stunting within primary healthcare settings in Indonesia. This study aimed to analyze the impact of household social factors on stunting among children under five. Methods: This research employed an observational study with a cross-sectional design. A total of 215 mothers with children under five were selected from a population of 466 using purposive sampling. Data were collected through structured questionnaires. Statistical analysis was conducted using chi-square tests to examine associations and logistic regression to determine the most influential factors. Results: The findings revealed significant associations between stunting and parenting practice (p = 0.001), maternal education level (p = 0.002), family income (p = 0.001), and complementary feeding practices (p = 0.001). Logistic regression analysis indicated that complementary feeding practices were the most dominant factor influencing stunting, with an Exp(B) value of 12.927. Conclusion: Stunting among children under five is significantly influenced by household social factors, particularly complementary feeding practices, which play the most critical role. Strengthening nutrition education, promoting appropriate complementary feeding, and enhancing family support programs are strongly recommended to reduce stunting prevalence in the community.