Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Orangtua Dan Perilaku Merokok Remaja Di Rw 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Christi Sanjaya, Ade; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.498

Abstract

Dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Pada tanggal 31 Mei 2021 oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono yang menargetkan 5 juta orang atau 1,8% dari jumlah total penduduk Indonesia berhenti merokok pada tahun 2021. Berdasarkan data dari BPS, Susenas jumlah data perokok di Indonesia pada rentang usia diatas 5 tahun mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebanyak 0,57%. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau keluarga harus berhubungan dengan lingkungan sosial remaja. Tujuan penelitian ini menggambarkan Peran Orangtua dan perilaku merokok pada remaja di RW 04 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja yang berusia 15-24 tahun sebanyak 103 remaja dan orangtua kandung/orangtua asuh/ orang yang tinggal serumah dengan remaja. Sampel 82 remaja dan orangtua. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil Penelitian didapatkanHampir seluruhnya (71%) Peran Orangtua Cukup memiliki remaja dengan perilaku merokok aktif, dan Hampir setengahnya (36%) Peran Orangtua Baik memiliki remaja dengan Perilaku merokok aktif. Peran Orangtua merupakan role model, jika orangtua menerapkan aturan tegas dan melakukan pengawasan serta menjadi orangtua yang penuh perhatian dan kasih sayang kepada anak, maka pencegahan perilaku merokok juga akan sangat mudah dipatuhi oleh sang anak, terlebih dengan figure orangtua yang tidak merokok maka akan memudahkan bagi sang anak untuk patuh dan mencontoh perilaku orangtua.
Peran Keluarga Dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Isa Zaqi, Faiz; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.499

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit yang cukup akrab di masyarakat. Penyakit menular ini sering dikaitkan dengan status sosial yang rendah, walaupun kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Indonesia termasuk dalam kelompok High Burden Country untuk kasus TBParu. Posisi Indonesia tidak pernah diluar 5 besar sebagai negara dengan insidens terbanyak, bahkan pada dua tahun terakhir yaitu tahun 2020 dan 2021 menduduki urutan kedua, diatasnya hanya ada negara India. (Wati et al., 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Keluarga dan Keberhasilan Pengobatan Pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional, populasi seluruh pasien TB Paru sebanyak 55 orang dan jumlah sampel total sebanyak 55 orang. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah peran keluarga dan keberhasilan pengobatan. Hasil penelitian didapatkan seluruhnya (100%) peran keluarga yang kurang berhasil dalam pengobatan, sedangkan hamper setengahnya (29%) peran keluarga yang cukup tidak berhasil dalam pengobatan. Keberhasilan pengobatan tergantung pada kepatuhan pasien dalam meminum obat, tidak adanya upaya dari diri sendiri atau motivasi dari tenaga Kesehatan, keluargadapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam meminum obat. Pasien TB paru tidak diperbolehkan ada kelalaian saat menjalani pengobatan tersebut. Adanya pengawas menelan obat membantu pasien untuk patuh menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa putus
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak Usia Toddler (Di Kecamatan Jatirogo) Eko Saputro, Ervanda; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.510

Abstract

Toilet training adalah usaha yang dilakukan pada anak dengan tujuan anak mampu mengendalikan keinginan buang air kecil dan buang air besar. Anak akan terbiasa dengan BAK dan BAB di diapers dan tidak memulai untuk mengkomunikasikan dengan ibu apabila toilet training tidak diajarkan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Kecamatan Jatirogo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 46 ibu dan menggunakan teknik sampling total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan analisa deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa hampir setengahnya ibu di Kecamatan Jatirogo berpendidikan SD yaitu 20 orang (43%), hampir setengahnya berumur 26-30 tahun yaitu 35%, dan sebagian besar tidak bekerja 36 orang (78%). Hampir setengahnya pengetahuan ibu di Kecamatan Jatirogo dalam tingkatan pengetahuan baik yaitu 22 orang (48%). Ibu yang memiliki pengetahuan yang baik seluruhnya memiliki latar belakang pendidikan SMA (100%) dan perguruan tinggi (100%), hampir seluruhnya berusia 20-25 tahun (83%), dan sebagian besar bekerja (70%). Ibu perlu mengetahui jika toilet training diajarkan pada anak usia toddler untuk melatih kemandirian anak. Pengetahuan yang dimiliki ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pendidikan, informasi/media massa, sosial, budaya, dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, dan usia. Pendidikan tidak selalu menjadi faktor penentu tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dalam rentang baik. Namun hal itu dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti akses ibu terhadap informasi/media massa, sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.
Faktor Dominan Responsive Feeding Pada Ibu Dengan Anak Stunting Di Desa Penambangan Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Nendyo Yogiisworo, Ilham; Wahyurianto, Yasin; Retna P, Teresia
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.514

Abstract

Pola asuh dalam pemberian makan pada anak (Responsive feeding) menurut beberapa penelitian berpotensi menyebabkan stunting dan terbukti adanya hubungan antara keduanya pemberian makan untuk anak usia 6 - 24 bulan harus diperhatikan baik secara kualitas maupun kuantitas karena pada masa ini juga turut ditanamkan tahap serta jenis makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor dominan responsive feeding pada ibu dengan anak stunting. Desain penelitian menggunakan Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita di desa penambangan sebanyak 50 balita.Teknik sampling yang digunakan Total Sampling. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian responsive feeding. Dukungan keluarga menjadi sangat penting bagi anak dikarenakan bisa menjadi motivasi anak untuk makan sehingga tumbuh kembang anak menjadi baik, selain itu dukungan keluarga juga bisa membuat anak menjadi nyaman dirumah sehingga anak tidak perlu membeli makanan diluar rumah yang belum tentut erjaga kebersihanya.
Peran Kader dalam Deteksi Dini Stunting pada Balita Di Desa Tunah dan Ngino Wilayah Kerja Puskesmas Wire Rosanti, Yulia; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Science Techno Health Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stuntingmasih menjadi masalah gizi prioritas. Pemerintah menargetkan prevelensi stunting di Indonesia Tahun 2024yakni dibawah 14 %. Masih tingginya kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas wire sebanyak 24,43%. Angkatersebut ada di atas provinsi yaitu 23,5% dan nasional 24,4%. Peran kader kesehatan sangat penting untuk pencegahanterjadinya stunting dengan melakukan deteksi dini antara lain melakukan pendataan balita,pengukuran antropometridan mencatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Tujuan penelitian mendreskripsikan peran kader dalam deteksi dinistunting pada balita di desa tunah dan ngino wilayah kerja puskesmas wire kabupaten tuban. Desain Penelitian inideskriptif, pendekatan dengan crosssectional . Populasinya seluruh kader yang ada di desa tunah dan ngino yangberjumlah 40 kader. Besar sampel 40 kader. Teknik sampling yang diguna kan adalah Total sampling. Variabelpenelitiannya peran kader dalam deteksi dini stunting . Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Datadi analisa dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menujukkan sebagian kecil (25%) balitamengalami stunting. sebagian kecil (5%) peran kader kurang dalam pendataan balita, Sebagian kecil ( 2%) peran kaderkurang dalam pengukuran antropometri, sebagian kecil ( 7%) pera n kader kurang dalam pengisian KMS. Hal inimenunjukkan bahwa peran kader dalam deteksi dini stunting sebagian kecil masih kurang namun masih perluditingkatkan agar peran kader yang kurang dapat lebih optimal sehingga da pat mengurangi angka kejadian stuntingpada balita.
TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III MULTIGRAVIDA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA SUMURGUNG KECAMATAN TUBAN Apriliana, Wulan; Retna P, Teresia; Wahyurianto, Yasin
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.3446

Abstract

Ibu hamil rentan merasakan kawatir tentang hal yang dapat terjadi pada dirinya dan anaknya yang beresiko mengganggu kesehatan mental ibu, salah satunya gangguan kecemasan. Di masa pandemi virus corona ibu hamil akan cemas apalagi pada ibu hamil trimester III yang akan melahirkan. Data survey awal didapatkan 90% ibu hamil multigravida merasakan cemasa  dan  10% ibu hamil multigravida tidak merasa cemas dari jumlah total 10 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III multigravida pada masa pandemi covid-19 di Desa Sumurgung. Desain penelitian deskriptif dan pendekatan yang dipakai yaitu “cross-sectional”, populasinya yaitu ibu hamil trimester III multigravida yang tinggal  di Desa Sumurgung kecamatan Tuban sebanyak 113 ibu, besar sampel 88 ibu hamil, teknik yang dipakai yaitu  simple random sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner. Hasil dari penelitian didapatkan hampir seluruhnya tingkat kecemasan ibu hamil trimester III multigravida di Desa Sumurgung mengalami kecemasan berat sejumlah 72 orang ( 82%). Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III multigravida di masa pandemi virus corona dengan karakteristik ibu diantaranya tingkat pengetahuan,  tingkat pendidikan ,serta dukungan dari keluarga terutama suami di Desa Sumurgung masih dalam kategori cemas berat. Maka dari itu perlu melakukan pengoptimalan dalam peningkatan pengetahuan dan pemberian dukungan secara terus menerus agar dapat menurunkan tingginya tingkat kecemasan ibu hamil trimester III multigravida.Kata kunci :          Tingkat Kecemasan, Ibu Hamil Trimester III multigravida, Pandemi Covid-19