Gusniar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perilaku Agresif Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman Gusniar; Prima Aulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.371 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v4i3.829

Abstract

Berdasarkan pengamatan dilapangan, peneliti menemukan adanya dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman. Hal ini dilihat dari tingkah laku anak di sekolah berbeda dengan perilaku teman-temannya yang memiliki orang tua lengkap, karena anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, sehingga mereka melampiaskannya dengan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Bina Bangsa Kabupaten Pasaman, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan peneliti adalah guru kelas dan orang tua anak PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data digunakan mengikuti langkah Sugiyono: 1) analisis sebelum lapangan; 2) analisis data lapangan. Teknik pengabsahan data menggunakan (1) validitas internal;( 2) validitas ekternal;( 3) reliabilitas; (4)subyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perilaku agresif yang dilakukan oleh anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman seperti: a) aspek fisik; b) aspek verbal; c) aspek simbolik. selanjutnya penanganan yang dilakukan oleh orang tua dan guru terhadap perilaku agresif anak yang orang tuanya bercerai seperti, memberi kasih sayang, bekerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, memenuhi fasilitas anak, menjalin hubungan yang baik, dan membuat media dan metode pembelajaran yang menarik.
Dampak Perceraian Orang Tua terhadap Perilaku Agresif Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman Gusniar; Prima Aulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2020): December 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v4i3.829

Abstract

Berdasarkan pengamatan dilapangan, peneliti menemukan adanya dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman. Hal ini dilihat dari tingkah laku anak di sekolah berbeda dengan perilaku teman-temannya yang memiliki orang tua lengkap, karena anak merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, sehingga mereka melampiaskannya dengan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Bina Bangsa Kabupaten Pasaman, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan peneliti adalah guru kelas dan orang tua anak PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah Pasaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data digunakan mengikuti langkah Sugiyono: 1) analisis sebelum lapangan; 2) analisis data lapangan. Teknik pengabsahan data menggunakan (1) validitas internal;( 2) validitas ekternal;( 3) reliabilitas; (4)subyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perilaku agresif yang dilakukan oleh anak di PAUD Bina Bangsa Kampung Tongah, Pasaman seperti: a) aspek fisik; b) aspek verbal; c) aspek simbolik. selanjutnya penanganan yang dilakukan oleh orang tua dan guru terhadap perilaku agresif anak yang orang tuanya bercerai seperti, memberi kasih sayang, bekerja sama antara pihak sekolah dan orang tua, memenuhi fasilitas anak, menjalin hubungan yang baik, dan membuat media dan metode pembelajaran yang menarik.