Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEVELOP APPSEPTION THROUGH SCENE SETTING WITHIN LEARNING MATH Astri Setyawati
RETEL Journal (Journal on Publication of The Research on Teaching and Language) Vol. 5 No. 1 (2019): Journal on Publication of The Research on Teaching and Language
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.734 KB)

Abstract

Mathematics is a subject that is considered boring. This assumption needs to be changed, therefore it is necessary to make changes in mathematics learning. Interesting learning can begin with activities that attract the attention of students. Interesting learning activities are expected to foster students' desire to learn mathematics. Therefore, early learning activities or apperception required an interesting strategy. Apperception aims to link the initial knowledge with the knowledge to be learned. Finding interesting strategic ideas to initiate learning activities and which can connect the initial knowledge possessed by students with the material to be studied is one of the difficulties that are felt by many mathematics teachers. In this study, the scene setting will be discussed as one of the strategies that can be applied to apperception activities in order to foster students' desire to learn mathematics. Scene setting is a strategy that is carried out by providing a learning experience before entering into the core material. The aim is to foster curiosity about the material to be studied. Some sources of scene setting ideas include: life safety, benefits, cause and effect, delivery of information or news, imaginative stories, and films. This study aims to describe the application of scene settings to develop apperception in learning mathematics.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Probing Prompting dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Muhammad Mukhtar; Ummi Rosyidah; Astri Setyawati
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2022): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v4i1.1815

Abstract

Matematika sering dikeluhkan sebagai mata pelajaran yang amat berat, sulit, membosankan bahkan menakutkan bagi sebagian besar siswa. Hal ini dapat mengakibatkan hasil belajar matematika siswa sangat rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui bagaimana  hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe probing prompting, (2) untuk mengetahui bagaimana perbedaan rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol dengan siswa kelas eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS MA Ma’arif Nu 8 Taman Cari, sampel dalam penelitian ini diambil 2 kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling yang dipilih berdasarkan pada arahan guru dan nilai rata-rata kelas pada materi sebelumnya. Instrumen yang yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pilihan ganda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 16.0 for windows yaitu dengan menggunakan Paired Sampel T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe probing-prompting sangat membantu proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari rata-rata posttest kategori eksperimen 81,97 dan rata-rata kelas manajemen 70,19.  analisis data hasil penelitian diperoleh pada tes akhir (post test) nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000. Oleh karena itu nilai signifikansinya < 0,05, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang proses pembelajaranya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe probing prompting dengan peserta didik kelas kontrol sebelum perlakuan pada saat pre test. Sedangkan peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelas kontrol yaitu sebesar 66,75. Setelah diberi perlakuan, skor rata – rata hasil posttest mengalami peningkatan yaitu sebesar 82,50. Sehingga diperoleh N-gain hasil belajar pada kelas eksperimen yaitu sebesar 0,48 (0,48<0.50).Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif , Probing Prompting, hasil belajar   peserta didik