Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : WIDYA LAKSANA

PKM Lulur Kopi Di Desa Catur Bangli Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra; Widhiantara, I Gede
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.047 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.24110

Abstract

Desa Wisata Catur telah dikenal dengan produksi Kopi Arabika yang telah diekspor ke mancanegara. Sejauh ini inovasi pengembangan produk dari tanaman kopi telah dilakukan oleh masyarakat di Desa Catur seperti inovasi teh dari pucuk daun kopi dan kue molen kopi. Inovasi pemanfaatan biji kopi untuk membuat produk kecantikan seperti lulur kopi masih belum dikembangkan di Desa ini. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Catur untuk membuat produk kecantikan yaitu produk lulur kopi.   Permasalahan mitra:    1)Mitra hanya mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur belum pernah dicoba. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dan kreatifitas dalam  meningkatkan daya saing dan penjualan hasil olahan biji kopi, 2)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil inovasi pengembangan produk lulur kopi, 3)Mitra belum memiliki sistem atau strategi pemasaran khusus dan professional. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan dan pendampingan untuk membuat inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur, 2) Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan baik label maupun pembungkus kemasan supaya produk lulur kopi memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar tradisional maupun pasar modern, 3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan media sosial untuk pemasaran melaui online.Kata Kunci : Desa Catur, lulur kopi, Inovasi, Pemasaran
PKM PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN PANDAN WANGI DI DESA CEPAKA, KEDIRI, TABANAN Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32530

Abstract

Tanaman  pandan wangi tumbuh subur di negara beriklim tropis, yang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan masakan untuk membuatnya wangi dan enak. Daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, polifenol, flavonoida, tannin, saponin dan juga zat warna alami. Senyawa tersebut dapat berperan sebagai anti bakteri, mengontrol kadar gula darah, mencegah kanker, mengatasi masalah gigi dan gusi, mengatasi kram, mengurangi rambut rontok dan masalah sakit kepala.. Salah satu perkebunan pandan wangi  yang terdapat  di Bali yaitu UD. Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Desa Cepaka, Tabanan Bali. Hasil perkebunan pandan wangi biasanya dipasarkan ke pasar tradisional. Setelah dipanen tanaman ini harus segera didistribusikan agar tetap segar.  Sedangkan tanaman yang  merupakan sisa hasil panen memiliki kualitas yang hampir sama, tumbuh dengan cepat akan tetapi  tidak mudah untuk dipasarkan. Oleh karena itu banyaknya hasil panen dari tanaman pandan wangi ini yang selalu tumbuh dengan cepat dan mudah  menjadi permasalahan yang dialami oleh mitra, sehingga mitra ingin berinovasi mengembangkan produk dari  limbah tanaman kemangi menjadi desinfektan alami. Oleh karena itu dilakukan pengembangan terhadap produk dengan menentukan merk dagang dan desain kemasan serta pemasaran produk yang dilakukan melalui sosial media. Berdasarkan hasil PKM didapatkan bahwa kelompok tani mengalami rata-rata peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah pandan wangi sebesar 83%. Kata Kunci : Desa Cepaka,  desinfektan alami, inovasi, pemasaran
PKM Lulur Kopi Di Desa Catur Bangli Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra; Widhiantara, I Gede
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.047 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.24110

Abstract

Desa Wisata Catur telah dikenal dengan produksi Kopi Arabika yang telah diekspor ke mancanegara. Sejauh ini inovasi pengembangan produk dari tanaman kopi telah dilakukan oleh masyarakat di Desa Catur seperti inovasi teh dari pucuk daun kopi dan kue molen kopi. Inovasi pemanfaatan biji kopi untuk membuat produk kecantikan seperti lulur kopi masih belum dikembangkan di Desa ini. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Catur untuk membuat produk kecantikan yaitu produk lulur kopi.   Permasalahan mitra:    1)Mitra hanya mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur belum pernah dicoba. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dan kreatifitas dalam  meningkatkan daya saing dan penjualan hasil olahan biji kopi, 2)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil inovasi pengembangan produk lulur kopi, 3)Mitra belum memiliki sistem atau strategi pemasaran khusus dan professional. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan dan pendampingan untuk membuat inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur, 2) Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan baik label maupun pembungkus kemasan supaya produk lulur kopi memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar tradisional maupun pasar modern, 3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan media sosial untuk pemasaran melaui online.Kata Kunci : Desa Catur, lulur kopi, Inovasi, Pemasaran
PKM PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN PANDAN WANGI DI DESA CEPAKA, KEDIRI, TABANAN Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.681 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32530

Abstract

Tanaman  pandan wangi tumbuh subur di negara beriklim tropis, yang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan masakan untuk membuatnya wangi dan enak. Daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, polifenol, flavonoida, tannin, saponin dan juga zat warna alami. Senyawa tersebut dapat berperan sebagai anti bakteri, mengontrol kadar gula darah, mencegah kanker, mengatasi masalah gigi dan gusi, mengatasi kram, mengurangi rambut rontok dan masalah sakit kepala.. Salah satu perkebunan pandan wangi  yang terdapat  di Bali yaitu UD. Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Desa Cepaka, Tabanan Bali. Hasil perkebunan pandan wangi biasanya dipasarkan ke pasar tradisional. Setelah dipanen tanaman ini harus segera didistribusikan agar tetap segar.  Sedangkan tanaman yang  merupakan sisa hasil panen memiliki kualitas yang hampir sama, tumbuh dengan cepat akan tetapi  tidak mudah untuk dipasarkan. Oleh karena itu banyaknya hasil panen dari tanaman pandan wangi ini yang selalu tumbuh dengan cepat dan mudah  menjadi permasalahan yang dialami oleh mitra, sehingga mitra ingin berinovasi mengembangkan produk dari  limbah tanaman kemangi menjadi desinfektan alami. Oleh karena itu dilakukan pengembangan terhadap produk dengan menentukan merk dagang dan desain kemasan serta pemasaran produk yang dilakukan melalui sosial media. Berdasarkan hasil PKM didapatkan bahwa kelompok tani mengalami rata-rata peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah pandan wangi sebesar 83%. Kata Kunci : Desa Cepaka,  desinfektan alami, inovasi, pemasaran