Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Akasia (Acacia Auriculiformis) Yunita Sari, Ni Kadek; Adhi Putra, I Made Wisnu
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.946 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.352

Abstract

ABSTRAKRadikal bebas merupakan suatu senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh dan merusak sistem imunitas tubuh. Jika jumlahnya berlebih, radikal bebas akan memicu efek patologis seperti arterosklerosis, kanker, diabetes dan penyakit degeneratif lainnya. Untuk meredam aktivitas radikal bebas diperlukan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menetralisir atau menstabilkan radikal bebas dengan cara melengkapi kekurangan elektron pada radikal bebas tersebut. Tanaman yang termasuk ke dalam suku fabaceae merupakan tumbuhan yang sebagian besar spesiesnya mengandung senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan pada tanaman Acacia auriculiformis selama ini belum pernah dilaporkan. Penelitian terhadap tanaman Acacia auriculiformis perlu dilakukan, mengingat pemanfaatannya masih sebatas memenuhi kebutuhan serat terutama untuk bahan baku industri pulp dan kertas serta sebagai tanaman pelindung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan untuk mengetahui nilai IC50 (inhibitory concentration) dan nilai AAI (Antioxidant Activity Index) dari ekstrak daun muda dan tua Acacia auriculiformis. Sampel kering daun diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrak tersebut selanjutnya diuji aktivitas antiradikal bebas berdasarkan kemampuan pengikatan radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun muda dan tua Acacia auriculiformis memiliki aktivitas sebagai antioksidan, nilai IC50 dan AAI ekstrak daun muda dan daun tua Acacia auriculiformis berturut-turut adalah 464,2361 ppm (AAI=0,0861), 433,6332 ppm (AAI=0,0922) sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 159,6216 ppm (AAI=0,2505).Kata kunci: Antioksidan, radikal bebas, akasia, IC50, AAIABSTRACTFree radicals are foreign compounds that enter the body and damage the body's immune system. If the amount is excessive, free radicals will trigger the effects of pathologists such as arterosklerosis, cancer, diabetes and other degenerative diseases. To reduce free radical activity required antioxidants. Antioxidants are compounds capable of neutralizing or stabilizing free radicals by supplementing electron deficiencies in these free radicals. The plant of fabaceae is a plant that most of the species contain antioxidant compounds. The antioxidant activity of Acacia auriculiformis plants has not been reported. Research on Acacia auriculiformis plant needs to be done, considering the utilization is still limited to meet the needs of fiber, especially for the raw materials of the pulp and paper industry and as a protective plant. The purpose of this research is to know the antioxidant activity and to know the value of IC50 (inhibitory concentration) and the value of AAI (Antioxidant Activity Index) from young and old leaf extract of Acacia auriculiformis. Dry samples of leaves are extracted by maceration using ethanol solvent. The extract was then tested for free antiradical activity based on DPPH free radical binding ability (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The results showed that Acacia auriculiformis leaf extract had activity as antioxidant, IC50 and AAI value of young leaf extract and old leaves of Acacia auriculiformis were 464,2361 ppm (AAI = 0,0861), 433,6332 ppm (AAI = 0,0922) while vitamin C as comparison have value of IC50 159,6216 ppm (AAI = 0,2505).Keywords: Antioxidant, free radicals, Acacia, IC50, AAI
Struktur Morfologi Bunga Dan Anatomi Serbuk Sari Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Yunita Sari, Ni Kadek
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.743 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.264

Abstract

ABSTRAK?Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur morfologi bunga dan anatomi serbuk sari buah naga super merah (Hylocereus costaricensis). Hasil pengamatan menunjukkan strukturmorfologi bunga buah naga super merah dari luar ke dalam terdiri dari kelopak, mahkota bunga,putik dengan kepala putik lebih tinggi dari kepala sari, dan bakal buah. Anatomi serbuk saribunga buah naga daging super merah memiliki kelas ukuran berdasarkan indeks P/E bentuksubspheroidal, apertura tritreme dengan tipe sulkus, dan termasuk kelompok magna.Kata kunci: morfologi,anatomi, serbuk sari,buah naga, sulkus ABSTRACT?The purpose of this study is to know the morphological structure of the flowers andanatomy of the pollen of super red dragon fruit (Hylocereus costaricensis). The results showedthe morphological structure of super red dragon fruit flowers from outside to inside consists ofsepala, petala, pistil with stigma more higher than anthera, and ovary. Anatomical pollen ofsuper red dragon f ruits have a size class based on P / E index of the subspheroidal shape, apertura tritreme with sulcus type, and included magna group. Keywords: morphology, anatomy, pollen, dragon fruit, sulcus
Uji Aktivitas Anti Fungi Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria acuminata) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Sari, Ni Kadek Yunita; Putri Permatasari, Anak Agung Ayu; Sumadewi, Ni Luh Utari
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.238 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.697

Abstract

ABSTRAKKandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh jenis mikroorganisme jamur Candida albicans. Jamur ini dapat tumbuh pada rongga mulut, saluran pencernaan, pernafasan dan genital wanita. Dewasa ini masyarakat lebih banyak tertarik menggunakan pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki efek samping yang lebih rendah dan tidak dapat menimbulkan efek resistensi dibandingkan dengan obat sintetis. Daun kamboja putih memiliki senyawa yang berpotensi menghambat aktivitas mikroorganisme seperti flavonoid, tanin,saponin, dan alkaloid. Masyarakat Bali secara umum belum mengetahui manfaat tanaman kamboja di bidang kesehatan, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak daun kamboja putih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kamboja putih (Plumeria acuminata) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini eksperimental laboratorik secara in vitro dengan post test only group design. Pengujian menggunakan metode Kirby-Bauer dengan kertas cakram. Sampel daun diekstraksi dengan proses maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kamboja memberikan daya hambat kuat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan terbentuknya zona bening sebesar 15,7 mm.Kata kunci: kandidiasis, Candida albicans, Plumeria acuminata, antifungiABSTRACTCandidiasis is an infection caused by a type of fungal microorganism Candida albicans. This fungi can grow in the oral cavity, digestive tract, respiratory and female genitalia. At this time more people are interested in using traditional medicine because it is believed to have lower side effects and can not cause resistance effects than synthetic drugs. White cambodia leaves have compounds that potentially inhibit the activity of microorganisms such as flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. Balinese people generally do not know the benefits of cambodia in the field of health, so it is necessary to do research on the activity of white Cambodia leaf extract on the growth of Candida albicans. The purpose of this study was to determine the effect of white cambodia leaf extract (Plumeria acuminata) on the growth of Candida albicans. Type of laboratory experimental research is in vitro with post test only group design. Tests used the Kirby-Bauer method with paper discs. Leaves sample were extracted by maceration process using 96% ethanol. The results showed that cambodia leaf extract gave a strong inhibition effect on the growth of Candida albicans with the formation of clear zone of 15,7 mm. Keywords: Candidiasis, Candida albicans, Plumeria acuminata, Anti fungal
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT STIMULUS KERAJINAN PATUNG DI DESA MENDOYO DAUH TUKAD JEMBRANA Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.766 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.20850

Abstract

I Gusti Kadek Ari Sarwadi is a craftsman of concrete and fiber sculpture in the village of Mendoyo Dauh Tukad Jembrana. Sculpture business that has been running for 8 years has not developed optimally due to several problems, namely 1) Aspects of production in which sculpture crafters are still limited so that the quantity of production is low, 2) Aspects of business management where partners do not yet have a clear financial accounting, 3) Aspects of marketing where partners have never promoted sculpture products produced online. PKMS results show an increase in sculpture production capacity, increased financial management skills and the creation of online sites and online marketing techniques are very beneficial for partners.Keywords: Sculpture, Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana
PKM Lulur Kopi Di Desa Catur Bangli Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra; Widhiantara, I Gede
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.047 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i2.24110

Abstract

Desa Wisata Catur telah dikenal dengan produksi Kopi Arabika yang telah diekspor ke mancanegara. Sejauh ini inovasi pengembangan produk dari tanaman kopi telah dilakukan oleh masyarakat di Desa Catur seperti inovasi teh dari pucuk daun kopi dan kue molen kopi. Inovasi pemanfaatan biji kopi untuk membuat produk kecantikan seperti lulur kopi masih belum dikembangkan di Desa ini. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Catur untuk membuat produk kecantikan yaitu produk lulur kopi.   Permasalahan mitra:    1)Mitra hanya mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk, inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur belum pernah dicoba. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dan kreatifitas dalam  meningkatkan daya saing dan penjualan hasil olahan biji kopi, 2)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil inovasi pengembangan produk lulur kopi, 3)Mitra belum memiliki sistem atau strategi pemasaran khusus dan professional. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan dan pendampingan untuk membuat inovasi produk olahan biji kopi dalam bentuk lulur, 2) Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan baik label maupun pembungkus kemasan supaya produk lulur kopi memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar tradisional maupun pasar modern, 3) Pelatihan dan pendampingan pembuatan media sosial untuk pemasaran melaui online.Kata Kunci : Desa Catur, lulur kopi, Inovasi, Pemasaran
PKM KELOMPOK TANI MILENIAL DI DESA CEPAKA, KEDIRI TABANAN Sari, Ni Kadek Yunita; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Astuti, Ni Putu Widya; Puspaningrum, Dylla Hanggaeni Dyah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.485 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.30883

Abstract

Salah satu perkebunan pandan wangi di Bali adalah kelompok tani milenial mengusung nama UD Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Kapal, Banjar Batanduren Desa Cepaka, Kediri, Tabanan, Bali. Sejauh ini pengembangan produk dari tanaman pandan wangi belum dilakukan. Inovasi pemanfaatan daun pandan wangi untuk membuat produk seperti simplisia masih belum dikembangkan. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok tani milenial di Desa Cepaka, Kediri, Tabanan untuk membuat produk simplisia.  Permasalahan mitra:1)Mitra belum memiliki konsep dasar simplisia 2)Mitra belum memiliki keterampilan dalam  membuat produk simplisia, 3)Mitra belum memiliki merk dagang dan kemasan produk hasil pengembangan produk. Solusi yang ditawarkan yaitu 1)Pelatihan melalui penyuluhan tentang konsep dasar simplisia meliputi definisi simplisia, kegunaan dan metode pengolahan daun pandan wangi menjadi simplisia, 2)Pelatihan dan pendampingan praktek membuat produk simplisia, 3)Pendampingan dan pelatihan membuat merk dagang dan desain kemasan. Hasil  yang diperoleh dari PKM yaitu 1)Semua anggota mitra yang mengikuti sosialisasi mendapatkan rerata nilai pemahaman 84 pada post-test, 2)Mitra memiliki keterampilan dalam membuat produk simplisia, 3)Produk simplisia yang dihasilkan memiliki merek dagang dan kemasan penjualan. Kata Kunci : Desa Cepaka, Kelompok Tani Milenial, Simplisia, Pandan Wangi
PKM PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN PANDAN WANGI DI DESA CEPAKA, KEDIRI, TABANAN Permatasari, Anak Agung Ayu Putri; Sari, Ni Kadek Yunita; Puniawan, I Made Endra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32530

Abstract

Tanaman  pandan wangi tumbuh subur di negara beriklim tropis, yang biasanya dimanfaatkan sebagai campuran bahan masakan untuk membuatnya wangi dan enak. Daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, polifenol, flavonoida, tannin, saponin dan juga zat warna alami. Senyawa tersebut dapat berperan sebagai anti bakteri, mengontrol kadar gula darah, mencegah kanker, mengatasi masalah gigi dan gusi, mengatasi kram, mengurangi rambut rontok dan masalah sakit kepala.. Salah satu perkebunan pandan wangi  yang terdapat  di Bali yaitu UD. Melonila, yang terletak di Jalan Raya Munggu Desa Cepaka, Tabanan Bali. Hasil perkebunan pandan wangi biasanya dipasarkan ke pasar tradisional. Setelah dipanen tanaman ini harus segera didistribusikan agar tetap segar.  Sedangkan tanaman yang  merupakan sisa hasil panen memiliki kualitas yang hampir sama, tumbuh dengan cepat akan tetapi  tidak mudah untuk dipasarkan. Oleh karena itu banyaknya hasil panen dari tanaman pandan wangi ini yang selalu tumbuh dengan cepat dan mudah  menjadi permasalahan yang dialami oleh mitra, sehingga mitra ingin berinovasi mengembangkan produk dari  limbah tanaman kemangi menjadi desinfektan alami. Oleh karena itu dilakukan pengembangan terhadap produk dengan menentukan merk dagang dan desain kemasan serta pemasaran produk yang dilakukan melalui sosial media. Berdasarkan hasil PKM didapatkan bahwa kelompok tani mengalami rata-rata peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah pandan wangi sebesar 83%. Kata Kunci : Desa Cepaka,  desinfektan alami, inovasi, pemasaran
PENGARUH PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.): The Drying and Brewing Ratio Effect on Physical and Chemical Properties Arabica Coffee Cascara Tea (Coffea arabica L.) Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum; Ni Kadek Yunita Sari
Pro Food Vol. 6 No. 2 (2020): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v6i2.159

Abstract

ABSTRACT In 2018, the Arabica coffee commodity in Bangli, Bali reached 2,252 tons. The high yield of coffee plantations has an impact on the high yield of post-harvest coffee fruit skin waste. The waste of coffee husk reaches an average of 16.37% or each of coffee processing will produce 45% coffee skins, 10% lenders, 5% bran and 40% coffee beans. The coffee husk waste processed into cascara. This study aimed to determine the effect of the drying method and brewing ratio on the physical and chemical characteristic of the cascara arabica coffee (Coffea arabica L.). This study applied a factorial randomized block design (RBD); with 2 treatment factors. The first factor is the drying method (sunlight; oven). The second factor is the brewing ratio of dry tea. The brewing ratio are water (1: 200; 3: 200; 5: 200) with 4 repetition. Physical characteristic includes the degree of acidity (pH), total acid and color. Chemical characteristic includes caffeine, tannins, total phenols and antioxidant capacity. The results of the analysis showed that sun drying concurrently with an increase in the brewing ratio resulted the highest total acid was 0.64%; the lowest degree of acidity (pH) was 5.69; low brightness (L *) values ​​between 0.43-0.76%; redness value (a *) is high (39.49-49.12%); yellowish value (b *) is low between (-21.16- -27.74%); highest caffeine 54.42ppm; the highest total phenol 8.23 ​​mg GAE / 100ml; highest tannins 3.18TAE / 100ml; and the highest antioxidant capacity 697.33mg / L GAEAC. Keywords: cascara, coffea arabika L, drying, brewing cratio, physical properties, chemical properties ABSTRAK Komoditas kopi Arabika di Kabupaten Bangli provinsi Bali pada Tahun 2018 mencapai sebesar 2.252 Ton. Tingginya hasil perkebunan kopi ini berdampak dengan tingginya hasil limbah kulit buah kopi pasca panen yang dihasilkan. Limbah kulit kopi yang dihasilkan rata-rata mencapai 16,37% atau setiap pengolahan buah kopi akan dihasilkan 45% kulit kopi, 10% lender, 5% kulit ari dan 40% biji kopi. Pemanfaatan limbah kulit kopi dilakukan dengan pengolahan menjadi cascara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasio penyeduhan terhadap sifat fisik dan kimia the cascara kopi arabika (Coffea arabika L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial. Faktor pertama adalah cara pengeringan (sinar matahari; oven) dan faktor kedua adalah rasio penyeduhan teh kering: air (1:200; 3:200; 5:200) dengan 4 kali ulangan. Sifat fisik meliputi derajat keasaman (pH), total asam, warna. Sifat kimia meliputi kandungan kafein, tanin, total fenol, kapasitas antioksidan. Hasil analisa menunjukkan pengeringan sinar matahari dan diiringi dengan peningkatan rasio penyeduhan menghasilkan total asam tertinggi 0,64%; derajat keasaman (pH) terendah 5,69; nilai kecerahan (L*) rendah antara 0,43-0,76%; nilai kemerahan (a*) tinggi antara (39,49-49,12%); nilai Kekuningan (b*) rendah antara (-21,16- -27,74%); kafein tertinggi 54,42ppm; total fenol tertinggi 8,23mg GAE/100ml; tanin tertinggi 3,18TAE/100ml; dan kapasitas antioksidan tertinggi 697,33mg/L GAEAC. Kata kunci: cascara, kopi arabika, pengeringan, rasio penyeduhan, sifat fisik, sifat kimia
Evaluation of antimicrobial activity and phytochemical screening of red Kamboja (Plumeria rubra L.) extracts Ni Kadek Yunita Sari; Ni Wayan Deswiniyanti; Putu Angga Wiradana
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v9i2.25409

Abstract

Natural antimicrobial sources such as red Kamboja (Plumeria rubra L.) flower extract can be utilized to treat infectious disorders caused by Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. This study aims to determine evaluate the effectiveness of methanol and ethanol extracts of P. rubra floral against E. coli, S. aureus, and C. albicans growth, as well as the amount of secondary metabolites in P. rubra extract. The study's findings indicate that the highest DIZ value of P. rubra methanol extract was 7.40 mm, 7.36 mm, and 7.30 mm for S. aureus ATCC25923 at 5%, 10%, and 20%, respectively, while the highest DIZ value for C. albicans ATCC10231 at 10%, 10%, and 20% was 25.08 mm, and 25.04 mm, respectively. The DIZ value of the P. rubra flower ethanol extract against E. coli strain was 5.26 mm at 5%, and 7.30 mm at 20%. Secondary metabolites of saponins, tannins, alkaloids, flavonoids, steroids, and phenols were present in the methanol and ethanol extracts of P. rubra flowers. In summary, our findings highlight the use of P. rubra flower extract as a biological source with antibacterial properties for the control of human infectious illnesses.
Gambaran Histopatologi Otot Korpus Kavernosum Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Hiperlipidemia Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Ni Kadek Yunita Sari; I Gede Widhiantara
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i02.p19

Abstract

This study aims to see the histopathology of muscle corvus cavernosum penis wistar rats (Rattus novergicus) hyperlipidemia seen in terms of thickness and picture of tissue abnormalities. Hyperlipidemia is a risk factor for erectile dysfunction ateriosklerosis in men. This research is an experimental research with one group prettest - posttest design. Samples in this study were 10 adult male aged 3-4 months wistar rats with a weight range 150-200 grams. Prior to treatment, surgery was performed for histopathology of 5-tailed rat samples at pretest. After that, sample were made with hyperhidemia by feeding fat for 50 days. Then performed surgery for histopathological preparation of corvus cavernosum muscle in posttest. The results showed that the thickness of the corvus cavernosum of the penile mouse of hyperlipidemia decreased significantly (P?0,05) when compared with the pretest group. In the histopathologic picture occurs muscle atrophy and the existence of abnormal structures of fibrotic and collagen tissue.
Co-Authors A.A. Ayu Putri Permatasari Adi Sofyan Ansori, Muhammad Adnyana, Gabriel Firsta Afta Daniel Zato Waruwu Anggriani, Martha Sephtia Aprodita, Ni Wayan Seila Aris Jatmiko Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita Aulia Iefan Datya Buu, Ani Wini Carolina Widyawati Deswiniyanti, Ni Wayan Deswiniyanti Dylla Hanggaeni Dyah Puspaningrum Efendi, I Kadek Eka Jaya Elok Faiqotus Zahra Elok Faiqotus Zahro Endah K, Natalia Sri ENIEK KRISWIYANTI Fimaputra, Jatu Maranatha Fir, Maria Alfira Juita Garry Ganvis Jonteo Hani Gerson Feoh Hanggaeni Dyah Puspaningrum, Dylla Hasanah, Nina Huawatun I Gede Widhiantara I Ketut Junitha I Made Endra Puniawan I Made Gde Sudyadnyana Sandhika I Made Murna I Made Tegeh I Made Wisnu Adhi Putra I Putu Dedy Kastama Hardy I Wayan Rosiana IDA AYU ASTARINI K, Natalia Sri Endah Komang Ayuk Supriani Lestari, Ni Kadek Dwipayana MADE PHARMAWATI Marselinus Gede Widiarta Matius Victorino Ola Dame Natalia Sri Endah K Ni Kadek Dwipayani Lestari Ni Kadek Wini Ewintiani Ni Komang Widiastuti Ni Luh Putu Wina Ewiantini Ni Luh Sunarsih Ni Luh Utari Sumadewi Ni Made Virginia Ni Made Wagi Ambakesari Ni Nyoman Ari Mardianti Ni Putu Widya Astuti Ni Wayan Deswiniyanti Ni Wayan Nursini Panjaitan, Novaria Sari Dewi Permatasari , A.A. Ayu Putri Permatasari , Anak Agung Ayu Putri Permatasari, A. A. Ayu Permatasari Permatasari, Anak Agung Ayu Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari, Anak Agung Ayu Putri Permatasari Putri, Fadillaisyia Riandani Putri, Ni Putu Diah Paramita Putu Angga Wiradana Putu Ayu Tantri Dewi Putu Eka Sudaryatma Rahmadi Prasetijo Rai Riska Resty Wasita Razaq, Imanuddin Rony MahaPutraUmbu Pingge Sandhika, I Made Gde Suadnyana Sri Endah K, Natalia Teguh Hari Sucipto, Teguh Hari Virgilia Gabreni Amleni Waruwu, Ernawati Widiiastuti, Ni Komang Wiradana , Putu Angga