Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Study of the Difference in Biodegradation Rate of LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonates) and MES (Methyl Ester Sulfonate) Surfactants by Pseudomonas putida and Bacillus megaterium Dzurrahmi, Baiq Dini Najia; Sedijani, Prapti; Muhlis, Muhlis
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11387

Abstract

Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) is the most widely used surfactant in industrial detergent formulations, generating waste that poses potential risks to environmental quality and human health. As an environmentally friendly alternative, palm oil–based Methyl Ester Sulfonate (MES) has renewable and biodegradable properties, stability in hard water and high salinity, and a faster degradation rate than LAS. However, direct comparative studies on the biodegradation rates of LAS and MES are still limited. Therefore, this study aimed to compare the biodegradation ability of Pseudomonas putida and Bacillus megaterium toward LAS and MES in vitro using the MBAS method. The experiment employed a Completely Randomized Design with a two-factor factorial arrangement and three replications, resulting in 12 experimental units. Biodegradation rates were determined by measuring surfactant concentrations at days 0, 2, 4, 6, and 8 using UV-Vis spectrophotometry and linear regression analysis. The results showed a decrease in surfactant concentration over time in all treatments. Statistical analysis indicated no significant difference between LAS and MES biodegradation rates, but significant differences between bacterial species and their interaction with surfactant type.
Relevansi Pengetahuan Sains Masyarakat Dengan Sains Ilmiah Terhadap Kegiatan Nyensek (Menenun) Di Desa Sukarare Lombok Tengah Dzurrahmi, Baiq Dini Najia; Hidayah, Nurul; Hadiprayitno, Gito; Andayani, Yayuk; Al Idrus, Agil
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023): December 2023
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v1i1.545

Abstract

Indonesia memiliki beragam budaya yang memiliki nilai pengetahuan yang relevan dengan sains ilmiah. Pengetahuan sains masyarakat ini dapat dijadikan salah-satu sumber belajar IPA di sekolah. dengan penegtahuan sains ilmiah dapat dijadikan salah satu langkah untuk menanaman etnosains terhadap pembelajaran IPA pada peserta didik di Sekolah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi relavansi pengetahuan sains masyarakat dengan pengetahuan sains ilmiah pada budaya “Nyesek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah. Data didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat untuk menggali pemahaman mendalam tentang kegiatan Nyesek (menenun) menggunakan alat tradisional. Terdapat relevansi atau kaitan antara pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” (menenun) di Desa Sukarare Lombok Tengah yaitu pada kajian etnobotani dalam pemanfaatan beberapa jenis tumbuhan untuk pembuatan alat tenun tradisioanal. Diantara jenis tumbuhan yang dimanfaatkan adalah bambu (Dendrocalamus asper), asam (Garcinia xanthochymus Hook.), dan kelapa (Cocus nucifera) yang dimanfaatkan bagian batangnya untuk membuat bagian-bagian dari alat tenun tradisional. Adanya relevansi pengetahuan sains masyarakat dengan sains ilmiah pada kegiatan “Nyensek” khususnya dalam kajian etnobotani dapat dituangkan dalam pembelajaran IPA bagi peserta didik di sekolah dengan materi Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Di Indonesia pada materi Biologi kelas X.