Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MERAWAT HARMONI DENGAN BUDAYA Studi pada Masyarakat Multikultural Maulana, Maulana; Sujai, Sujai; Jamrah, Suryan A; Zulkarnaini, Zulkarnaini
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v20i1.31608

Abstract

Indonesia pada hakikatnya merupakan masyarakat majemuk, sebuah masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok, dan tinggal bersama dalam suatu wilayah, tetapi terpisah menurut garis budaya masing-masing. Bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa dan memiliki lokus sosial dan budaya yang berbeda, sehingga masuk dalam kategori masyarakat majemuk. Melalui kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis secara konseptual bagaimana membangun harmoni di tengah-tengah masyarakat yang multicultural. Penelitian ini, menegaskan bahwa komunitas sebuah etnik berhubungan satu sama lain dalam perdamaian, persaingan, bahkan pertentangan. Pranata dan lembaga yang diciptakan oleh hubungan sosial seperti ini memastikan bahwa masing-masing kelompok atau semua kelompok dapat hidup dengan damai dan harmonis.
Meningkatkan Daya Saing UMKM: Pendampingan Sertifikasi Halal dan Pelatihan Pengemasan Produk di Desa Domas Sujai, Sujai; Mukti, Titania
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 3 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i3.25027

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah usaha mikro dan kecil di kawasan olahan pangan Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, muncul tantangan baru bagi para pelaku usaha, khususnya pengemasan produk dan sertifikasi halal. Produk unggulan seperti nasi samin, sate bandeng, ikan asin, keripik bontot, dan keripik tike masih dikemas secara tradisional dan belum tersertifikasi halal. Hal ini penting segera diatasi karena pengemasan yang baik dan sertifikasi halal menjadi persyaratan utama industri makanan untuk meningkatkan daya saing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal serta pengemasan produk menggunakan teknologi tepat guna. Tujuan khususnya adalah meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya kemasan yang baik dan praktik pengemasan yang sesuai standar, serta mendampingi mereka dalam pengurusan sertifikasi halal agar nilai jual produk meningkat. Program pengembangan masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memberikan edukasi, memecahkan masalah, dan memenuhi kebutuhan praktis masyarakat melalui integrasi pengetahuan dan perubahan sosial. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi pentingnya pengemasan dan sertifikasi halal, bimbingan teknis proses sertifikasi halal, pelatihan teknik pengemasan produk, serta pendampingan langsung selama proses sertifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan para pelaku usaha memperoleh pemahaman dan keterampilan baru, serta difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi halal dan penerapan sistem jaminan halal sesuai UU Jaminan Produk Halal, sehingga meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan Desa Domas.
RELIGIOUS MODERATION IN DIGITAL MEDIA-BASED LEARNING MODELS Maisaroh, Ima; Sujai, Sujai; Burhanuddin, Burhanuddin; Yuliana, Nina
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 Edisi April 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i2.2439

Abstract

This study aims to develop and examine the effectiveness of religious moderation in digital media based on the Dick and Carey learning model. The research is grounded in the increasing use of digital media as a primary source of religious information, which has the potential both to strengthen and to undermine the values of religious moderation. The study employed a qualitative approach with a Research and Development (R&D) design. The subjects were university students who actively use digital media. Data collection techniques included interviews, observations, questionnaires, and documentation, while data analysis followed the Miles and Huberman model. The results indicate that students’ understanding of religious moderation remains largely normative and is not yet accompanied by adequate digital literacy skills. The development of the Dick and Carey-based learning model produced interactive digital media, including educational videos, digital modules, and social media content. Implementation of the model demonstrated a significant improvement in students’ comprehension, tolerance, and critical thinking regarding religious content in digital media. Furthermore, the study found that integrating constructivist approaches, social learning, and digital literacy into the learning design effectively reinforced the internalization of religious moderation values. The developed learning model proved effective in enhancing student engagement and fostering inclusive and tolerant attitudes.In conclusion, promoting religious moderation in digital media requires a systematic, technology-based learning approach. This study provides both theoretical and practical contributions to the development of a learning model for religious moderation in the digital era.