Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Smart Plant Watering System Berbasis Cloud Nodemcu Esp8266 Dan Aplikasi Blynk Pada Tanaman Hias Aglaonema Di Jakarta Pusat: Implementasi Smart Plant Watering System Berbasis Cloud Nodemcu Esp8266 Dan Aplikasi Blynk Pada Tanaman Hias Aglaonema Di Jakarta Pusat Stiawan, Yogi; Ade, Ade
Jurnal SISKOM-KB (Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume IX - Nomor 2 - Februari 2026
Publisher : Teknik Informatika, Sistem Informasi dan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/siskom-kb.v9i2.936

Abstract

Pertumbuhan dan kesehatan tanaman hias sangat bergantung pada ketersediaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pada umumnya, proses penyiraman masih dilakukan secara manual sehingga sering menimbulkan permasalahan seperti penyiraman berlebihan, kekurangan air, maupun keterlambatan penyiraman akibat keterbatasan waktu pemilik tanaman. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang terhubung ke aplikasi Blynk melalui jaringan cloud. Sistem ini dirancang menggunakan sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kondisi media tanam, modul relay yang terhubung dengan pompa air mini sebagai aktuator, serta LCD I2C untuk menampilkan informasi secara langsung. Aplikasi Blynk digunakan sebagai antarmuka monitoring dan kontrol jarak jauh yang memungkinkan pengguna mengetahui kadar kelembaban tanah secara real-time serta mengaktifkan pompa air secara manual maupun otomatis. Penelitian ini difokuskan pada tanaman hias Aglaonema yang membutuhkan kondisi kelembaban tertentu agar tumbuh optimal. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dalam mendeteksi kelembaban tanah dan mengaktifkan pompa sesuai ambang batas yang ditentukan. Selain itu, pengguna dapat melakukan kontrol manual melalui aplikasi Blynk ketika diperlukan tambahan penyiraman. Dengan adanya implementasi ini, penyiraman tanaman menjadi lebih efisien, hemat waktu, dan dapat mengurangi risiko tanaman mengalami stres akibat penyiraman yang tidak tepat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk masyarakat perkotaan, khususnya di wilayah Jakarta Pusat, yang memiliki keterbatasan waktu dalam merawat tanaman hias. Selain itu, sistem ini juga berpotensi dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan sensor tambahan, penyimpanan data berbasis cloud, maupun integrasi dengan kecerdasan buatan untuk prediksi kebutuhan air tanaman di masa mendatang.
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT. NOK PRECISION COMPONENT BATAM Ade, Ade; Hazriyanto; Daris Purba
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine and analyze the effect of motivation on employee performance with job satisfaction as a mediating variable in the production department of PT. Nok Precision Component Batam. This research uses a quantitative approach with a causal explanatory design. The research population was all production employees, totaling 150 people. The sampling was conducted using a simple random sampling technique with a sample size of 54 respondents. Primary data collection was carried out through the distribution of Likert-scale questionnaires (1-5). The collected data were analyzed using the Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) method through SmartPLS 3.0 software. The results of hypothesis testing prove that: (1) Motivation has a positive and significant effect on job satisfaction; (2) Motivation has no significant direct effect on employee performance; (3) Job satisfaction has a positive and significant effect on employee performance; and (4) Job satisfaction fully mediates the effect of motivation on employee performance. These findings conclude that providing motivation from the company does not automatically improve technical performance on the production floor if the motivation fails to create a sense of satisfaction within the employees first.