Rahardja, Sunie
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK DAN KACA PADA CAMPURAN PAVING BLOCK Rahardja, Sunie
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving block merupakan salah satu komponen dalam bidang konstruksi yang cukup banyak digunakan, tetapi bahan pembuatnya kurang ramah lingkungan. Salah satu upaya dalam menanggapi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan bahan alternatif seperti limbah dan bahan daur ulang plastik dan kaca sebagai bahan dasar paving block. Penelitian ini bertujuan memformulasi campuran paving block dengan menggunakan limbah plastik dan kaca. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah ketahanan terhadap bahan (deterjen, oli, dan minyak goreng), uji kuat tekan, penyerapan air, dan Scanning Electron Microscope (SEM). Campuran plastik:pasir dengan rasio berat 70:30 mencapai kuat tekan rata-rata sebesar 17,24 MPa. Sedangkan, campuran plastik:kaca dengan rasio dan gradasi yang sama adalah 16,89 MPa dengan penyerapan air 0,33%. Gradasi kaca yang berbeda walaupun dengan rasio berat yang sama mempengaruhi besar kuat tekan paving block. Campuran semen:pasir dengan rasio berat 70:30 memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 8,49 MPa. Kuat tekan tersebut sekitar 50% lebih lemah dibandingkan dengan campuran plastik:kaca. Merendam sampel dalam deterjen dan oli menyebabkan pengurangan kuat tekan benda uji hingga sekitar 60% dan 15%. Sedangkan, sampel yang direndam dalam minyak goreng menunjukan peningkatan kuat tekan hingga sekitar 14%. Uji SEM menunjukkan benda uji yang direndam dalam minyak goreng memiliki susunan partikel yang lebih rapat dibandingkan dengan benda uji yang lain.
Kuantifikasi Parameter Lalu Lintas Kendaraan Bermotor di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat [Quantification of the Parameters for Motorized Vehicle Traffic at Jalan Jenderal Sudirman Central Jakarta] Rahardja, Sunie
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2022): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v6i1.5362

Abstract

Jakarta, as the capital of Indonesia, has continuing congestion problem that requires mitigation. Central Jakarta has a high traffic volume due to the high level of activity and mobility of people and goods. Not only the time lost in long travel duration, congestion also adds to the stress level and burden of air pollution from motor vehicle emissions. Therefore, many traffic policies are implemented by the government to reduce congestion in Jakarta. However, opinion in traffic problems is often presented only qualitatively and/or based on limited time range due to inadequate tools and/or labor. Jalan Jenderal Sudirman is one of the 11 roads listed as congestion point in Central Jakarta. This paper quantifies the parameters that characterize traffic on Jalan Sudirman, Central Jakarta. Observation and data collection is conducted for one day, from 6.00 to 22.00 local time, for each direction, with the restriction of odd-even system is in effect at Jalan Jenderal Sudirman from 6.00-10.00 and 16.00-20.00. The results of observations and calculations of traffic conditions on Jalan Jenderal Sudirman, Central Jakarta show that the road can accommodate at least 6345 passenger car unit (pcu) /hour. The highest volume is 6643 pcu/hour at 7.30-8.30 for the North direction. where this volume exceeded the capacity of the road. The highest volume of is 5244 pcu/hour for the South direction at 16.30-17.30. In general, the speed on Jalan Jenderal Sudirman is higher than the specified minimum speed for secondary arterial road. Based on calculations from volume and velocity data, the highest density occurs in the afternoon with a value of 241 pcu/km for the South direction. As for the degree of saturation, the road volume approaches 80% of the road capacity at 7.30-10.30 and 16.00-18.00 for the South direction, while for the North direction, this occurs at 6.30-9.00.Bahasa Indonesia Abstract:Kemacetan di Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia merupakan permasalahan yang terus membutuhkan solusi. Jakarta Pusat sebagai kota yang memiliki tingkat aktivitas serta mobilititas orang dan barang yang tinggi  berkontribusi dalam tingginya jumlah arus lalu lintas. Selain dari waktu yang terbuang untuk waktu perjalanan yang panjang, juga menambah beban tekanan mental dan polusi udara dari emisi kendaraan bermotor. Oleh karena itu, banyak kebijakan pengaturan lalu lintas diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.  Akan tetapi, pendapat tentang kemacetan sering disampaikan secara kualitatif ataupun dari data di sedikit jam-jam tertentu karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia.  Data lalu lintas sepanjang hari akan dapat memberikan gambaran fluktuasi jumlah kendaraan dan aktifitas manusia di jalan yang diamati. Jalan Jenderal Sudirman adalah salah satu dari 11titik rawan kemacetan di Jakarta Pusat. Penulisan ini mengkuantifikasi parameter yang mengkarakterisasi lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.  Pengamatan dan pendataan lalu lintas dibantu dengan alat Metrocount dari pukul 6.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB dimana saat pukul 6.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB berlaku Penerapan Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap di Jalan Jenderal Sudirman. Hasil pengamatan dan perhitungan keadaan lalu lintas pada Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat menunjukan jalan dapat menampung paling tidak sebanyak 6345 ekr/jam. Volume tertinggi sebesar 6643 ekr/jam pada jam 7.30-8.30 untuk arah Utara, dimana jumlah kendaraan melebihi kapasitas. Volume kendaraan pada sore hari volume tertinggi sebesar 5244 ekr/jam untuk arah Selatan pada pukul 16.30-17.30. Pada umumnya, kecepatan kendaraan pada Jalan Jenderal Sudirman lebih tinggi dari kecepatan minimum untuk jalan arteri sekunder.  Berdasarkan perhitungan dari data volume dan kecepatan, maka kepadatan tertinggi sebesar 241 ekr/km ada pada sore hari di arah Selatan.  Sedangkan untuk derajat kejenuhan, volume jalan mendekati 80% kapasitas jalan pada pukul 7.30-10.30 dan 16.00-18.00 untuk arah Selatan, sedangkan untuk arah Utara, hal ini terjadi pada pukul 6.30-9.00.