Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supplier Development Program Sumarsono, Sonny
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April 2022
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v1i1.4

Abstract

Di lingkungan pengadaan barang/jasa pemerintah, LKPP sudah menjadi motor penggerak transformasi pengadaan pemerintah sejak LKPP berdiri melalui 4 pilar program nya yaitu Penyempurnaan Kebijakan, Penguatan Kelembagaan, Peningkatan Kompetensi SDM Pengadaan, dan Penggunaan Mekanisme Pasar dalam pengadaan. Jika dilihat dari rincian programnya memang terlihat fokus utama transformasi adalah di sisi pembeli (K/L/Pemda), sehingga tidak heran jika masih ada ketimpangan dalam implementasinya karena belum diimbangi dengan rangkaian program penguatan kapasitas di sisi penjual (Penyedia). Namun beberapa tahun belakangan ini LKPP mulai memperkenalkan program yang mendorong penguatan di sisi penyedia. Beberapa contoh di antaranya adalah menyediakan program pelatihan untuk para penyedia yang sifatnya membangun kompetensi penyedia, juga dengan diluncurkannya program pengadaan berkelanjutan (sustainable public procurement), peningkatan kematangan UKPBJ, pemberdayaan UMKM dan yang terkini adalah diluncurkannya peraturan LKPP tentang Pembinaan Penyedia. Sebuah langkah maju yang dilakukan LKPP yang mendorong dilakukannya penilaian kinerja penyedia dan menggunakan mekanisme sanksi daftar hitam dari kacamata positif (pembinaan) dan bukan sekedar hukuman.
Dampak Peningkatan Belanja Produk Dalam Negeri pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pertumbuhan Industri Mikro dan Kecil Sumarsono, Sonny; Nugroho, Kusnanto
Jurnal Pengadaan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengadaan Indonesia, Edisi April 2024
Publisher : Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59034/jpi.v3i1.35

Abstract

Pengeluaran Pemerintah (Government Expenditure) yang salah satunya dilakukan melalui pengadaan barang/jasa, dalam konsep ekonomi makro terutama aliran Keynesian merupakan kebijakan fiskal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditopang dari pertumbuhan industri nasional, Pemerintah mengimplementasikan Program Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sebagai upaya untuk melindungi sekaligus memberdayakan industri nasional termasuk Industri Mikro dan Kecil. Belanja pengadaan barang/jasa yang dikhususkan untuk menyediakan Produk Dalam Negeri diharapkan memberikan multiplier effect untuk pertumbuhan ekonomi terutama bagi Industri Mikro dan Kecil yang banyak menyerap tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan estimasi dampak Belanja Produk Dalam Negeri yang dilakukan oleh Pemerintah bagi pertumbuhan usaha Industri Mikro dan Kecil. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan metode deskriptif dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Belanja Produk Dalam Negeri memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan Industri Mikro dan Kecil terutama dalam meningkatkan Kapasitas Produksi.