Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDI BENTUK PUSAT EDUKASI DAN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DI KAWASAN MUARA ANGKE Vanessa, Vanessa; Hadiwono, Alvin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35552

Abstract

Muara Angke, a central port and fisheries area on the northern coast of Jakarta, holds significant economic and social value. However, this area faces the problem of plastic waste pollution originating from ship activities, port operations, drainage systems, and community practices of indiscriminately disposing of waste. The plastic waste ultimately contaminates the waters, disrupting marine ecosystem balance, threatening public health, and jeopardizing the livelihoods that depend on marine resources. To address these issues, solutions are needed through the integration of technology and architectural design. This study responds to these problems by developing a design for a center dedicated to plastic waste education and processing, applying a regenerative architectural approach that not only focuses on environmental restoration but also strengthens the relationship between the community and its environment. The form-generation method used integrates the results of experiments on the characteristics of plastic waste types such as HDPE, PS, and PET, based on their processing methods. Plastic materials are not only processed functionally but also explored for their potential to shape architectural mass. The outcomes of these experiments will then be translated into the form and spatial composition of the building, illustrating the transition from waste to a new resource. This approach aims to create spaces that are educational and participatory, supporting comprehensive regeneration of the area. Thus, the building will demonstrate that plastic waste management is not only about solving pollution problems but can also shape the identity of the education and processing center itself. Keywords: education; plastic; processing; regenerative; waste Abstrak Muara Angke, kawasan pusat pelabuhan dan perikanan di pesisir Jakarta Utara memiliki nilai ekonomi dan sosial yang penting. Namun, di kawasan ini terdapat permasalahan pencemaran sampah plastik berasal dari aktivitas kapal, pelabuhan, drainase, dan aktivitas masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan. Sampah plastik akhirnya mencemari perairan yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut, kesehatan masyarakat dan mata pencaharian yang bergantung pada hasil laut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi melalui pendekatan teknologi dan desain arsitektur. Studi ini merespons permasalahan tersebut melalui pembentukan bentuk untuk pusat edukasi dan pengolahan sampah plastik dengan pendekatan arsitektur regeneratif yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan tetapi juga pada hubungan antara masyarakat dan lingkungan. Metode pembentukan bentuk yang digunakan adalah intergrasi dari hasil eksperimen terhadap karakteristik sampah plastik seperti tipe HDPE, PS, dan PET yang berdasar dari proses pengolahan sampah plastik. Material plastik tidak hanya diolah secara fungsional, tetapi juga dieksplorasi potensi dalam membentuk massa secara arsitektural. Hasil eksperimen tersebut kemudian akan diterjemahkan ke dalam pengolahan bentuk dan susunan massa bangunan yang menunjukan proses transisi dari limbah menjadi sumber daya baru dan menjadikannya massa yang memiliki fungsi edukatif dan partisipatif, yang mendorong regenerasi kawasan secara menyeluruh. Dengan demikian, bangunan nantinya akan menunjukkan bahwa pengolahan plastik tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga dapat membentuk identitasi dari pusat edukasi dan pengolahan sampah plastik itu sendiri.
REGENERASI KAWASAN KUMUH DI TAMBORA : REGENERASI EKOLOGI DAN SOSIAL PADA HUNIAN MASYARAKAT Gusfino, Hasta; Hadiwono, Alvin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v8i1.37061

Abstract

Due to its strategic location and being one of the lower-middle class economic centers in West Jakarta, Tambora District has become a target for urbanization.  Massive urbanization has caused Tambora's population density to increase sharply, making it one of the most densely populated areas in Southeast Asia.  High population density causes Tambora to have a very high residential density. This very high residential density causes various ecological problems such as unhealthy slums and the lack of green spaces.  The purpose of this study is to create new residential buildings that can solve residential problems and create green spaces for the community.  The research method is to study the community's lifestyle and settlement patterns using the fractal method, and to re-arrange the slum buildings using the shape grammar method.  The steps used are to study the existing settlement patterns and the community's lifestyle patterns. Then, to re-arrange these patterns.  The results of this study are that slum settlements in the Tambora area must be arranged according to the patterns that have been formed in the community and re-arranged to be more suitable and neat.  Designs created with sufficient green space and layouts that follow local culture can address ecological and social issues.  This research combines the redevelopment of slum settlements using the Shape Grammar method with the principles of regenerative architecture to address housing issues. Keywords:  Urbanization, slums, ecology, green open space, shape gramma, fractal, regenerative. Abstrak Karena letaknya yang strategis dan merupakan salah satu pusat ekonomi kelas menengah kebawah di Jakarta Barat, Kecamatan Tambora menjadi target urbanisasi. Urbanisasi besar – besaran menyebabkan kepadatan tambora menjadi melonjak sangat tajam yang Karena letaknya yang strategis dan merupakan salah satu pusat ekonomi kelas menengah kebawah di Jakarta Barat. Urbanisasi besar – besaran menyebabkan kepadatan tambora menjadi melonjak sangat tajam membuat Tambora menjadi salah satu kawasan paling padat di Asia Tenggara. Kepadatan manusia yang tinggi menyebabkan Tambora memilki kepadatan pemukiman yang sangat tinggi. Kepadatan pemukiman yang sangat tinggi menyebabkan berbagai masalah ekologi seperti pemukiman kumuh yang tidak sehat,dan kurangnya ruang hijau. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan bangunan pemukiman baru yang dapat menyelesaikan masalah pemukiman , dan menciptakan ruang hijau bagi masyarakat. Metode penelitian ini adalah dengan mempelajari pola hidup masyarakat serta pola pemukiman masyarakat dengan metode fraktal, dan menyusun kembali bangunan – bangunan kumuh tersebut dengan metode shape grammar. Langkah yang digunakan adalah mempelajari pola pemukiman yang sudah terbentuk, dan mempelajari pola hidup masyarakat. Lalu menata kembali pola – pola tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah pemukiman kumuh pada kawasan Tambora harus disusun dengan mengikuti pola yang sudah terbentuk pada masyarakat, dan ditata ulang agar lebih layak dan rapih. Desain yang dibuat dengan ruang hijau yang cukup, dan penataan yang mengikuti budaya masyarakat setempat, dapat menyelesaikan masalah ekologis dan sosial. Penelitian ini menggabungkan antara penataan kembali pemukiman kumuh dengan metode Fraktal, dengan prinsip – prinsip arsitektur regeneratif untuk menyelesaikan masalah pemukiman.