Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE DESAIN DENGAN KONSEP REGENERATIF DALAM PASAR GROGOL, JAKARTA BARAT Kevin, Kevin AK; Huwae, Stephanus
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35581

Abstract

Pasar Grogol in West Jakarta aims to overcome various challenges such as declining visitor numbers, poor building functionality, and lack of innovation in management. The aim of this study is to improve the local economy and restore the role of the market building as an important social area. The project will apply a regenerative design method to revive the market in a sustainable way, with the strategy to be applied is to create a multifunctional space, where the market not only functions as a place to sell, but also as an area, community and open space. This strategy will increase visitor attraction, and engage the local community through active participation. Sustainability is also a key focus, with an effective waste management system, use of renewable energy, and greening of the market area. By combining the principles of community participation and green space technology, Pasar Grogol has the potential to transform into a modern market that maintains traditional values. As a result, Pasar Grogol will not only grow more vibrant, but also benefit the environment. This research explores and applies regenerative design methods in Pasar Grogol. This research uses a qualitative method with data collection through observation. To improve the sustainability of the market, this project will innovate by combining design techniques with regenerative principles. Due to their ability to build a peaceful, mutually beneficial, and sustainable ecology, bees are the model organism from which regenerative ideas are derived. Keywords:  Community; Market; Observation; Regenerative; Sustainability Abstrak Pasar Grogol di Jakarta Barat bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan seperti menurunnya jumlah pengunjung, fungsi bangunan yang kurang baik, dan kurangnya inovasi dalam pengelolaan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan ekonomi lokal dan mengembalikan peran bangunan pasar sebagai area sosial yang penting. Proyek ini akan menerapkan metode desain dengan konsep regeneratif untuk menghidupkan kembali pasar dengan cara yang berkelanjutan, dengan strategi yang akan diterapkan adalah menciptakan ruang multifungsi, di mana pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat berjualan, namun juga sebagai area, komunitas dan ruang terbuka. Strategi ini akan meningkatkan daya tarik pengunjung, dan melibatkan masyarakat setempat melalui partisipasi aktif. Dengan keberlanjutan juga menjadi fokus utama, dengan adanya sistem pengelolaan sampah yang efektif, penggunaan energi terbarukan, dan penghijauan area pasar. Dengan menggabungkan prinsip-prinsip partisipasi masyarakat dan teknologi ruang hijau, Pasar Grogol memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi pasar modern yang mempertahankan nilai-nilai tradisional. Hasilnya, Pasar Grogol tidak hanya akan tumbuh lebih hidup, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Penelitian ini mengeksplorasi dan menerapkan metode desain regeneratif di Pasar Grogol. Penelitian ini menggunakan dengan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi. Untuk meningkatkan keberlanjutan pasar, proyek ini akan berinovasi dengan menggabungkan teknik desain dengan prinsip-prinsip regeneratif. Karena kemampuannya untuk membangun ekologi yang damai, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, lebah menjadi model organisme yang menjadi sumber gagasan regeneratif.
RUMAH SUSUN BERBASIS ALGA SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KAMPUNG PULO Jonatan, Jason Darell; Huwae, Stephanus
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v7i2.35582

Abstract

Kampung Pulo, located in Jatinegara District, East Jakarta has various problems that make the environment and life of Kampung Pulo residents less than ideal. The problems found include very dense settlements, poor river water quality, inadequate drainage systems, flooding, lack of green open spaces, and ineffective waste management. These things result in various effects such as health problems, fire that spreads quickly if a fire occurs, unpleasant odors, unsuitable river water, and people who prefer to throw garbage in the river rather than in landfills that are quite far away. This project aims to improve the quality of life of Kampung Pulo residents through the construction of a flat village that carries the theme of algae and regenerative architecture. Literature reviews show that algae are an effective solution, both in improving water and air quality. Meanwhile, regenerative architecture can create buildings that are sustainable, environmentally friendly, and carbon positive. The research method is by conducting interviews with local residents, direct observation in the field, analysis of existing conditions, and literature studies. The result of this project is the construction of a flat village that is not only a residence, but also brings back activities that already exist in existing conditions. The implementation of this design is expected to improve the quality of life, especially the housing of Kampung Pulo residents. Keywords:  algae; regenerative; village Abstrak Kampung Pulo, yang terletak di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur memiliki berbagai masalah yang membuat lingkungan dan kehidupan Warga Kampung Pulo kurang layak. Masalah yang ditemukan antara lain pemukiman yang sangat padat, kualitas air sungai yang buruk, sistem drainase yang tidak memadai, banjir, tidak adanya ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah yang kurang efektif. Hal-hal tersebut mengakibatkan berbagai efek seperti masalah kesehatan, api  yang cepat menyebar jika terjadi kebakaran, bau yang tidak sedap, air sungai yang tidak layak pakai, dan masyarakat yang lebih memilih membuang sampah disungai daripada tempat pembuangan sampah yang cukup jauh. Proyek ini bertujuan memperbaiki kualitas hidup Warga Kampung Pulo melalui pembangunan kampung susun yang mengusung tema alga dan arsitektur regeneratif. Kajian literatur menunjukan bahwa alga merupakan solusi yang efektif, baik dalam memperbaiki kualitas air maupun udara. Sementara arsitektur regeneratif dapat menciptakan bangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan carbon positif. Metode penelitian yaitu dengan melakukan wawancara pada warga setempat, observasi langsung ke lapangan, analisis kondisi eksisting, dan studi literatur. Hasil dari proyek ini adalah adalah terbangunnya kampung susun yang tidak hanya sebagai hunian, tetapi juga menghadirkan kembali kegiatan-kegiatan yang telah ada pada kondisi eksisting. Implementasi desain ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup terutama hunian Warga Kampung Pulo.