Kegiatan pendampingan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Halmahera Selatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi invers proporsi melalui strategi inovatif berbasis gaya kognitif. Program dilaksanakan secara sistematis selama 8 minggu pada September–Oktober 2025, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan panduan keberlanjutan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif, melibatkan guru, kepala sekolah, dan tim pendamping perguruan tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran adaptif terhadap perbedaan gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik). Guru menjadi lebih reflektif, kreatif, dan percaya diri dalam memanfaatkan media digital serta teknologi sederhana, seperti Kahoot, Quizizz, dan video pembelajaran. Penerapan pendekatan inovatif ini berdampak positif terhadap pemahaman konseptual siswa, dengan rata-rata peningkatan hasil belajar sebesar 27% berdasarkan hasil pretest–posttest pada 30 siswa menggunakan tes uraian (5 soal) dan pilihan ganda (10 soal). Selain itu, kegiatan ini membangun budaya kolaboratif dan reflektif di sekolah, serta menghasilkan panduan pembelajaran berbasis gaya kognitif untuk keberlanjutan inovasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik reflektif dan pemanfaatan teknologi sederhana efektif dalam mengatasi tantangan mutu pendidikan di daerah terpencil. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas guru dan pengembangan komunitas belajar digital. Selain itu, advokasi kebijakan pendidikan diperlukan untuk mendukung transformasi pembelajaran inovatif secara berkelanjutan.