Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi kearifan lokal Maluku Utara dalam pembelajaran termodinamika terhadap pemahaman konsep kalor dan energi mahasiswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih rendahnya pemahaman mahasiswa mengenai konsep-konsep dasar termodinamika yang bersifat abstrak, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan mahasiswa Pendidikan Fisika yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan contoh dan fenomena kearifan lokal, seperti teknik pengasapan ikan fufu, pembuatan sagu, dan tungku tradisional, sedangkan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, angket respons mahasiswa, lembar observasi, dan wawancara terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai N-gain berada pada kategori tinggi. Uji t mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Selain itu, mahasiswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran berbasis kearifan lokal, karena dinilai lebih bermakna, mudah dipahami, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan belajar. Secara keseluruhan, integrasi kearifan lokal Maluku Utara terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep kalor dan energi, serta memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran fisika yang kontekstual, relevan secara budaya, dan selaras dengan paradigma Merdeka Belajar.