Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Moda : The Fashion Journal

PERANCANGAN AKSESORIS TAS DENGAN UPCYCLE LIMBAH BANNER MENGGUNAKAN TEKNIK INTERLOCKING MODULAR UNTUK BRAND NOCTURNE Rani Puspita; Rahayu Budhi Handayani; Olivia Gondoputranto
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1492

Abstract

Proses upcycling telah menjadi salah satu pendekatan alternatif dalam praktik fashion yang bersifat ‘sustainable’. Upcycling memungkinkan siklus hidup suatu garmen bisa diperbaharui dan hal itu sangat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu bahan yang sangat potensial untuk di-upcycling adalah limbah banner sisa dari event-event besar yang sudah tidak terpakai lagi. Dari penelitian yang telah dilakukan penulis, teknik interlocking modular adalah teknik yang sangat unik dieksplorasi untuk diaplikasikan pada garmen, terutama limbah banner. Sifatnya yang e sien, bisa dibongkar pasang dan memiliki estetika dalam tekstur, komposisi warna dan bentuknya yang bisa dieksplorasi, teknik ini menjadi teknik pilihan yang digunakan dalam penelitian ini. Implementasi pada fashion yang paling cocok dengan menggunakan limbah banner dan teknik interlocking modular, adalah tas. Dari riset yang telah dilakukan peneliti, tas menjadi salah satu kebutuhan esensial wanita di masa kini, karena peran tas tidak hanya dekoratif sebagai pelengkap penampilan tapi peran sebuah tas juga fungsional dalam hal menampung barang yang dibawa sehari-hari. Dari latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan aksesoris tas berukuran sedang hingga yang bisa dipakai sehari-hari, memakai upcycling limbah banner, dengan menggunakan teknik interlocking modular, dan memanfaatkan prinsip desain gradasi warna dan keharmonisan ditujukan untuk wanita berusia 22 – 30 tahun. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif, kuantitatif dengan melakukan survey secara online kepada 100 orang, dan kualitatif dengan wawancara expert, extreme user dan studi tipologi. Hasil perancangan dari penelitian ini adalah 10 desain tas dengan menggunakan 2 macam interlocking modular dan setiap desainnya memiliki gradasi warna yang unik.
PERANCANGAN SPECIAL OCCASION WEAR PRIA MENERAPKAN KONSEP GENDER-FLUID DENGAN TEKNIK FABRIC MANIPULATON Cornelia, Natasya; Gondoputranto, Olivia; Githapradana, Dewa Made
Moda : The Fashion Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v5i2.4382

Abstract

Stereotip gender menjadi bagian utama masyarakat dan budaya yang berkaitan dengan seksualitas, dengan stigma terhadap pria berbusana feminin yang masih kuat. Namun, semakin luasnya pergeseran budaya memberi lebih banyak kebebasan dalam hidup, salah satunya fashion kontemporer sebagai bentuk ekspresi diri yang tidak terikat dengan identitas gender. Menswear kontemporer telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menggabungkan elemen desain feminin tradisional sebagai bentuk ekspresi gaya. Fenomena ini dimaknai sebagai “gender-fluid” fashion yang menggunakan metode kualitatif mengambil model Design Thinking dengan memperoleh data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap kelompok narasumber ahli dan konsumen. Hasil implementasi pada perancangan menghasilkan koleksi gender-fluid special occasion menswear bergaya avant-garde untuk menentang stereotip menswear dan maskulinitas tradisional dengan siluet inovatif mulai dari detail struktural atau dekoratif hingga warna, kain, dan fabric manipulation. Perancangan koleksi menerapkan konsep tren gender-fluid mampu menjawab permasalahan sosial, seperti kebebasan berekspresi, kepercayaan diri, kreativitas dalam berbusana, serta menentang gagasan tradisional gender dan fashion tanpa menghilangkan hubungan di antara keduanya, tetapi dengan menciptakan persepsi yang lebih multidimensi. Gen Z dan Millennials sebagai generasi terbuka dan perilaku membeli yang materialistis dan instan sesuai dengan target bisnis rental and sales yang sustainable secara ekonomi. Perancangan diungkapkan melalui estetika high fashion yang fluid dan ekspresif.
PERANCANGAN AVANT-GARDE FESYEN DENGAN PENGAPLIKASIAN DEKORATIF LIMBAH LOGAM TIMAH MENGGUNAKAN MELTING TECHNIQUE Phang, Selena MarieAnn Heinrich; Gondoputranto, Olivia; Teowarang, Janet Rine
MODA Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v7i1.5698

Abstract

This research aims to warn and promote the dangers of heavy metal waste. Metals have different characteristics, some consist of very dangerous elements and some have less harmful effects yet still impacts the environment. The research results show that environmental pollution due to heavy metals is increasingly becoming an alarming problem and is of great concern throughout the world because of its negative impacts. By reprocessing tin metal waste from factories, with making use of melting technique, which later will form up shapes that will be the decorative elements in collection products with the style of Avant-garde and a part of Wearable Art. From the development of this design, it can help with the problem of metal waste and at the same time express artistic freedom through experimental work with sustainable materials. This research is a qualitative research that underlies constructivist beliefs. This research was conducted with 6 experts who are experts in different fields with different views, with 12 extreme users who have an interest in fashion. Experts and extreme users answered researcher’s questions using different and appropriate interview methods.