Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK BETON PENANGKIS OMBAK Sugiyanto, Sugiyanto; Fallah, Saiful
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.512 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2385

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan studi kasus pemasangan beton pada PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama Tuban. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut karena lokasinya berada di tepi laut terhadap adanya keropos tanah yang bisa mengancam keberadaan akses dan peralatan vital perusahaan. Dari hasil investigasi penyebab adanya keropos tanah tersebut disebabkan karena keberadaan penangkis ombak tidak mampu lagi bekerja dengan performa yang diharapkan karena mengalami korosif dan berkarat sehingga tidak mampu mencegah adanya erosi dan abrasi ombak laut. Berdasarkan hasil investigasi tersebut pula, perusahaan mengambil langkah untuk membuat penangkis ombak yang baru terbuat dari komponen beton dengan mempertimbangkan umur ekonomis, efektivitas kerja dan biaya pemeliharaan. Dalam rangka untuk mengetahui apakah upaya teknik pengendalian waktu pelaksanaan proyek dilakukan secara efektif pada proyek beton penangkis ombak, maka diperlukan analisa penerapan manajemen waktu pada proyek tersebut. Teknik pengendalian pada proyek yang diteliti dilakukan dengan menggunakan metode nilai hasil (earned value) yang merupakan upaya pengendalian terpadu pelaksanaan waktu proyek dengan aplikasi Kurva S. Berdasarkan analisa penerapan manajemen waktu pada proyek yang diteliti, didapatkan informasi waktu pelaksanaan proyek pada minggu ke-1, ke-2, ke-3 dan minggu ke-7 berjalan dengan lebih lambat dari jadwal yang direncanakan; kemudian pada minggu ke-4, ke-5, ke-6, ke-8 dan minggu ke-9 berjalan dengan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan; dan akhirnya pada minggu ke-10 pelaksanaan proyek mencapai penyelesaian sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Berdasarkan atas analisa kinerja jadwal dengan menggunakan metode nilai hasil (earned value method) pada pelaksanaan proyek beton penangkis ombak, didapatkan hasil perhitungan varian jadwal (schedule variance) SV = 0 dan indek kinerja jadwal (schedule performance index) SPI =1. Dengan demikian, hasil analisa pelaksanaan proyek yang diteliti secara meyakinkan menunjukkan terjadinya jadwal pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan (on schedule). Kata Kunci: Proyek, Manajemen Waktu, Jadwal dan Nilai Hasil
Tari Batik Jlamprang: Bentuk Penyajian dan Simbol Presentasional Identitas Budaya Kota Pekalongan Fallah, Saiful; Dewi, Asfarah Karina; Cahyono, Agus; Lestari, Wahyu
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.8051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah tari Batik Jlamprang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, (2) peranan tari Batik Jlamprang sebagai simbol presentasional identitas budaya Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dan (3) bentuk penyajian Batik Jlamprang di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) tari Batik Jlamprang digunakan sebagai simbol presentasional identitas budaya Kota Pekalongan agar kota tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas, (2) tari Batik Jlampang menggambarkan proses membatik motif Jlamprang, (3) Bentuk Penyajian tari Batik Jlamprang dapat dilihat dari beberapa elemen pertunjukan yaitu gerak, iringan, tata busana, tata rias, jumlah penari, dan perlengkapan menari, 4) Upaya pemerintah Kota Pekalongan untuk melestarikan tari Batik Jlamprang adalah dengan melakukan pelatihan, lomba, dan festival tari Batik Jlamprang. Simpulan yang di peroleh yaitu : masih ada celah tari Batik Jlamprang” dapat berkolaborasi dengan musik modern ataupun lainnya agar menarik dan lebih dapat diterima kaum muda serta yang tetap Kota Pekalongan. Kata Kunci: Bentuk Penyajian, Identitas Budaya, Tari Batik Jlamprang.
Bentuk Dan Estetika Penyajian Musik Grup“Kesenian Sufi Multikultur” Di Kota Pekalongan Fallah, Saiful; F, Totok Sumaryanto,; Wadiyo, Wadiyo
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 1 (2023): Juli - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i1.1126

Abstract

“Multicultural Sufi Arts” group is a blend (acculturation) of religious art from Turkey that later was modified with local knowledge that it merges with religious art in Pekalongan. The statement of problem in this study are (1) How is the forms of music and dance presentations in the musical group of “Multicultural Sufi Arts” in the city of Pekalongan. (2) How is the aesthetic presentation of music and dance in the group of “Multicultural Sufi Arts” in the city of Pekalongan.This study uses an interdisciplinary approach with qualitative interpretative research design case study of social community or society, with the goal of understanding and describing the phenomenon of the form of music and dance presentations in the group of “Multicultural Sufi Arts” in the city of Pekalongan that is interpreted with aesthetics study. This study uses observation, interviews and document research in collecting the data. The validation technique of data is using triangulation of data sources and then analyzed using content analysis models.The result of the study shows the form of presentation of “Multicultural Sufi Arts” group are include: (1) Music, (2) Dancer, (3) Fashion-style, (4) Make up, (5) Lighting, (6) Room (stage), (7) Time (tempo and rhythm), and (9) Pronunciation (song or poem that is sung). Aesthetic presentation of “Multicultural Sufi Arts” group includes: (1) Sense (variety of sense), (2) Formal (various forms), (3) Associative (various associations), (4) Nature of form (creation of worship), (5) Contemplative-tracendental, (6) Symbolic and (7) Philosophical.Suggestions in this study, there is still a gap of “Multicultural Sufi Arts” group that it can be collaborated with modern music to make it more attractive and more acceptable to young people such as including religious pop songs and modern instruments in it, but remained consistent as the arts in the context of approach to the God.
The Role of Play in Early Childhood Education for Developing Creative Problem-Solving Skills: A Longitudinal Study Buka, Sisilia Prima Yanuaria; Costa, Bruna; Silva, Pedro; Fallah, Saiful
Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/innovatsioon.v2i5.2579

Abstract

Play is increasingly recognized as a crucial foundation for fostering creativity and problem-solving abilities in early childhood education. In a rapidly changing world that demands flexible thinking and innovation, understanding how different forms of play contribute to cognitive development has become a central concern for educators and researchers. This study aims to examine the longitudinal relationship between structured and unstructured play activities and the development of creative problem-solving skills among children aged 4 to 7 years. A mixed-method longitudinal design was employed over a three-year period, involving 120 children from five early childhood education centers. Quantitative data were collected through standardized creativity and problem-solving assessments, while qualitative observations and teacher interviews provided contextual insights into behavioral and cognitive changes. Results revealed that children consistently engaged in imaginative and cooperative play demonstrated significantly higher gains in fluency, flexibility, and originality in problem-solving tasks. The findings also indicate that teacher-facilitated play environments amplify these developmental effects by promoting autonomy and social interaction. The study concludes that play is not merely a recreational activity but a critical pedagogical tool that nurtures creative cognition and adaptive problem-solving in early learning contexts.
The Role of Nahdatul Ulama (NU) in Ptomoting Islam Wasatiyyah (Moderate Islam) As A Counter- Narrative to Global Radicalism Daheri, Mirzon; Amir, Syafiq; Rahman, Rashid; Fallah, Saiful
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v2i4.3227

Abstract

The rise of global radicalism in recent decades has posed significant challenges to the integrity and peace of the Muslim community. In response to this, Islamic organizations such as Nahdlatul Ulama (NU) have become pivotal in promoting Islam Wasatiyyah, or moderate Islam, as an antidote to extremism. NU’s unique position in Indonesia and its global influence present an opportunity to examine its role in counteracting radical ideologies. This study aims to explore the contributions of Nahdlatul Ulama in promoting Islam Wasatiyyah as a counter-narrative to the growing threat of global radicalism. It investigates how NU’s teachings and activities advocate for moderation, tolerance, and inclusivity in Islamic practices. This qualitative study employs a literature review and content analysis of key NU texts, official statements, and related theological works. Interviews with NU scholars and activists further enrich the understanding of NU’s strategies in promoting a moderate Islam. The findings suggest that NU’s emphasis on the middle path of Islam has provided a strong theological foundation against radical ideologies. Through its educational programs, interfaith dialogues, and advocacy for pluralism, NU has successfully advocated for Islam Wasatiyyah as a key component of peace-building efforts. Nahdlatul Ulama plays a significant role in fostering a moderate interpretation of Islam, thereby offering an effective counter-narrative to global radicalism. Its efforts are crucial in the global fight against extremism.