Hama ulat daun Plutella xylostella dikenal sebagai salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang paling merugikan pada budidaya kembang kol. Serangan hama ini mampu menimbulkan kerusakan hingga 100%, apabila tidak dilakukan intervensi pengendalian secara tepat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi tiga agen hayati, yaitu B. thuringiensis, M. anisopliae, B. bassiana terhadap populasi dan intensitas serangan hama ulat daun Plutella xylostella, serta bobot hasil tanaman bunga kol per tanaman maupun per plot. Penelitian ini dilaksanakan di areal kebun pertanaman milik Badan Penyuluh Pertanian (BPP) di Desa Margawati, Kabupaten Garut pada bulan Januari-Maret 2025. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 9 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang signifikan pada jumlah larva Plutella xylostella antar perlakuan. Pada kontrol, populasi larva tercatat paling tinggi dengan rata-rata 10,1 ekor. Sebaliknya, perlakuan menggunakan agen hayati berhasil menurunkan populasi hingga di bawah 3 ekor. Dari ketiga agen hayati yang diuji, B. thuringiensis menunjukkan efektivitas paling besar dengan rata-rata hanya 0,33 ekor Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi B. thuringiensis dan M. anisopliae efektif mengurangi populasi serta tingkat serangan ulat tritip Plutella xylostella pada bunga kol (Brassica oleracea var. brotrytis L.). Kedua agen hayati tersebut mampu menurunkan populasi larva secara signifikan, sehingga menurunkan tingkat kerusakan daun.