Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN DAN DOMINANSI SERANGGA PADA AGROEKOSISTEM TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Fajarfika, Resti
Jurnal Agro Wiralodra Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v3i2.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan dominansi serangga pada agroekosistem tomat. Penelitian menggunakan pitfall trap dan diamati secara langsung keberadaan serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada agroekosistem tanaman tomat menggunakan pitfall trap menghasilkan keanekaragaman nilai rendah dengan nilai dominansi sedang, sedangkan pada pengamatan langsung menghasilkan nilai keanekaragaman sedang dengan dominansi rendah. Keberadaan serangga ada yang sebagai pengurai, predator, dan hama.
Pengaruh Eco-enzyme terhadap Patogen Bercak Cokelat (Alternaria solani) Secara In Vitro Septriyani, Sophie; Fajarfika, Resti; Sativa, Novriza; -, Yuni
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i2.3794

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura unggulan di Indonesia. Produksi tanaman tomat menurun mencapai 5-78% akibat penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh jamur A.solani. Cara pengendalian penyakit yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan Eco-enzyme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Eco-enzyme terhadap patogen bercak cokelat (Alternaria solani) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut, dimulai pada bulan Agustus 2023 hingga Januari 2024. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi Eco-enzyme dan 4 ulangan yaitu A= 0% (kontrol), B= 5%, C= 10%, D= 15%, E= 20% dan F= 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eco-enzyme berpengaruh terhadap pertumbuhan A.solani. Pemberian Eco-enzyme pada konsentrasi 10% dan 25% memberikan pengaruh yang berbeda nyata dengan kontrol dan mampu menghambat pertumbuhan A.solani. Faktor perlakuan Eco-enzyme dengan konsentrasi 10% (73,88%) memberikan pengaruh terbaik pada parameter penghambatan pertumbuhan jamur A.solani dengan kategori aktivasi penghambatan kuat. Kata kunci: Alternaria solani, Daya Hambat, Eco-enzyme, Patogen, Tomat
PENGARUH KONSENTRASI LIMBAH CAIR TAHU DAN LAMA PERENDAMAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL OKRA (Abelmoschus esculentus) Al Ayubi, M Hilman; Nurdiana, Dadi; Swardana, Ardli; Fajarfika, Resti; Rismayanti, Ai Yanti
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i2.3785

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus) merupakan salah satu tanaman yang memiliki peluang bisnis untuk dibudidayakan. Limbah cair tahu merupakan sisa dari produksi tahu yang dapat mencemari lingkungan, namun dapat dimanfaatkan menjadi POC yang bermanfaat untuk okra. PGPR merupakan sekolompok bakteri yang bermanfaat bagi tanaman, PGPR dapat dimanfaatkan untuk okra dengan cara perendaman benih okra. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi pemberian antara konsentrasi POC limbah tahu dan lama perendaman PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil okra. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cikarag Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut pada bulan Juni sampai Agustus 2023. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama adalah POC limbah tahu (T) yang terdiri dari t0 = control, t1 = 700 ml/liter, t2 = 800 ml/liter, t3 = 900 ml/liter. Faktor kedua lama perendaman PGPR (P) yang terdiri dari p0 = kontrol, p1 = 5 jam, p2 = 6 jam, p3 = 7 jam. Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi pemberian POC limbah tahu dan lama perendaman PGPR terhadap tinggi tanaman 49 HST, jumlah daun 49 HST, total buah/tanaman panen ke-2 dan total produksi buah/Plot panen ke-2. Interaksi terbaik terdapat pada taraf t3p3, dengan konsentrasi PGPR 900 ml/liter dan lama perendaman 7 jam. Pemberian konsentrasi POC limbah tahu terbaik yaitu pada taraf t3 dan perendaman dengan larutan PGPR terbaik pada taraf p3 yang memberikan rata-rata paling tinggi pada semua pengamatan. Kata kunci: limbah cair tahu, okra, perendaman, PGPR, pupuk organik cair
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI KITOSAN PADA MEDIA KULTUR JARINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KENTANG (Solanum tuberosum L.) Nurhasanah, Nurhasanah; Fajarfika, Resti; Nurdiana, Dadi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15844

Abstract

Chitosan recently has been used in plant growth enhancement, as a growth promoter by increasing nutrient uptake, chlorophyll content, and photosynthesis rate. Tissue culture is the propagation of plants vegetatively in a short time and quickly. The results of the effect of chitosan application on potato planlets need to be reviewed. This study focuses on the effects of chitosan on potato plantlets and aims to determine the optimal concentration for their growth. This study used the experimental method of complete randomized design (CRD) with analysis using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) method at a 5% level. There are 5 treatments namely, 0 mg/l, 5 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l and 20 mg/l and repeated 4 times. The results showed that chitosan significantly influenced the growth of potato plantlets. The best treatment was observed at a concentration of 20 mg/l, resulting in an average shoot emergence time was 5.25 days, a plantlet height was 8 cm, the number was leaves with 14 leaves, the number was roots 8.25 roots, and a root length of 8.5 cm.
Spatial Interpolation Menggunakan Geographic Information System Untuk Pemetaan Penyakit Jagung Di Kecamatan Wanaraja, Garut Santoso, Wirman; Fauzi, Aditia; Langkasani, Alfin; Swardana, Ardli; Fajarfika, Resti
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 1 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v9i1.3868

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai bahan pangan dan strategis untuk ditanam di berbagai daerah. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama setelah beras salah satu penyebab produksi jagung tidak stabil diakibatkan oleh organime pengganggu tanaman yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung karena menyebarkan penyakit seperti hawar daun, karat daun, dan bercak kuning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi sebaran spasial penyakit tanaman jagung di Kecamatan Wanaraja, Garut. Penelitian dilaksanakan di seluruh lahan pertanian di Kecamatan Wanaraja, Garut pada Maret – Juni 2023. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan analisis hasil menggunakan interpolasi secara spasial. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kecamatan Wanaraja terkena penyakit pada tanaman jagung yaitu hawar daun sebanyak 21,70%, karat daun 13,33% dan bercak kuning 23,13%, dari semua penyakit pada tanaman jagung tersebut masih tergolong ringan serta masih dapat dikendalikan oleh para petani.
Pengaruh Auksin terhadap Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabricius) serta Pertumbuhan dan Hasil Kentang Kultivar Granola: english Hakim, Arief Lukmanul; Mutakin, Jenal; Fajarfika, Resti
Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection) Vol. 3 No. 1 (2019): June 2019
Publisher : Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.3.1.26-33.2019

Abstract

This research was purposed to determine the best auxin concentration against cluster caterpillar attack (Spodoptera litura Fabricius.), growth, and yield of potato (Solanum tuberosum Linnaeus). The research was conducted in Cikeris Cikandang, Cikajang, Garut, with altitude 1.298 meters above sea level in January until April 2018. The method used in this research was experimental method, Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments of auxin (A = 0 ml/l, B = 1 ml/l, C = 2 ml/l, D = 3 ml/l and E = 4 ml/l) and 5 replications. The results of this research showed that the application of auxin did not affect the existence and attack of cluster caterpillar, but it affected the growth and yield of potato. The auxin concentration of 2 ml/l became the best concentration to plant height, tuber number, and tuber weight.
Rekomendasi Pengelolaan Hara Terpadu Berdasarkan Interpretasi Hasil Analisis Tanah Pertanian Di Kabupaten Garut Asfianti, Asti; Fajarfika, Resti; Sativa , Novriza
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 10 No 1 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v10i1.43342

Abstract

Agriculture in Garut Regency, as a center for food and horticultural production, faces challenges due to declining soil fertility resulting from fertilizer practices that are not yet fully based on site-specific conditions. This study aims to interpret soil analysis results to determine soil fertility status and develop site-specific integrated nutrient management recommendations to improve fertilizer efficiency and ensure the sustainability of agricultural systems. The research was conducted on agricultural land in Sukamaju Village (Cilawu Subdistrict) and Cikandang Village (Cikajang Subdistrict), Garut Regency. Soil samples were purposively collected from a depth of 0–30 cm during October 2025. Soil analyses included pH, organic carbon, P HCl 25%, K HCl 25%, CEC, and base saturation to support site-specific fertility assessment and nutrient management planning. Soil chemical analysis in Sukamaju Village (Cilawu Subdistrict) showed a pH of 8,2 and organic carbon content of 4.73%. The P₂O₅ HCl 25% value was recorded at 91,20 mg.100 g-1, K₂O HCl 25% at 52,15 mg.100 g-1, CEC at 41,30 cmol.kg-1, and base saturation at 63,12%, indicating a high soil fertility status. Meanwhile, soil analysis in Cikandang Village (Cikajang Subdistrict) revealed a pH of 7, soil organic carbon of 5,58%, P₂O₅ HCl 25% of 99,53 mg.100 g-1, K₂O HCl 25% of 52,15 mg.100 g-1, CEC of 47,85 cmol.kg-1, and base saturation of 25,16%, indicating a low fertility status. Fertility maintenance strategies are recommended for high status soils, while nutrient balance improvement particularly for base cations and potassium is advised for low fertility soils.