Viera Mayasari Sri Rengganis
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LITERASI PEMILIH PENYANDANG DISABILITAS: IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA DI KABUPATEN SLEMAN Viera Mayasari Sri Rengganis
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2019): PENATAKELOLAAN PEMILU DAN PEMILIHAN DI INDONESIA
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v1i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi pemilih Penyandang Disabilitas, hambatan yang terjadi dalam pembentukan literasi pemilih tersebut, serta merekomendasikan sebuah desain kebijakan untuk membangun literasi pemilih Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Fokus penelitian ini adalah program-program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang telah dilakukan oleh KPU Kabupaten Sleman, serta program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka membentuk literasi pemilih Penyandang Disabilitas. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan Komisioner KPU Kabupaten Sleman dan perwakilan dari organisasi Penyandang Disabilitas. Selain itu dilakukan observasi terhadap kegiatan Perencanaan dan Proses Pembangunan Desa yang melibatkan komunitas Penyandang Disabilitas. Kesimpulan dalam penelitian ini berkaitan dengan 4 (empat) hal, yaitu: (1) Jika dilihat dari dimensi yang lebih luas yaitu literasi politik, maka Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman belum memiliki literasi politik yang memadai; (2) Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman masih terbatas memiliki pengetahuan tentang pemilu (literasi pemilih); (3) Hambatan yang ditemui dalam pembentukan literasi pemilih Penyandang Disabilitas utamanya karena ada diskriminasi dari keluarga, masyarakat dan pemerintah; (4) Proses pembentukan literasi pemilih diperoleh dari sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilakukan KPU Kabupaten Sleman. Rekomendasi yang bisa ditawarkan adalah: (1) Menciptakan regulasi yang mengatur sosialisasi dan pendidikan pemilih yang isinya tidak hanya terkait pemilihan umum; (2) Melakukan pendidikan politik dengan melibatkan keluarga Penyandang Disabilitas; (3) Mengoptimalkan konsep-konsep sosialisasi dan pendidikan pemilih dengan melibatkan Penyandang Disabilitas sebagai agen yang aktif; (4) Mengoptimalkan peranan SIPARMAS (Sistem Informasi Partisipasi Masyarakat). Kata Kunci: literasi politik, literasi pemilih, sosialisasi dan pendidikan pemilih, Penyandang Disabilitas.
PROBLEMATIKA PARTISIPASI PEMILIH PENYANDANG DISABILITAS DALAM PEMILIHAN SERENTAK LANJUTAN 2020 Viera Mayasari Sri Rengganis; Hadi Ismail Sidiki; Fajar Saputra; Winengku Damarjati
Bahasa Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v3i1.355

Abstract

Sebuah aspek penting yang tidak cukup memperoleh perhatian para pengamat dan peneliti dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020 adalah partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Masih diperlukan upaya akademik yang sungguhsungguh untuk menjawab pertanyaan: problematika apa saja yang muncul dalam partisipasi pemilih penyandang disabilitas di Indonesia? Tulisan ini menjawab pertanyaan tersebut dengan mengambil lokasi penelitian di empat kabupaten, yaitu Sleman, Bantul, Bulungan, dan Kutai Kartanegara. Penelitian ini membahas strategi dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing kabupaten, serta problematika yang ditemui berkaitan dengan partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan Ketua dan Anggota KPU di masing-masing lokasi penelitian dan perwakilan organisasi penyandang disabilitas. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, regulasi, dan keputusan internal KPU. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat upaya pemenuhan hak politik bagi penyandang disabilitas pada 4 (empat) lokasi penelitian, dimulai dari pendataan sampai dengan penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mudah diakses. Selain itu, penyandang disabilitas telah berpartisipasi secara aktif dengan memilih pemimpin secara langsung. Namun masih terdapat permasalahan yang dapat diklasifikasikan kedalam empat hal yaitu (1) sosialisasi politik; (2) demand and support; (3) data penyandang disabilitas; dan (4) aksesibilitas.
LITERASI PEMILIH PENYANDANG DISABILITAS: IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA DI KABUPATEN SLEMAN Viera Mayasari Sri Rengganis
Bahasa Indonesia Vol 1 No 1 (2019): PENATAKELOLAAN PEMILU DAN PEMILIHAN DI INDONESIA
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v1i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi pemilih Penyandang Disabilitas, hambatan yang terjadi dalam pembentukan literasi pemilih tersebut, serta merekomendasikan sebuah desain kebijakan untuk membangun literasi pemilih Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Fokus penelitian ini adalah program-program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang telah dilakukan oleh KPU Kabupaten Sleman, serta program Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka membentuk literasi pemilih Penyandang Disabilitas. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan Komisioner KPU Kabupaten Sleman dan perwakilan dari organisasi Penyandang Disabilitas. Selain itu dilakukan observasi terhadap kegiatan Perencanaan dan Proses Pembangunan Desa yang melibatkan komunitas Penyandang Disabilitas. Kesimpulan dalam penelitian ini berkaitan dengan 4 (empat) hal, yaitu: (1) Jika dilihat dari dimensi yang lebih luas yaitu literasi politik, maka Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman belum memiliki literasi politik yang memadai; (2) Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sleman masih terbatas memiliki pengetahuan tentang pemilu (literasi pemilih); (3) Hambatan yang ditemui dalam pembentukan literasi pemilih Penyandang Disabilitas utamanya karena ada diskriminasi dari keluarga, masyarakat dan pemerintah; (4) Proses pembentukan literasi pemilih diperoleh dari sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilakukan KPU Kabupaten Sleman. Rekomendasi yang bisa ditawarkan adalah: (1) Menciptakan regulasi yang mengatur sosialisasi dan pendidikan pemilih yang isinya tidak hanya terkait pemilihan umum; (2) Melakukan pendidikan politik dengan melibatkan keluarga Penyandang Disabilitas; (3) Mengoptimalkan konsep-konsep sosialisasi dan pendidikan pemilih dengan melibatkan Penyandang Disabilitas sebagai agen yang aktif; (4) Mengoptimalkan peranan SIPARMAS (Sistem Informasi Partisipasi Masyarakat). Kata Kunci: literasi politik, literasi pemilih, sosialisasi dan pendidikan pemilih, Penyandang Disabilitas.
PROBLEMATIKA PARTISIPASI PEMILIH PENYANDANG DISABILITAS DALAM PEMILIHAN SERENTAK LANJUTAN 2020 Viera Mayasari Sri Rengganis; Hadi Ismail Sidiki; Fajar Saputra; Winengku Damarjati
Bahasa Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v3i1.355

Abstract

Sebuah aspek penting yang tidak cukup memperoleh perhatian para pengamat dan peneliti dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020 adalah partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Masih diperlukan upaya akademik yang sungguhsungguh untuk menjawab pertanyaan: problematika apa saja yang muncul dalam partisipasi pemilih penyandang disabilitas di Indonesia? Tulisan ini menjawab pertanyaan tersebut dengan mengambil lokasi penelitian di empat kabupaten, yaitu Sleman, Bantul, Bulungan, dan Kutai Kartanegara. Penelitian ini membahas strategi dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing kabupaten, serta problematika yang ditemui berkaitan dengan partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan Ketua dan Anggota KPU di masing-masing lokasi penelitian dan perwakilan organisasi penyandang disabilitas. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, regulasi, dan keputusan internal KPU. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat upaya pemenuhan hak politik bagi penyandang disabilitas pada 4 (empat) lokasi penelitian, dimulai dari pendataan sampai dengan penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mudah diakses. Selain itu, penyandang disabilitas telah berpartisipasi secara aktif dengan memilih pemimpin secara langsung. Namun masih terdapat permasalahan yang dapat diklasifikasikan kedalam empat hal yaitu (1) sosialisasi politik; (2) demand and support; (3) data penyandang disabilitas; dan (4) aksesibilitas.