Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Desa Busung Kabupaten Bintan Muhammad, Fachry; Melani, Winny Retna; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.5253

Abstract

Perairan Desa Busung merupakan muara yang memiliki berbagai jenis biota salah satunya yakni makrozoobentos. Makrozoobentos yang hidup di Perairan Desa Busung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencemaran bahan organik berdasarkan kondisi makrozoobentos melalui indeks AMBI (A Marine Biotic Index). Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022, dengan melihat perbedaan stasiun secara purposive yakni berdasarkan perbedaan aktivitas. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan transek garis dan menggunakan plot ukuran 1x1 m2. Pada setiap plot dilakukan penggalian sedalam 30 cm dan kemudian diidentifikasi jenis dan jumlah makrozoobentosnya, serta diambil sampel substratnya.  Dari hasil penelitian dijumpai sebanyak 12 spesies makrozoobentos yakni; Harpiosquilla sp., Alpheus sp., Macrophtalmus sp., Scylla sp., Uca sp., Anadara sp., Cerithium sp., Nerita sp., Polymesoda sp., Rhinoclavis sp., Corbicula sp., dan Gafrariun sp. Nilai kelimpahan makrozoobentos pada stasiun I mencapai 27,7 ind/m2, sedangkan pada stasiun II yakni sebesar 25,3 ind/m2, dan pada stasiun II sebesar 37,7 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di stasiun I lebih stabil dengan jumlah masing-masig individunya tergolong merata, sedangkan di stasiun II dan III sudah terjadi indikasi adanya dominansi jenis tertentu. Indeks AMBI pada stasiun I sebesar 2,06 pada stasiun II sebesar 2,44 dan pada stasiun III sebesar 2,5. Dari nilai indeks AMBI di semua stasiun menunjukkan terjadinya pencemaran bahan organik dengan skala kecil.
The Impact of Islamic-Based Positive Psychology on Decreasing Depressive Symptoms among Beneficiaries at PPSW Wanodyatama Muhammad, Fachry; Lestari, Rini
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High vulnerability to depression is experienced by beneficiaries at the Women's Social Service Center (PPSW) Wanodyatama. The depressive symptoms observed include reluctance to participate in activities, excessive feelings of guilt, pessimistic views about the future, and suicidal ideation. This study aims to examine the effectiveness of Islamic-based positive psychology in reducing depressive symptoms among beneficiaries at PPSW Wanodyatama. A quantitative experimental approach was employed using a one-group pretest–posttest design. The research sample consisted of 10 participants selected using purposive sampling who met the criteria for moderate to severe depression based on screening with the DASS-21 instrument. Depression scores were measured using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) before and after the intervention. The intervention was an Islamic-based positive psychology training program conducted over two days, comprising six sessions. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed no significant difference in depression scores between pretest and posttest (z = -0.204; p = 0.919; p > 0.05). This indicates that, statistically, Islamic-based positive psychology training was not effective in reducing depressive symptoms overall; however, descriptive analysis revealed a reduction in symptoms among some individuals. Factors such as cognitive load, low intrinsic motivation, and an unsupportive institutional environment are suspected to have influenced these results. This study implies that psychological intervention approaches need to be adapted to participants' conditions and environmental contexts to achieve optimal outcomes.