Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali seberapa baik pelatih dan atlet memahami aturan-aturan terbaru dalam olahraga pencak silat, dengan fokus khusus pada atlet yang terlibat dalam ajang POPNAS di Provinsi Jambi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya pembaruan regulasi oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjelang pelaksanaan POPNAS 2025, yang meliputi sistem penilaian elektronik, kategori usia, serta aturan teknis pertandingan. Perubahan ini menuntut kesiapan pelatih dan atlet dalam memahami dan menerapkan aturan secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahan saat bertanding. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling, yang melibatkan sebanyak 14 responden yaitu 4 orang pelatih dan 10 atlet. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen berupa kuesioner yang memakai skala Likert, dan instrumen ini sudah melalui pengujian validitas serta reliabilitas. Dari hasilnya, ternyata tingkat pemahaman para pelatih dan atlet soal peraturan baru itu masuk kategori sangat baik, dengan persentase keseluruhan yang lebih dari 80%. Pemahaman tertinggi terdapat pada indikator sikap terhadap peraturan baru, sedangkan indikator terendah pada aspek sosialisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatih dan atlet pencak silat Provinsi Jambi telah memahami dengan baik peraturan baru pencak silat, meskipun diperlukan peningkatan dalam penyebaran informasi dan pelatihan terkait regulasi terbaru.