Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemahaman Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika tentang Grup Berdasarkan Teori APOS Emy Artuti
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman mahasiswatentang grup ditinjau dari perbedaan jenis kelamin dan kemampuanmatematika dengan menggunakan analisis dekomposisi genetik berdasarkanteori APOS (Action, Process, Object and schema).Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang yang terdiri dari 2mahasiswa laki-laki dan 2 mahasiswa perempuan yang berkemampuan tinggidan rendah.. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperolehdari tes tertulis serta hasil wawancara yang lebih mendalam dankomprehensip terhadap 4 subjek penelitian mengenai pemahamannya tentanggrup menurut kerangka teori APOS.Selanjutnya data divalidasi sebelum dianalisis dengan menggunakananalisis dekomposisi genetik berdasarkan teori APOS. Selanjutnyapemahaman setiap subjek penelitian dipetakan ke salah satu level dari triadperkembangan skema . Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa laki-laki danmahasiswa perempuan dengan kemampuan tinggi masuk pada level trans(level 2). Mahasiswa laki-laki dengan kemampuan rendah masuk pada levelintra (level 0), sedangkan mahasiswa perempuan dengan kemampuan rendahhanya berada pada tahap aksi dan tidak masuk pada level manapun daritriad.
Penerapan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Emy Artuti; A’an Syahputra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v19i1.929

Abstract

Pemecahan masalah berhubungan erat dengan berpikir kritis, dimana untuk dapat belajar matematika melalui pemecahan masalah, siswajuga harus belajar bagaimana berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah problem-based learning dapat meningkatkan kemampuanberpikir kritis siswa.Penelitian ini dilaksanakan di SMPS Golden Christian School yangberlokasi di Jalan Pangrango no. 30 – 34, Palangka Raya, KalimantanTengah. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas VII tahun ajaran2017/2018. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata dantindakan yang diperoleh dari hasil observasi, catatan lapangan, angket, danhasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah PenelitianTindakan Kelas (PTK), karena PTK adalah penelitian yang dilakukan guru dikelasnya sendiri dengan cara: 1) merencakan, 2) melaksanakan, dan 3)merefleksikan tindakan. Penelitian ini hanya diadakan sebanyak 1 sikluskarena hasil yang diinginkan telah diperoleh pada siklus 1.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa aktivitas siswamasuk ke dalam kategori baik , sebanyak siswadinyatakan tuntas, sebanyak siswa memiliki kemampuanberpikir kritis yang meningkat, dan respon siswa positif . Hasiltersebut mengindikasikan seluruh indikator yang ditetapkan sebelumnyaterpenuhi. Hal ini berarti model pembelajaran problem-based learning dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Partisipasi Perempuan Dalam Pekerjaan Sektor Informal Di Kompleks Punton Palangka Raya Eriawaty; Emy Artuti
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community in Punton Complex, Pahandut District of Palangka Raya Municipality, is known as group of people who tend to work in informal sectors, including all family members from parents to children. Women’s involvement in informal sector occupations is further elaborated in this research, to be specific on reasons why they chose jobs in informal sectors. From the results of this research, it is found out that (1) Women’s participation in informal sector occupations in Punton Complex is relatively high, almost all housewives and female teenagers work in this sector. (2) Women work in informal sector in Punton Complex are motivated by unemployed husbands because of illnesses or other causes, low household income yet high outcome, as an activity during spare time, to earn money, and to gain experiences. (3) The type of informal sector occupations mostly performed by women in Punton Complex is trading, either trading groceries or being street vendors in the market area and shops in Palangka Raya Municipality.