Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Bhabinkamtibmas dalam Mencegah Tindak Pindana Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Wilayah Hukum Polres Tegal Oktania, Ziska
Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 2 (2017): February, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tetap munculnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Tegal, bahkan kasus-kasus curnamor dengan kerugian materiil yang besar. Upaya represif terhadap kasus curanmor tidak menyelesaikan permasalahan karena kerugian materiil yang diakibatkan tidak akan kembali kepada korban. Sehingga, upaya yang paling efektif adalah upaya preventif dan preemtif. Oleh karena itu, maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, upaya-upaya yang dilakukan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa peran Bhabinkamtibmas yang dianalisis Faktor yang menyebabkan terjadinya pencurian kendaraan bermotor adalah kurangnya kewaspadaan masyarakat, kalalaian masyarakat, dan faktor ekonomi yang mendorong pelaku melakukan curanmor. Peran yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polres Tegal dalam mencegah terjadinya curanmor dilakukan dengan kegiatan preemtif dan preventif yaitu dengan pembinaan dan penyuluhan. Terdapat faktor yang menghambat dan mendukung Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan tugasnya yaitu berupa faktor internal dan eksternal. Kesimpulan dalam penulisan skripsi ini adalah Kabupaten Tegal memiliki potensi curanmor yang tinggi dikarenakan lokasi yang dipadati oleh penduduk pendatang kemudian didukung oleh kelalaian pemilik kendaraan. Peran Bhabinkamtibmas telah dilakukan dengan baik, yaitu dengan kegiatan preemtif dan preventif guna mencegah terjadinya curanmor. Faktor internal yang mempengaruhi peranan Satuan Binmas yaitu kurangnya jumlah personiil, kurangnya anggaran, dan Kasat Binmas tidak membuat laporan untuk analisa dan evaluasi. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi adalah kurangnya kesadaran masyarakat, adanya masyarakat yang acuh tak acuh dan kurang adanya partisipasi masyarakat.
Analisis Klasifikasi Kecelakaan Lalu Lintas di Polresta Bogor Kota Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KKN) dan Naïve Bayes (NB) Oktania, Ziska; Prianggono, Jarot
Action Research Literate Vol. 9 No. 5 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i5.2961

Abstract

Kecelakaan lalu lintas di Kota Bogor terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan dan urbanisasi. Penelitian ini menganalisis serta mengklasifikasikan kecelakaan di wilayah Polresta Bogor Kota menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN) dan Naïve Bayes (NB) untuk mengidentifikasi pola berdasarkan lokasi, waktu kejadian, dan kondisi jalan. Hasilnya diharapkan menjadi dasar rekomendasi peningkatan keselamatan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode data mining untuk mengolah data kecelakaan yang dihimpun Polresta Bogor Kota. KNN dan NB dibandingkan dalam klasifikasi kecelakaan berdasarkan jenis, kondisi jalan, dan waktu kejadian, dengan evaluasi akurasi dan efektivitas model. Hasil menunjukkan KNN lebih unggul dengan akurasi di atas 91%. Kecelakaan ringan paling sering terjadi, sementara kecelakaan berat lebih banyak ditemukan pada Selasa dan Minggu, terutama di jalan utama seperti Jalan Provinsi dan Jalur Mudik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa KNN lebih efektif dibandingkan NB dalam klasifikasi kecelakaan. Studi lanjutan disarankan mengeksplorasi algoritma lain, seperti Random Forest atau XGBoost, serta memperkaya data dengan faktor tambahan, seperti penggunaan seatbelt dan kondisi lalu lintas, guna meningkatkan akurasi dan kedalaman analisis.