Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Student Empowerment to Improve Immune System in Classroom Teaching Preparation Rizki Muliani; Yani Marlina; Ika Kurnia Sukmawati; Kania Fajarwati; Yakobus L Sinaga; Reni Nurdianti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.009 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1725

Abstract

Along with the declining number of Covid-19 cases, in January 2021 the government has suggested classroom teaching for green zones. Activities at school will return to running as usual, namely by holding face-to-face learning. According to the head of the Hidayatullah Islamic Boarding School in Cilengkrang, so far there have been no cases of COVID-19 and all students are in good health. However, it was found that Islamic boarding schools do not yet have a clear flow related to health protocols, especially in dealing with classroom teaching, there are still many students who have not been vaccinated because they are worried about being vaccinated, and compliance with health protocols is starting to decrease because they think that Covid-19 cases are starting to decline and are still declining, lack of knowledge of students to improve the immune system one of them with herbal plants. The solutions given in overcoming the partner's problems are conducting counseling about students' readiness for classroom teaching, counseling about Covid-19 vaccination, counseling about tips to improve the immune system, and demonstrations on the use of herbal plants to improve the immune system. The method of implementing this community service activity is directly/offline which is carried out in Islamic boarding schools, the targets are students, teachers, and school employees who are invited to take part in community service activities. The result of this activity is the implementation of a series of counseling activities, simulations, and demonstrations attended by students, teachers, and school staff as planned. All participants in each activity can follow to the end with a conducive and enthusiastic.
Penyuluhan Kebiasaan Hidup Sehat Selama Masa Pandemi COVID-19 dan Pelatihan Pembuatan Sediaan untuk Mencuci Purwaniati Purwaniati; Denni Fransiska; Helena Marpaung; Emma Emawati; Kania Fajarwati
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2472.528 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v3i1.1583

Abstract

Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga kini. Hal ini “memaksa” seluruh masyarakat untuk menerapkan new normal dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker di area publik dan social distancing, menjadi keharusan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat berkenaan dengan new normal tersebut. Kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan produk untuk mencuci yang sangat diperlukan oleh setiap rumah tangga. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada bulan September-Oktober 2020 ini terdiri dari: sosialiasi, pretest, penyuluhan (edukasi) protokol kesehatan pandemi COVID-19, pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci, post-test dan penutupan. Pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci meliputi: pembuatan deterjen cair, pelembut pakaian dan sabun cuci tangan. Dengan pelatihan tersebut masyarakat secara individu atau berkelompok selanjutnya dapat memproduksi sendiri sediaan untuk mencuci untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Berdasarkan hasil pretest-post-test kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mitra. Masyarakat mitra juga sangat terbantu dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan di Desa Cintamulya Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Eki Pratidina; Eneng Daryanti; Nova Riani; Amida Sriwianti Sarbini; Kania Fajarwati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7609

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah bentuk dari proses pertumbuhan yang terhambat dan Merupakan masalaha gizi yang perlu mendapat perhatian serta menjadi salah satu Masalah utama kesehatam masyarakat di Indonesia. Jumlah kejadian stunting di Desa Cintamulya menurut polindes periode Bulan Februari 2021 sampai dengan bulan februari 2022 berjumlah 19 balita. Pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan. Sementara jumlah ibu hamil dalam periode yang sama berjumlah 24 ibu hamil yang menjadi sasaran atau objek dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Desa Cintamulya merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian tenggara wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung. Tujuan dilakukannya kegiatan pengmas ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting, sehingga ibu hamil mempunyai kesadaran untuk berperilaku pola hidup bersih dan sehat, sehingga ibu hamil sehat, melahirkan janin yang sehat dan selamat, terhindar dari kejadian stunting dalam melakukan tugas pertumbuhan dan perkembangannya difase kehidupan selanjutnya. Adapun materi yang disampaikan adalah  tentang stunting beserta pencegahan dan cara mengatasinya. Penyuluhan yang dilakukan menggunakan media lembar balik. Metode yang dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab. Evaluasi yang digunakan dengan cara pre and posttest one gruop. Hasil kegiatan pengmas menunjukkan bahwa Ibu hamil  sangat antusias menanggapi penyuluhan dan serangkaian kegiatan yang berikan ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang mereka sampaikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat yang cukup luar biasa  mampu meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman terhadap para responden, ditandai dengan peningkatan persentase pengetahuan ibu hamil antara pre dan nilai post test. Diharapkan ibu hamil ataupun masyarakat mampu menjaga kesehatannya secara optimal terutama dalam pemenuhan nutrisi gizi seimbang. Kata Kunci: Stunting, Kehamilan, Gizi, BalitaABSTRACK Stunting is a form of stunted growth process and is a nutritional problem that needs attention and is one of the main problems of public health in Indonesia. The number of stunting incidents in Cintamulya Village according to the Polindes for the period from February 2021 to February 2022 is 19 children under five years old. Prevention of stunting should start early in pregnancy. Meanwhile, the number of pregnant women in the same period amounted to 24 pregnant women who were the targets or objects of this community service activity. Cintamulya Village is a village located in the Jatinangor District, Sumedang Regency. The location is in the southeastern part of the sub-district area and is directly adjacent to Bandung Regency. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of pregnant women about stunting, so that pregnant women have awareness to behave in a clean and healthy lifestyle, so that pregnant women are healthy, give birth to healthy and safe fetuses, avoid stunting in carrying out their growth and development tasks in this phase. next life. The material presented was about stunting and its prevention and how to overcome it. Counseling is carried out using flipchart media. The method is done by lecture and question and answer. Evaluation is used by means of pre and posttest one group. The results of the community service activities showed that pregnant women were very enthusiastic in responding to the counseling and the series of activities that were provided were marked by the many questions they asked. This community service activity provides quite extraordinary benefits in increasing knowledge and providing experience to the respondents, marked by an increase in the mean value of the post test. It is expected that pregnant women or the community will be able to maintain optimal health, especially in fulfilling balanced nutrition. Keywords: Stunting, Pregnancy, Nutrition, Children Under Five Years Old
Combined Antidiabetic and Antidyslipidemic Activity of Ageratum conyzoides and Gynura procumbens in Alloxan-induced Diabetic Rats Yani Mulyani; Nazarul Mastura; Salsha Rosilopya; Aris Suhardiman; Kania Fajarwati; Entris Sutrisno
Majalah Obat Tradisional Vol 28, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.83785

Abstract

Unhealthy lifestyle habits greatly increase the risks of various degenerative illnesses, for example, diabetes mellitus as well as dyslipidemia. Recent studies have shown that the pharmaceutical drugs used for the treatment of these conditions have undesirable side effects. This indicates that it is necessary to find more effective and safe alternative treatment options, particularly in medicinal plants, such as Ageratum conyzoides and Gynura procumbens. Therefore, this research examined the combined antidiabetic and antidyslipidemic activity of Ageratum conyzoides and Gynura procumbens extracts in alloxan-induced diabetic rats. The insulin sensitivity of the test animals was assessed at the beginning of the experiment using the oral glucose tolerance test (OGTT) through the administration of 3 g/kgBW glucose. Pancreatic destruction was induced with the intraperitoneal injection of a single dose of 150 mg/kgBW alloxan, and the rats were treated with ethanol extract for 14 days. High-density lipoprotein cholesterol (HDL-C), Triglycerides (TG), total cholesterol (TC), and low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C) were measured using the enzymatic method. The results showed that the single extracts and their combination exhibited high antidiabetic and antidyslipidemic activity. This was indicated by a substantial reduction in fasting blood sugar, TG, TC, and LDL-C (p<0.05), and an insignificant increase in HDL-C. The activity of the combined extract was similar to the single extracts, but it was not better in decreasing TG levels. Based on these findings, 95% ethanol extract of Ageratum conyzoides, Gynura procumbens, and their combination exhibited high antidiabetic and antidyslipidemic activity in alloxan-induced rats.
PENILAIAN SIFAT ANTIOKSIDAN DAN STANDARISASI HERBA Centella asiatica L. Urb DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA BARAT Fajarwati, Kania; Budiana, Wempi; Kusriani, Herni; Mardiana, Neng Dian; Fakih, Taufik Muhammad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2520

Abstract

Herba pegagan (Centella asiatica L.Urb) merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan salah satunya adalah sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas diketahui terlibat dalam timbulnya berbagai penyakit. Senyawa yang terkandung dalam herba pegagan yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu tanin, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menentukan parameter standarisasi herba pegagan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kelima daerah herba pegagan (Centella asiatica L.Urb). Pada hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik hasil yang diperoleh telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian dipantau dan diuji aktivitaas antioksidannya secara kualitatif menggunakan kromatorafi lapis tipis dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) diperoleh rentang nilai IC50 67,61-89,32 μg/mL, dimana ekstrak yang paling aktif memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak pegagan dari daerah pangandaran dengan nilai 67,61 μg/mL dibandingkan terhadap pembanding asam askorbat dengan nilai 4,22 μg/mL. kelima ekstrak herba pegagan berpotensi sebagai antioksidan.
PENILAIAN SIFAT ANTIOKSIDAN DAN STANDARISASI HERBA Centella asiatica L. Urb DARI BERBAGAI DAERAH DI JAWA BARAT Fajarwati, Kania; Budiana, Wempi; Kusriani, Herni; Mardiana, Neng Dian; Fakih, Taufik Muhammad
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i2.2520

Abstract

Herba pegagan (Centella asiatica L.Urb) merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan salah satunya adalah sebagai antioksidan yang berperan dalam menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas diketahui terlibat dalam timbulnya berbagai penyakit. Senyawa yang terkandung dalam herba pegagan yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu tanin, flavonoid, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menentukan parameter standarisasi herba pegagan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kelima daerah herba pegagan (Centella asiatica L.Urb). Pada hasil standarisasi parameter spesifik dan non spesifik hasil yang diperoleh telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Farmakope Herbal Indonesia. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian dipantau dan diuji aktivitaas antioksidannya secara kualitatif menggunakan kromatorafi lapis tipis dan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrihidrazil) diperoleh rentang nilai IC50 67,61-89,32 μg/mL, dimana ekstrak yang paling aktif memiliki aktivitas antioksidan adalah ekstrak pegagan dari daerah pangandaran dengan nilai 67,61 μg/mL dibandingkan terhadap pembanding asam askorbat dengan nilai 4,22 μg/mL. kelima ekstrak herba pegagan berpotensi sebagai antioksidan.
PENETAPAN KADAR FENOL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN Syzygium samarangense (Blume) Merr. & Perry Dan Syzygium aqueum (Burm.f) Alston Fajarwati, Kania; Kusriani, R. Herni; Fauza, M. Reda
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.186

Abstract

Indonesia memiliki 40000 spesies tumbuhan dan diantaranya 9600 berkhasiat obat, tetapi hanya 300 yang telah digunakan sebagai obat tradisional. Syzygium aqueum (Burm.f) Alston dan Syzygium samarangense (Blume) Merr. & Perry merupakan tumbuhan berkhasiat antioksidan yang banyak ditemukan di Indonesia. Senyawa berkhasiat antioksidan diantaranya flavonoid dan fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan flavonoid dan fenol secara kuantitatif. Ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. KLT menggunakan fase diam silica gel GF254 dan fase gerak etil asetat-asam format-air (8:1:1). Penetapan kadar fenol dan flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang didapatkan randemen ekstrak sebesar 11.50% b/b untuk S.aqueum dan 9.96% b/b untuk S. samarangense. Dari hasil KLT terlihat adanya fenol dan flavonoid setelah disemprot penampak bercak spesifik FeCl3 1% dan sitroborat. Kadar fenol dan flavonoid total dari S. aqueum lebih tinggi dibandingkan S. samarangense sebesar 160 g GAE/100 g ekstrak dan 43.09 g QE/100 g ekstrak. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa memiliki kandungan fenol dan flavonoid terbanyak.
Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Pada Etnis Ende, Lio, Nataia, Dhawe Pulau Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur Fajarwati, Kania
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.510

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat di masyarakat pada Etnis Ende, Lio, Nataia, dan Dhawe telah dikenal sejak jaman dahulu kala. Saat ini pelestarian tanaman obat masih harus diperhatikan karena seiring perkembangan zaman ditakutkan pengetahuan mengenai penggunaan tanaman obat akan berkurang dan hilang. Penelitian kali ini dilakukan untuk menggali informasi pada masyarakat pada Etnis Ende, Lio, Nataia, Dhawe mengenai jenis tanaman, cara pengolahan, dan khasiat dari tanaman dalam pengobatan. Metode yang digunakan adalah menggunakan cara observasi kepada masyarakat etnis tersebut. Berdasarkan hasil yang di dapat terdapat 60 jenis tanaman dari keempat Etnis yang sering digunakan dalam pengobatan, ini terbagi atas 18 jenis tanaman yang sama dan 42 jenis tanaman yang berbeda. Adapun jenis penyakit yang sering memanfaatkan tanaman dalam pengobatan pada masyarakat adalah demam, panas dalam, keputihan, perut kembung, sakit perut, maag, pendarahan, hipertensi, hipotensi, luka bakar, anemia, terlambat haid, keseleo, nyeri haid, mata ikan, gigitan binatang, sakit gigi, sariawan, rheumatic, amandel, dan ambeien, dan cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah dengan cara direbus. Tanaman khas daerah yang banyak digunakan dalam pengobatan pada etnis tersebut diantaranya adalah Sterculia quadrifida (Faloak), Lannea Coromandelia (Kudo), Azadirachta Indica (Mimba).
PENILAIAN POTENSI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DISERTAI PENETAPAN KADAR KOMPONEN BIOAKTIF EKSTRAK DAUN DAN BUNGA Lavandula angustifolia Kania, Fajarwati; Asep, Roni
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2486

Abstract

Lavender (Lavandula angustifolia) dikenal luas sebagai tanaman aromatik yang memiliki berbagai khasiat farmakologis, terutama sebagai antioksidan, antibakteri, dan agen pencerah kulit alami. Seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk perawatan kulit berbahan dasar alami, lavender memiliki komponen utama yaitu linalool asetat, senyawa yang berfungsi untuk membantu relaksasi sistem saraf serta melemaskan otot-otot yang tegang, dan flavonoid yang terbukti mampu menangkal radikal bebas, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, serta menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin. Radikal bebas diketahui sebagai pemicu stres oksidatif yang merusak sel kulit dan mempercepat penuaan dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan antioksidan sampel menggunakan dua pendekatan, yaitu metode DPPH dan metode CUPRAC juga menetapkan kandungan senyawa aktif sampel dan menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode KHM dan KBM. Hasil yang didapatkan dari aktivitas antioksidan tertinggi dengan metode DPPH dan CUPRAC terdapat pada ekstrak n-Heksan daun sebesar 18,39 ± 0,01 dan 29,75 ± 0,02 dengan kadar flavonoid total tertinggi sebesar 6,52 ± 0,03 dan kadar fenolat total sebesar 11,51 ± 0,05. Aktivitas antibakteri paling signifikan diamati pada ekstrak metanol bunga lavender, dengan diameter zona hambat terhadap Escherichia coli sebesar 12,61 mm dan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 14,00 mm pada konsentrasi 10%.
Edukasi Penyakit Disminore, DAGUSIBU, dan Pelatihan Pembuatan Produk Minuman untuk Penanganan Disminore Saputro, M. Ramadhan; Pratama, Reza; Selifiana, Nita; Fajarwati, Kania; Nurfazri, Aulia; Andriansyah, Ivan
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1162

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Bhakti Kencana Cileunyi, Kabupaten Bandung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai edukasi penyakit dismenore dan pengelolaan obat melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar). Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai alternatif penanganan nyeri haid secara alami. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yaitu penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi dan diskusi kelompok, serta pelatihan praktik pembuatan produk minuman herbal yang meliputi proses pembuatan simplisia, penimbangan, pengemasan, dan penyeduhan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 86 menjadi 99,67, menandakan bahwa kegiatan edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan produk secara lebih efektif, efisien, dan berkualitas. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi kesehatan masyarakat serta pemanfaatan tanaman herbal sebagai solusi alami yang aman dan mudah diterapkan.