Retjelina, Dorkas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius Retjelina, Dorkas; Ferryanto, David
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Logia
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i1.159

Abstract

Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kini. Seorang Gembala bertanggung jawab untuk menjalankan fungsinya sebagai gembala yang menggembalakan jemaat Tuhan. Itu sebabnya sebagai seorang gembala membutuhkan prinsip-prinsip yang baik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya dalam pelayanan penggembalaannya. Beberapa artikel sudah menuliskan tentang prinsip-prinsip penggembalaan, namun penekanan mengenai prinsip-prinsip penggembalaan Yesus di dalam Injil Matius kurang ditonjolkan. Melalui metode penelitian kualitatif studi pustaka dengan fokus pada pemahaman teks Alkitab, artikel ini akan menjelaskan bahwa prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius merupakan hal yang sangat penting.  Itu sebabnya untuk mendapatkan gambaran yang jelas, penelitian ini berfokus pada interpretasi teks atau makna teks yang berkaitan dengan prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dan untuk selanjutnya dapat diaplikasikan bagi pelayanan penggembalaan masa kini. Untuk mencapai pembuktiannya, maka pada bagian pertama akan memaparkan pengertian tentang penggembalaan. Bagian kedua mengekspos ayat-ayat Alkitab guna mendapatkan prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius. Bagian ketiga menunjukkan pentingnya prinsip-prinsip penggembalaan bagi pelayanan penggembalaan masa kini.Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kini. Seorang Gembala bertanggung jawab untuk menjalankan fungsinya sebagai gembala yang menggembalakan jemaat Tuhan. Itu sebabnya sebagai seorang gembala membutuhkan prinsip-prinsip yang baik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya dalam pelayanan penggembalaannya. Beberapa artikel sudah menuliskan tentang prinsip-prinsip penggembalaan, namun penekanan mengenai prinsip-prinsip penggembalaan Yesus di dalam Injil Matius kurang ditonjolkan. Melalui metode penelitian kualitatif studi pustaka dengan fokus pada pemahaman teks Alkitab, artikel ini akan menjelaskan bahwa prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius merupakan hal yang sangat penting.  Itu sebabnya untuk mendapatkan gambaran yang jelas, penelitian ini berfokus pada interpretasi teks atau makna teks yang berkaitan dengan prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dan untuk selanjutnya dapat diaplikasikan bagi pelayanan penggembalaan masa kini. Untuk mencapai pembuktiannya, maka pada bagian pertama akan memaparkan pengertian tentang penggembalaan. Bagian kedua mengekspos ayat-ayat Alkitab guna mendapatkan prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius. Bagian ketiga menunjukkan pentingnya prinsip-prinsip penggembalaan bagi pelayanan penggembalaan masa kini.
Disiplin Hidup Sederhana: Karakteristik Hamba Tuhan Pentakosta Sari, Sinta Kumala; Retjelina, Dorkas
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i1.116

Abstract

Disiplin hidup sederhana merupakan karakteristik hamba Tuhan pentakosta.  Hidup sederhana berbeda dengan kemiskinan, hidup sederhana berbeda dengan asketisme, hidup sederhana juga berbeda dengan hidup kaya.  Hidup sederhana tidak menolak harta benda tetapi hidup hidup sederhana dapat menempatkan harta benda sesuai dengan maksud dan tujuannya.  Disiplin hidup sederhana telah menjadi gaya hidup dari jemaat mula-mula dan para rasul yang menjadi teladan bagi hamba Tuhan pentakosta.  Tujuan artikel ini adalah agar setiap hamba Tuhan memiliki gaya hidup sederhana yang menunjukkan karakteristik seorang hamba Tuhan Pentakosta.  Melalui metode penelitian kualitatif studi pustaka, tulisan ini akan menjelaskan pemahaman yang benar tentang disiplin hidup sederhana merupakan pengajaran yang sangat penting.  Itu sebabnya penelitian ini akan berfokus pada ayat-ayat tertentu dalam Alkitab baik secara tersurat maupun tersirat yang di dalamnya memberikan pemahaman tentang pola hidup sederhana.  Untuk mencapai pembuktiannya, maka pada bagian pertama tulisan ini diawali dengan pemaparan mengenai contoh-contoh kasus gaya hidup hedonisme, konsumerisme dan materialisme. Bagian kedua mengeksposisi ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan tentang disiplin hidup sederhana.  Bagian ketiga menunjukkan pentingnya disiplin hidup sederhana.Kata-kata kunci: Hidup sederhana, hamba Tuhan, Pentakosta
Perintah Kelima: Suatu Prinsip yang Menandai Kehidupan Orang Percaya Retjelina, Dorkas
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v2i2.58

Abstract

The purpose of this article is for every believer to understand and carry out the commandments to obey and respect their parents. There are many cases where children disobey their parents and lead to conflicts. They sued their parents to court and someone had the heart to kill their parents. Why is that? Don't they know the timeless principle of honoring parents? Several articles have written about obedience and respect for parents, but the emphasis on obedience and respect for people who are worthy of being called parents and the broader consequences of obedient and respectful behavior is not emphasized. Through qualitative research methods of biblical studies, this paper will explain that the correct understanding of the fifth commandment in Deuteronomy 5 verse 16 is very important teaching. That is why this research focuses on Deuteronomy chapter 5 about the giving of the Ten Words and specifically on verse 16 which talks about honoring parents. To achieve the proof, the first part will describe cases of disobedience of children to parents that lead to conflicts. The second part exegesizes Deuteronomy chapter 5 verse 16. The third part shows the importance of respecting parents.