This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Aplikasi Penjadwalan Dinamis Menggunakan Kombinasi Metode Rolling Time Window dan Algoritma Genetika Di PT Logam Bima Cucu Wahyudin; Agus Purwanto
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 3 No 2 (2004): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol3no2.239

Abstract

Dalam situasi persaingan pasar global yang sangat ketat sekarang ini, dimana pasar menetapkan harga serta konsumen hanya membeli produk pada saat dibutuhkan, sehingga perusahaan harus membuat produk mengikuti keinginan konsumen, oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan hal-hal yang akan terjadi. Misalnya pemborosan yang timbul karena adanya keterlambatan. Logam Bima merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri logam.Perusahaan mempunyai komitmen untuk memperhatikan ketepatan waktu dalampenyerahan produk kepada konsumen, sehingga dapat menjaga kepercayaan dan mengantisipasi persaingan usaha yang semakin ketat. Jadwal produksi ideal menurut PT. Logam Bima adalah semua pekerjaan selesai tepat pada batas akhir waktu penyerahan (due-date). Penyelesaian pekerjaan yang terlalu cepat atau terlalu lambat akan mengakibatkan biaya tambahan bagi perusahaan. Selain itu tidak terkendalinya proses yang terjadi dilantai pabrik menyebabkan penyelesaian pekerjaan menjadi tidak tepat waktu, sehingga akan berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan konsumen kepada perusahaan. Oleh karena itu perusahaan berusaha merencanakan dan menjadwalkan produksi dengan baik untuk meminimasi total biaya produksi.
Perancangan Model Multimedia Perakitan Distributor Valve pada Sistem Pengereman Kereta Api dengan Menggunakan CAD dan 3DS MAX Di PT X Cucu Wahyudin; Ria Komaria
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 5 No 1 (2006): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol5no1.252

Abstract

Departemen Yi di PT X menggunakan sejumlah alat peraga sebagai alat bantu komunikasi dalam kegiatan presentasi dan kegiatan pengembangan. Kegiatan presentasi bertujuan untuk mengenalkan sistem pengereman kereta api, dari mulai bentuk, cara kerja, penggunaan, perawatan, sampai dengan trouble shooting, dan hal lain yang dianggap perlu. Kegiatan presentasi tersebut dilakukan untuk kepentingan marketing dan untuk kepentingan pelatihan baik untuk kalangan konsumen, maupun tamu undangan yang memiliki kepentingan yang sama. Sementara itu, untuk kepentingan pengembangan, model atau alat peraga tersebut digunakan untuk mempelajari produk tanpa harus marusak produk. Alat peraga atau model yang digunakan di perusahaan saat ini termasuk kedalam model statis yang berupa foto produk, gambar produk, gambar teknik, Lembar Urutan Proses / Lembar Urutan Kerja, gambar perakitan dan sofiware gif animator. Model-model tersebut diperjelas dengan melakukan demonstrasi cara kerja produk dilantai pabrik.
Penjadwalan Pemetikan Teh dengan Model Programa Dinamis yang Mempertimbangkan Kualitas Pucuk: Studi Kasus Di PPTK Gambung, Ciwidey Cucu Wahyudin; Yudhi Sodikin Ma'ruf
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 5 No 2 (2006): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol5no2.257

Abstract

Penerapan aturan gilir petik di PPTK Gambung berlaku untuk semua blok yaitu berkisar antara 9-10 hari sekali. Hal ini menjadi salah satu sebab sering tidak terpenuhinya rencana produksi baik dari aspek kuantitas maupun kualitas teh, karena perbedaan ketinggian tempat dan umur pangkas diantara blok-blok kebun tersebut, menyebabkan kecepatan pertumbuhan pucuk teh juga berbeda-beda. Oleh karenanya diperlukan aturan gilir petik yang sesuai dengan pertumbuhan pucuk teh. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyusun jadwal pemetikan yang dapat meminimalkan biaya pemetikan teh. Optimasi penjadwalan ini dilakukan dengan cara pemilihan blok pemetikan secara tepat, sesuai pola penurunan kualitas pucuk. Dua tahap pemecahan masalah diperlukan untuk memecahkan masalah di atas. Tahap pertama adalah pencarian pola penurunan kualitas pucuk yang sesuai ketinggian tempat dan umur pangkas masing-masing kelompok blok kebun. Selanjutnya pola penurunan kualitas pucuk tersebut digunakan untuk menentukan biaya penurunan kualitas pucuk teh, dan biaya akibat tersisanya pucuk teh di kebun, yang merupakan komponen dari total biaya pemetikan selain biaya langsung pemetikan. Tahap yang kedua adalah menyusun model penjadwalan pemetikan yang dapat meminimalkan total biaya pemetikan dan penurunan kualitas pucuk teh. Formulasi matematik yang dipakai adalah programa dinamis, model ini merupakan modifikasi dari model persediaan produksi dinamis.
Pengembangan Algoritma Penjadwalan Preventive Maintenance dengan Menggunakan Metoda Nippon-Denso dan Analytic Hierarchy Process di PT. Pupuk Kujang I B Cucu Wahyudin
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 1 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol8no1.298

Abstract

Sejak tahun 2006 kebutuhan pupuk di Indonesia khususnya di daerah Jawa Barat sebesar 700.500 ton harus dipenuhi oleh PT. Pupuk Kujang Cikampek (Persero), sementara kapasitas produksi hanya sebesar 1.725 ton/hari atau 570.000 ton/tahun. Untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan pasokan pupuk tersebut, kemudian PT. Pupuk Kujang Cikampek (Persero) mendirikan Kujang IB. Saat ini, Kujang 1B (Dinas Perencanaan dan Pemeliharaan) dalam menjalankan sistem perawatan mesin sudah cukup baik, yaitu dengan melakukan jadwal Preventive Maintenance secara rutin untuk setiap mesinnya selama 4 bulan sekali. Orang-orang yang merawat mesin sudah memiliki pengetahuan yang memadai tentang mesin tersebut dan memiliki pengalaman yang tinggi (jam terbangnya banyak). Walaupundemikian, masih terdapat jumlah down time yang tinggi, yaitu untuk pabrik utility dengan penggerak item turbin 494 jam, motor 941 jam dan pompa 1059 jam. Pabrik Cosorb dengan item penggerak pompa 1710 jam dan compressor 1003 jam. Pabrik Ammonia dengan item penggerak turbin 644 jam, motor 1465 jam, compressor 358 jam dan pompa 442 jam. Pabrik Urea dengan item penggerak motor 3415 jam dan pompa 431 jam. Jumlah down time tersebut menunjukkan indikasi bahwa performansi dari kegiatan perawatan yang sudah berjalan saat ini kurang memuaskan. Metoda Nippon Denso diduga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan nilai performansi sistem perawatan.
Aplikasi Sistem Manufaktur Berbasis Web pada Industri Kecil Logam Pembuat Komponen: Studi Kasus di PT Nusa Integral Bandung Cucu Wahyudin
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 8 No 2 (2009): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol8no2.314

Abstract

Pada saat ini cara berkomunikasi industri kecil menengah (IKM) dengan konsumen, umumnya masih bersifat face to face, artinya jika konsumen ingin mengetahui informasi perusahaan dan produk yang dihasilkan perusahaan secara lebih lengkap, konsumen harus mengunjungi perusahaan, atau dari pihak perusahaan melakukan pengenalan terhadap konsumen dengan cara presentasi. Hal ini mengakibatkan konsumen mengalami kesulitan memantau pesanan, memerlukan waktu yang lama untuk menentukan suatu keputusan jika konsumen ingin melakukan pemesanan produk kepada IKM. Penelitian ini berusaha merancang suatu website bagi IKM, sehingga diharapkan akan memudahkan konsumen untuk memesan produk dengan cepat, memudahkan dalam memantau pesanannya serta memudahkan perusahaan untuk mengenalkan produk- produk yang diproduksinya.
Perancangan Alat Bantu Proses Penyortiran Alumina Ball Pada Mesin Ball Mill Departemen Body Preparation Cucu Wahyudin; Ikhsan Maulana
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 11 No 1 (2012): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol11no1.334

Abstract

XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yangmemproduksi keramik. Penelitian ini dilakukan di departemen body preparation, tempat terjadinya proses penyortiran alumina bal Alumina ball adalah sebuah batuan yang digunakan untuk proses penggilingan bahan baku utama di mesin ball mill. Hasil pengamatan di lantai produksi, menunjukan bahwa kegiatan penyortiran alumina ball masih dilakukan secara manual dan merupakan kegiatan yang rutin. Proses penyortiran alumina ball yang umumnya berlangsung lamban menyebabkan berbagai keluhan operator, seperti timbulnya rasa pegal-pegal dan nyeri atau sakit pada bagian punggung, kaki, leher, dan kaki. Kegiatan penyortiran secara manual menghasilkan 2 ton alumina ball tersortir per hari, hanya 26 dari yang seharusnya disortir, dengan melibatkan empat orang operator. Oleh karenanya, perbaikan sistem kerja perlu segera dilakukan, diantaranya dengan merancang alat saringan yang dapat mempermudah, mempercepat dan memperbaiki posisi kerja operator sehingga selama bekerja memiliki rasa rasa nyaman dengan hasil sortiran yang lebih banyak. Proses perancangan alat saringan pada penelitian ini menggunakan metode Ouality Function Deplovment (OFD) yang dikombinasikan dengan pendekatan engineering design yang banyak digunakan pada proses perancangan mesin.
Aplikasi Model Perencanaan Pemotongan (Cut Order Planning) pada Industri Garment Gianti Puspawardhani; Moro Sujatmiko; Cucu Wahyudin; Ade Sri M; T. M. A Ari Samadhi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 1 No 1 (2002): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol1no1.167

Abstract

Perencanaan pemotongan kain merupakan kegiatan penting pada suatu industri pakaian/garment, sebelum proses pemotongan dan proses manufaktur dilakukan. Masalah dalam perencanaan pemotongan kain pada industri garment adalah penempatan pola/pattern bagian-bagian pakaian pada selembar kain (bahan) yang dapat memaksimalkan luas areal kain yang terpakai dengan biaya pemotongan yang minimal. Perencanaan pemotongan bahan (cut order planning) merupakan masalah yang kompleks karena ukuran, style dan due date pakaian yang dipesan konsumen sangat bervariasi. Faktor maksimisasi luas areal kain yang terpakai dan minimisasi biaya pemotongan kain pada suatu industri garment, oleh karenanya penelitian yang melibatkan kedua faktor ini sangan diperlukan. Penelitian ini menggabungkan metode penempatan trim Grienda dan Daniels (1999) dengan metode minimisasi biaya pemotongan kain melalui kombinasi ukuran pola/pattern pada suatu seksi (Jacobs et al, 1998). Pengujian terhadap model yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan data real dari suatu industri garment di Bandung.
Penerapan Metode Six Sigma pada IKM Manufaktur Industri Pendukung (Supporting Industry) untuk Meminimalkan Jumlah Produk Cacat Cucu Wahyudin; Agung Apriliandi
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol20no2.208

Abstract

Supporting industry is industries that make goods and services, sell to the free market, or to other industries to support their final products with greater value. With characteristics being business to business, the efficiency of the production process is the key. An efficient production process can minimize defects so that production costs can be minimized. This research is an application of the six sigma method in supporting industries that produce educational aids. Was conducted in a company with a defect rate of up to 8,10%, named combination mirror products with a sigma value is 3,71. Process improvement by implementing the DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control). At the define stage, the dominant defect is the Shrink Mark defect, which is 31% of all types of product defects. The cause of defect is the absence of parameter setting values ​​that are used consistently on the injection molding machine. Through experiments, this research determines the parameter setting values ​​that can minimize shrink mark type defects. The selected parameter setting factors are Cooling Time and Holding Pressure with a value of 20 seconds and Holding Pressure of 105 MPa. The reject rate of the combination mirror product was successfully minimized and the sigma value increased to 4.13.