Ayasha, Nadine
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A COMPARISON OF RAINFALL ESTIMATION USING HIMAWARI-8 SATELLITE DATA IN DIFFERENT INDONESIAN TOPOGRAPHIES Ayasha, Nadine
International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space of Indonesia (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.ijreses.2020.v17.a3441

Abstract

The Himawari-8 satellite can be used to derive precipitation data for rainfall estimation. This study aims to test several methods for suchestimation employing the Himawari-8 satellite. The methods are compared in three regions with different topographies, namely Bukittinggi, Pontianak and Ambon. The rainfall estimation methods that are tested are auto estimator, IMSRA, non-linear relation and non-linear inversion approaches. Based on the determination of the statistical verification(RMSE, standard deviation and correlation coefficient) of the amount of rainfall, the best method in Bukittinggi and Pontianak was shown to be IMSRA, while for the Ambon region was the non-linear relations. The best methods from each research area were mapped using the Google Maps Application Programming Interface (API).
KAJIAN KONDISI ATMOSFER TERKAIT BANJIR DAN LONGSOR DI MALANG (STUDI KASUS : 17 OKTOBER 2022) Ayasha, Nadine
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 7 No. 2 (2023): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v7i2.3134

Abstract

Pada tanggal 18 Oktober 2022, banjir dan tanah longsor terjadi di Malang. Fenomena ini terjadi karena hujan ekstrem yang terjadi pada hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 17 Oktober 2022. Akibatnya, 8 kecamatan terdampak oleh fenomena ini, yaitu Kecamatan Tirtoyudo, Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak dan Donomulyo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya hujan ekstrem yang terjadi di Malang menggunakan data reanalisis ERA-5 (relative humidity lapisan 850 dan 700 mb, pola angin lapisan 3000 ft, vertical velocity dan total precipitation) dan data NOAA (Anomali Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Outgoing Longwave Radiation (OLR)). Kemudian, data reanalisis tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelembapan udara pada lapisan 850 dan 700 mb basah dan lembap yang berkisar antara 80-95%. Selain itu, pola angin 3000 ft menunjukan bahwa terdapat sirkulasi siklonik dan konvergensi pada pukul 06.00 UTC. Nilai vertical velocity negatif terjadi di 8 kecamatan dan berkisar antara -0.5 – (-0.1) Pa/s, dimana hal ini mengindikasikan gerakan massa udara yang bergerak menuju atmosfer. Selanjutnya, anomali SST berkisar antara 0.2 – 0.60C dan menunjukan adanya peningkatan temperatur dari normalnya. Sementara itu, hasil data OLR berkisar antara 160-170 W/m2 dan mengindikasikan adanya tutupan awan konvektif yang luas di Malang selama hujan ekstrem terjadi. Seluruh hasil tersebut di atas mendukung pertumbuhan awan konvektif yang menyebabkan terjadinya hujan ekstrem di Malang. Namun, hasil analisis total rainfall tidak mampu untuk menangkap kejadian hujan ekstrem tersebut.