Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN PERSONAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia; Augustine, Michelle; Carolina, Alexandra
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 4 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i4.32939

Abstract

Goodstat projects that by 2026, around 81.82% of Indonesia's population will have a social media account. This percentage has doubled compared to the figure in 2017. Apart from that, the data also reflects that the average age of social media users in Indonesia is over 18 years. By referring to this information, it can be concluded that the majority of social media users are generation Z, namely the group of individuals born between 1995-2010, which is also known as the digital native generation. Generation Z will have a very important role in the future development of society, especially as the next generation in Indonesia. In a competitive era like now, the number of individuals with similar skills is increasing. Therefore, it is important to build personal branding to introduce one's skills so that they stand out from others. The development of personal branding can improve a person's self-image based on their skills and reputation. Therefore, the solution to the problem above is exposure to the younger generation, in this case Santo Yakobus High School students, regarding learning and developing personal branding on social media. PKM is carried out using the seminar method. This method is applied as the most effective form of presenting personal branding in which discussions can be held with students, and ends with suggestions and evaluation. The mandatory output of this research is the proceedings at a scientific meeting, while the additional output is the recording of IPR. The PKM activities were carried out smoothly and the students enthusiastically asked questions. The PKM team also carried out measurements before and after the activities to determine the effectiveness of the material provided. The measurement results show an increase in PKM activity participants, students, in terms of personal branding, especially on social media. ABSTRAK Data yang diperoleh dari Goodstat menuliskan bahwa pada tahun 2026, 81,82% orang Indonesia akan memiliki akun media sosial. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan angka pada tahun 2017. Data juga menunjukkan bahwa pengguna media sosial Indonesia rata-rata di atas 18 tahun. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa generasi Z, yang juga dikenal sebagai generasi digital native yang lahir antara tahun 1995 dan 2010, adalah mayoritas pengguna media sosial. Generasi Z akan memainkan peran yang signifikan dalam pembangunan masyarakat di masa depan, terutama sebagai generasi penerus di Indonesia. Dalam era yang kompetitif seperti sekarang, jumlah individu dengan keterampilan yang serupa semakin meningkat. Maka dari itu penting untuk membangun personal branding guna memperkenalkan keterampilan seseorang agar lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain. Pengembangan personal branding tersebut mampu dapat meningkatkan citra diri seseorang berdasarkan keterampilan dan reputasi yang dimilikinya. Maka dari itu, solusi dari permasalahan di atas adalah pemaparan terhadap generasi muda, dalam hal ini siswa SMA Santo Yakobus, terkait pembelajaran dan pengembangan personal branding di media sosial. PKM dilaksanakan dengan metode seminar. Metode ini diaplikasikan sebagai bentuk yang paling efektif dalam pemaparan personal branding di mana di dalamnya dapat dilakukan diskusi dengan siswa, serta diakhiri dengan saran dan evaluasi. Luaran wajib dari penelitian ini adalah prosiding dalam temu ilmiah, sedangkan luaran tambahannya adalah pencatatan HKI. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan lancar dan para siswa antusias bertanya, tim PKM juga melakukan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui efektivitas dari materi yang diberikan. Hasil pengukuran menunjukkan adanya
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA GENERASI Z Irena, Lydia; Augustine, Michelle
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37244

Abstract

Today’s global environmental challenges call for a fundamental shift in mindset and behavior toward more sustainable patterns of consumption and production. The Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 12, emphasize the importance of responsible consumption and production as the foundation of sustainable development. In this context, the younger generation—especially Generation Z—holds a strategic role as agents of change, particularly through their influence in digital spaces. This Community Service Program (Program Pengabdian kepada Masyarakat or PKM) is designed to equip Generation Z with the knowledge and skills necessary for responsible environmental communication, as part of efforts to achieve SDG 12. This program is grounded in environmental communication theory, which views communication as a vital tool in fostering awareness, critical attitudes, and collective action toward ecological issues. Through an educational approach combining seminars and workshops, participants are encouraged to understand current environmental challenges and to develop message strategies that promote behavioral change regarding consumption. Seminars serve as Platforms for delivering material and facilitating discussion, while workshops provide participatory spaces for developing media-based communication initiatives. This PKM represents an academic contribution to fostering sustainable environmental awareness among young people through a transformative communication approach, aligned with global sustainable development objectives. After the implementation of the interactive seminar and workshop, there was a significant increase in the understanding of the participants. Overall, the average increase in participants' insight rose from 3.6 to 4.6. These results reflect the effectiveness of interactive learning methods that are relevant to the characteristics of generation Z in improving environmental literacy communicatively Permasalahan lingkungan hidup global saat ini menuntut adanya perubahan pola pikir dan perilaku terhadap konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan. Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-12 menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, generasi muda—khususnya Generasi Z—memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, terutama melalui pengaruh mereka di ruang digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk membekali generasi Z dengan pemahaman dan keterampilan dalam komunikasi lingkungan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mencapai SDG ke-12. Kegiatan ini mengacu pada teori komunikasi lingkungan yang memandang komunikasi sebagai instrumen penting dalam membangun kesadaran, sikap kritis, dan tindakan kolektif terhadap isu-isu ekologi. Melalui pendekatan edukatif berbasis seminar dan lokakarya, peserta diajak untuk mengenali tantangan lingkungan masa kini serta bagaimana membingkai pesan yang mampu mendorong perubahan perilaku konsumtif. Seminar digunakan sebagai wadah penyampaian materi dan diskusi, sedangkan lokakarya berfungsi sebagai ruang partisipatif untuk mengembangkan inisiatif komunikasi berbasis media. PKM ini merupakan bentuk kontribusi akademik dalam membentuk kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di kalangan generasi muda melalui pendekatan komunikasi yang transformatif, sejalan dengan tujuan global pembangunan berkelanjutan. Setelah pelaksanaan seminar dan lokakarya interaktif  terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman para peserta. Secara keseluruhan, rerata peningkatan wawasan peserta naik dari 3,6 menjadi 4,6. Hasil ini mencerminkan efektivitas metode pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi Z dalam meningkatkan literasi lingkungan secara komunikatif.
Analisis Regresi E-WOM oleh Affiliator TikTok terhadap Purchase Intention Alamii Food Augustine, Michelle; Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.37201

Abstract

TikTok has solidified its position as a leading social media platform, boasting 184.95 million active users in Indonesia. Its TikTok Affiliate feature enables creators to promote products via videos with yellow shopping carts, generating Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) that influences consumer purchase decisions. This study employs the Theory of Reasoned Action (TRA) and Information Adoption Model (IAM) to examine how E-WOM from TikTok affiliator affects purchase intention for Alamii Food products. Using a quantitative approach, data were collected through surveys from 130 respondents exposed to affiliate content and analyzed with Partial Least Square (SmartPLS). The results demonstrate a significant positive influence of E-WOM on purchase intention (T-statistic = 26.657, p-value = 0.000), with E-WOM explaining 69.0% of the variance in purchase intention (R-Square = 0.690) and the model showing strong predictive power (Q-Square = 0.415). The findings confirm that proactive collaboration with affiliates through product seeding effectively builds E-WOM that enhances purchase intention. Therefore, businesses are advised to actively partner with TikTok affiliator to optimize their digital marketing communication strategies. TikTok telah berkembang menjadi platform media sosial terbesar kelima di dunia, dengan 184,95 juta pengguna aktif di Indonesia. Fitur TikTok Affiliate memungkinkan kreator mempromosikan produk melalui video berkeranjang kuning, membentuk Electronic Word-of-Mouth (E-WOM) yang berpotensi memengaruhi minat beli audiens. Penelitian ini menggunakan Theory of Reasoned Action (TRA) dan Information Adoption Model (IAM) untuk memahami bagaimana sikap, norma subjektif, serta kualitas dan kredibilitas informasi dari E-WOM affiliator TikTok dapat memengaruhi niat beli audiens. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan analisis regresi sederhana diterapkan pada 130 responden yang terpapar konten affiliator, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (SmartPLS) dengan pengujian reliabilitas, validitas, R-Square, Q-Square, dan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-WOM berpengaruh signifikan dan positif terhadap purchase intention dengan nilai T-statistic 26,657 dan p-value 0,000. Variabel E-WOM mampu menjelaskan 69,0% variasi purchase intention (R-Square = 0,690), sementara nilai Q-Square sebesar 0,415 mengindikasikan model memiliki daya prediksi kuat. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa strategi kolaborasi aktif dengan affiliator melalui product seeding efektif membangun E-WOM yang berdampak pada peningkatan minat beli. Implikasinya, pelaku usaha disarankan secara proaktif menjalin kemitraan dengan affiliator untuk mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital.