Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Permintaan Pangan dan Nonpangan Rumah Tangga dengan Gangguan Kesehatan di Indonesia Muhammad Syafiudin; Turro S. Wongkaren
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 12 No 1 (2020): Journal of Statistical Application and Computational Statistics
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/jurnalasks.v12i1.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak tidak langsung gangguan kesehatan terhadap permintaan pangan dan non pangan rumah tangga. Dengan menggunakan data Susenas Panel tahun 2012 dan 2013 dan menerapkan two step heckman selection model untuk estimasi pendapatan dan seemingly unrelated regression estimator untuk estimasi konsumsi rumah tangga. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan kesehatan kepala rumah tangga akan menurunkan pendapatannya. Dampak ini akan lebih dirasakan oleh rumah tangga perempuan miskin dan bekerja di sektor pertanian. Penurunan pendapatan ini menyebabkan porsi pengeluaran konsumsi non pangan menurun, khususnya untuk pengeluaran pemeliharaan perumahan, namun pengeluaran untuk perawatan tubuh justru meningkat. Sedangkan untuk porsi konsumsi pangan tidak terpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa, gangguan kesehatan dapat menyebabkan penurunan tingkat kesejahteraan rumah tangga karena menyebabkan penurunan pendapatan dan peningkatan pengeluaran kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang dapat melindungi kesejahteraan rumah tangga ketika mengalami gangguan kesehatan, bisa berupa subsidi biaya kesehatan atau cash transfer.
Analisa Implementasi UU Cipta Kerja Kluster Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Alih Daya Turro S Wongkaren; Rachmat Reksa Samudra; Ratna Indrayanti; Faris Azhari; Muhyiddin Muhyiddin
Jurnal Ketenagakerjaan Vol. 17 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/naker.v17i3.184

Abstract

Pasar tenaga kerja mengalami kecenderungan perubahan karena transformasi struktural ekonomi, perubahan struktur penduduk, digitalisasi, perubahan iklim, pandemi COVID-19, serta ketidakpastian ekonomi. Fleksibilitas pasar tenaga kerja dibutuhkan untuk beradaptasi perubahan tersebut. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis kondisi pekerja PKWT dan alih daya dalam konteks penerapan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan turunannya. Sumber Data yang digunakan berupa data Primer dengan melakukan FGD serta wawancara mendalam dan data Sekunder dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), BPS dan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan), Kemnaker RI. Hasil studi memperlihatkan bahwa secara umum UU Cipta Kerja sudah memberikan perlindungan yang lebih baik daripada peraturan sebelumnya. Namun, di dalam pelaksanaannya masih perlu peningkatan awareness dan pengawasan yang lebih baik. Pada intinya, apabila pekerja dilindungi dalam semua bentuk kontrak apa pun, perbedaan antara pekerja PKWT-PKWTT dan alih daya tidak akan terlalu berarti.
Pengaruh modal sosial terhadap kebahagiaan generasi sandwich di Indonesia Amelia Rahman; Turro Seltris Wongkaren
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Research Centre for Population, National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jki.v17i2.675

Abstract

The measure of welfare is not only about material prosperity but also about happiness. The sandwich generation has a dual role to play in influencing their happiness. On the other hand, social capital also affects happiness. There are several mechanisms by which social capital affects happiness, including health conditions, household income, and education. This study aims to analyze specifically how social capital influences the happiness of the sandwich generation in Indonesia. This study uses SPTK 2017 data, analyzing the head of household or partner of the sandwich generation and non-sandwich generation. Using OLS estimation, the study found that the happiness index in the sandwich and non-sandwich generations are not significantly different. However, social capital generally has a significant effect on happiness. In addition, health conditions were found to be a variable that becomes a mechanism for how social capital affects happiness. Increasing the value of social capital in the poor health sandwich generation will be more beneficial in increasing their happiness. Meanwhile, household income and education were not found to be mechanisms for social capital.
Editorial Note: GenAI for Academic Writing – Friend or Foe? Riantoputra, Corina D.; Wongkaren, Turro S.; Jaya, Edo S.; Sekarasih, Laras; Shadiqi, Muhammad Abdan
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 30, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an article published in Nature titled “ChatGPT listed as author in research papers” Stone-Walker (2023) shocks the academic community with the fact that GenAI tools such as ChatGPT and Gemini have gained a substantive role in the production of knowledge and academic writing. He reports that one research company has published 80 articles produced by GenAI in academic journals.  In the wake of Stone-Walker’s article, many publishers and journal editors set guidelines in relations to the role of GenAI in academic writings. All of them disagree to allow GenAI as an author.  Further, the Stanford University Artificial Intelligence Index (2022) reports that there is a fivefold increase in research and publications on fairness and transparency relating to GenAI since 2014 indicating that the ethical issue is even more pressing now. Altogether, such development demonstrates that the academic community is feeling uneasy, disturbed, and anxious on the use of GenAI in the academic endeavour. Although everyone agrees on the practical assistance GenAI provides in academic writing, GenAI also brings epistemic challenges and accompanying integrity risks (Chesterman & Chieh, 2026). As a journal concerned with human behavior and socio-cultural processes in Asia, Makara Human Behavior Studies in Asia has a particular stake in addressing this issue as we take active roles in preserving academic authority related to journal publications. It is the aim of this editorial note to discuss principles in relation to how GenAI may be used in manuscripts submitted to this journal without sacrificing academic integrity. This editorial note does not yet introduce formal rules or technical instructions. Instead, it articulates the principles that will guide subsequent editorial policies. For this editorial note, GenAI refers to the term generative AI, which are computational techniques that are capable of generating seemingly new and meaningful content such as text, images, or audio from training data. (Feuerriegel et al., 2024). This can be used to perform tasks such as pattern recognition, prediction, generation, and optimization across research workflows.