p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Mulyani, Imas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relationship Between Family Anxiety Levels and Patient Information Needs in the ICU of Ananda Hospital, Bekasi Said, M. Irhas; Prayoga, I Gede Wisma; Mulyani, Imas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54278

Abstract

Family members of patients admitted to the Intensive Care Unit (ICU) often experience high levels of anxiety due to critical patient conditions, uncertainty, and limited access to clear medical information. Anxiety may increase when families perceive that their information needs regarding diagnosis, treatment, and patient progress are not adequately fulfilled. Understanding the relationship between family anxiety levels and information needs is essential to improve family-centered care in ICU settings. This study aimed to examine the relationship between family anxiety levels and information needs among family members of patients treated in the ICU.This study employed a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in the Intensive Care Unit of Ananda Hospital Bekasi, Indonesia, from November to December 2025. A total of 25 respondents were selected using total sampling. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to measure family anxiety levels and an adapted Critical Care Family Needs Inventory (information domain) to assess information needs. Data analysis included univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had high information needs (60%) and experienced high levels of anxiety, including severe anxiety (36%) and panic anxiety (32%). Statistical analysis revealed a significant relationship between family information needs and anxiety levels (p = 0.001). Families with higher information needs tended to experience higher levels of anxiety while accompanying patients in the ICU. This study demonstrates a significant association between family anxiety levels and information needs in ICU settings. Insufficient fulfillment of information needs may intensify anxiety among family members of critically ill patients. These findings highlight the importance of effective communication and comprehensive information delivery by healthcare professionals to reduce family anxiety and support family-centered care in intensive care units.
Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Pada Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Nusantara Kota Bekasi Chotimah, Chusnul; Nainggolan, Cindy Alicia; Mulyani, Imas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55055

Abstract

Latar Belakang: Tenaga kesehatan terus menerus dihadapkan pada kesulitan dalam melakukan tugasnya, seperti beban kerja yang berlebihan, malpraktik, situasi perawatan yang tidak stabil, motivasi kerja yang rendah, dan penyakit kerja. Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit penting dalam operasional suatu rumah sakit, yaitu sebagai pintu masuk bagi setiap pelayanan yang beroperasi selama 24 jam selain poliklinik umum dan spesialis yang hanya melayani pasien pada saat jam kerja. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya keletihan dan kelelahan bagi perawat. Tujuan: Mengetahui Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Pada Perawat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Nusantara Kota Bekasi. Metode: Jenis penelitian ini yaitu obsevasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini didapat dari semua perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Nusantara Kota Bekasi sebanyak 28 responden. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,021 maka dapat disimpulkan bahwa nilai p value 0,021 (<α 0,05) yang artinya ada hubungan antara beban kerja dengan tingkat stress perawat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Nusantara Kota Bekasi. Kesimpulan: Beban kerja berpengaruh terhadap tingkat stress perawat Di Instalasi Gawat Darurat. Saran : Hasil penelitian dapat menjadi bahan evaluasi Rumah sakit khususnya beban kerja perawat secara berkala dan menyelenggarakan pelatihan manajemen stres.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres Pada Keluarga Penunggu Pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Kartika Husada Setu Chotimah, Chusnul; Widya, Anggraini Kusuma; Mulyani, Imas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55117

Abstract

Latar Belakang : Perawatan pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) adalah situasi yang bisa menghasilkan stres yang cukup tinggi bagi keluarga, disebabkan oleh keadaan yang genting, ketidakpastian mengenai kondisi pasien, serta beban emosional yang sangat besar. Dukungan dari lingkungan sosial yang dianggap sebagai salah satu elemen kunci yang dapat mendukung keluarga dalam menghadpi tekanan mental. Tujuan : Untuk mengeksplorasi keterikatan antara dukungan sosial dengan tingkat stres yang dirasakan oleh keluarga pasien yang sedang menunggu di ruang ICU Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Metode penelitian : Metode penellitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari keluarga penunggu pasien ICU yang berjumlah 84 responden. dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan kuesioner MSPSS, sedangkan tingkat stres diukur dengan DASS-42. dengan uji korelasi spearman rank. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat stres mayoritas berada pada kategori sangat berat. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat stres (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan tingkat stres keluarga penunggu pasien ICU, namun belum cukup kuat untuk menurunkan tingkat stres secara optimal.