p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal GreenTech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisiko- Kimia dan Penerimaan Organoleptik Gula Semut Tebu (Saccharum officinarum, L.) Santosa, Santosa; Rahayu, Lisa; Pinem, Nadia Utami; Pebrianto, Saddam
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.47

Abstract

Gula semut tebu merupakan salah satu produk gula merah yang memiliki bentuk berupa serbuk atau butiran yang memiliki karakteristik berwarna coklat muda atau coklat tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap sifat fisiko-kimia dan penerimaan organoleptik gula semut tebu, serta analisis titik impasnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan variasi penambahan bubuk kayu manis yaitu A (0 %), B (1,5 %), C (3 %), D (4,5 %), dan E (6 %). Data dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varience (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 % jika berbeda nyata, serta dihitung titik impas produk berdasarkan perlakuan terbaik pada uji sensori. Penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap rendemen, derajat putih, bagian tidak larut air, kadar air, kadar abu, kadar gula pereduksi, antioksidan, sensori (warna, rasa, aroma, dan tekstur) gula semut tebu. Hasil uji sensori didapatkan bahwa perlakuan C merupakan perlakuan yang paling disukai panelis, yakni jika penambahan bubuk kayu manis sebanyak 3 % dengan tingkat kesukaan terhadap warna 4,17 (suka), rasa 4,03 (suka), aroma 3,70 (mengarah ke suka), tekstur 3,70 ( mengarah ke suka), dan penampakan 4,07 (suka). Produksi gula semut tebu dengan penambahan bubuk kayu manis 3 % (perlakuan C) akan mencapai titik impas ketika perusahaan dapat menjual produk sebanyak 2.796 unit dengan bobot per unitnya berisi 0,25 kg dan harga jual sebesar Rp 23.116/unit.
Studi Aliran Energi dalam Memproduksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Pebrianto, Saddam; Ladira, Maulana
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran energi dalam proses produksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan melalui studi aliran energi terhadap seluruh tahapan proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO, meliputi input energi manusia, energi listrik, dan energi bahan bakar. Data diperoleh dari pengamatan langsung, pengukuran alat, serta penggunaan perangkat Garmin dan HRM untuk mengukur energi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan energi tertinggi berasal dari energi bahan bakar (fiber dan cangkang sawit), dengan dominasi penggunaan fiber sebesar 78,26%. Energi output manusia tertinggi tercatat pada stasiun boiler/kamar mesin sebesar 31,52%, diikuti oleh stasiun sortasi dan rebusan. Konsumsi energi listrik relatif lebih kecil dibandingkan dua jenis energi lainnya, namun tetap penting dalam menunjang kinerja peralatan pabrik. Rendemen CPO yang dihasilkan mencapai 22,63%, dan energi spesifik rata-rata tercatat sebesar 14.782,25 kJ/kg. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen energi dalam proses produksi CPO untuk mencapai efisiensi dan efektivitas produksi. Informasi ini, perusahaan dapat mengidentifikasi titik-titik konsumsi energi terbesar dan menyusun strategi efisiensi yang berkelanjutan.
Penentuan Daerah Sentra Produksi Jagung (Zea mays L.) di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat dengan Metode K-Means Clustering Santosa, Santosa; Andasuryani, Andasuryani; Pebrianto, Saddam; Prasmadika, Raihan M. Deri
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.56

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan industri. Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas ini, namun persebaran produksi yang tidak merata memerlukan identifikasi wilayah sentra produksi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah-daerah potensial sebagai sentra produksi jagung dengan menerapkan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2017–2022 dari 19 kabupaten/kota, mencakup lima variabel: luas panen, produksi, produktivitas, ketinggian wilayah, dan curah hujan. Metode Elbow digunakan untuk menentukan jumlah klaster optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa daerah secara konsisten berada dalam klaster dengan nilai di atas rata-rata, antara lain Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Solok Selatan. Penelitian ini memberikan informasi berbasis data yang berguna dalam perencanaan pengembangan jagung secara spasial di Provinsi Sumatera Barat.
Pengembangan Produk Tepung Rakik Belut Instan dan Analisis Nilai Tambahnya Harlina Dewi, Kurnia; Santosa, Santosa; Harianja, Yul Apni; Pebrianto, Saddam
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.60

Abstract

Pengolahan beras di Nagari Kinari menjadi produk olahan beras masih minim karena sebagian besar beras yang dihasilkan hanya dijual dalam bentuk beras mentah. Rakik belut memiliki tekstur yang sangat renyah dan masa simpan yang relatif singkat sehingga muncullah ide untuk mengembangkan produk rakik belut ini ke dalam bentuk tepung instan. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbandingan rasio tepung beras dan kalio belut yaitu 1:1 (150:150), 2:1 (200:100), 3:1 (225:75), 4:1 (240:60). Data yang diperoleh, dianalisis secara statistik dengan Analysis Of Variance (ANOVA), jika hasil menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan maka dilanjutkan dengan uji Duncant’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Pengaruh perbandingan rasio tepung beras dan kalio belut menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan uji sensori aroma tepung rakik belut instan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, uji sensori (warna, tekstur) tepung rakik belut instan, dan uji sensori (warna, rasa, tekstur) rakik belut. Perlakuan 1:1 yang dipilih sebagai perlakuan yang paling disukai panelis. Perlakuan ini memiliki kadar air (8,54 %), kadar abu (1,82 %), kadar protein (9,86 %), kadar lemak (9,10 %), uji sensori tepung rakik belut instan dengan nilai rata-rata warna (4,20), aroma (4,32) dan tekstur (4,24), dan uji sensori rakik belut dengan nilai rata-rata warna (4,00), rasa (4,12), tekstur (4,00). Nilai tambah pada pembuatan tepung rakik belut instan untuk satu kali proses adalah sebesar Rp 181.287/kg tepung beras dan produksi dengan rasio nilai tambah sebesar 53,79 %.
Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Pengontrolan Suhu dan Kelembaban Relatif Udara Lingkungan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Mini Greenhouse Santosa, Santosa; Hasan, Ashadi; Pebrianto, Saddam; Pratama, M. Dixy Rahmadika
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.62

Abstract

Cabai Merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi sensitif akan keadaan lingkungan yang jika suhu terlalu rendah akan mengganggu pertumbuhan nya begitu pula jika suhu dan kelembaban terlalu tinggi oleh karena itu untuk mencapai suhu dan kelembaban optimum untuk lingkungan tumbuh tanaman cabai merah di dalam greenhouse atau mini greenhouse  dibutuhkan greenhouse atau mini greenhouse yang dilengkapi sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat greenhouse atau mini greenhouse dengan sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis untuk budidaya cabai merah dengan sistem hidroponik NFT. Sistem kontrol yang digunakan NodeMCU ESP8266, sensor DHT22,relay dan Arduino nano. Tanaman pada penelitian ini ditanam pada system hidroponik pipa 2,5 inci berjumlah 4 batang pipa dengan panjang 180 cm dan memiliki lobang tanam sebanyak 24 lubang. Misting membantu menyesuaikan suhu dan kelembaban dan akan bekerja jika suhu terbaca oleh sistem  saat suhu >28 ℃ dan mati saat suhu <28℃ . Hasil R² yang diperoleh sensor suhu dan kelembaban yaitu 0,9841 dan 0,9815. Kinerja sistem dalam penelitian masih belum sepenuhnya dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan syarat tumbuh optimum cabai merah dimana selama 28 hari pengamatan suhu rata-rata di dalam greenhouse 24 ℃ - 34 ℃ dan kelembaban rata-rata di dalam greenhouse 79 % - 91 %. Kelembaban di dalam greenhouse masih lebih tinggi 11 % dari syarat tumbuh optimum cabai merah. Perbedaan tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun rata-rata tanaman pada minggu ke-4 di dalam greenhouse yaitu 6 cm, 2,2 cm,dan 6,2 helai.