Surakhman, Muhammad Ali
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI LISAN DAN JEJAK MASA PRA SEJARAH DALAM RITUAL ASYEIK DI KERINCI Surakhman, Muhammad Ali
Siddhayatra Vol 25, No 2 (2020): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v25i2.179

Abstract

Salah satu tradisi awal masyarakat Kerinci sebelum adanya aksara adalah tradisi lisan, tidak sekedar sebagai alat berkomunikasi, namun lebih dari itu ia menjadi memori alat penyimpan perjalanan sejarah masa lampau berabad abad lalu. Ada berbagai bentuk tradisi lisan masyarakat Kerinci diantaranya, asyeik, tale, rangguk, mantau, dan lain lainnya. Seiring pergeseran zaman tradisi lisan ini semakin ditinggalkan. Dalam tulisan ini kita akan mencoba menjawab beberapa permasalahan. Bagaimanakah tradisi lisan dapat menyumbang pelestarian dan perlindungan benda Cagar Budaya, hubungan tradisi lisan masyarakat Keri-nci dengan tinggalan arkeologi yang terdapat di sana, dan bentuk pewarisan dan pengelolaan tradisi lisan ini. Pada tulisan ini mencoba membuktikan bahwa tradisi lisan menyimpan banyak informasi sejarah perjalanan masyarakat Kerinci dengan tinggalan arkeologinya. Dengan memakai metode observasi, pendokumentasian, pengamatan lansfung dalam kurun waktu di tentukan untuk melihat hasil setelah penelitian, dan studi pustaka. Hasil yang di dapat dengan fakta di lapangan saat ini, tradisi lisan masih memegang peranan penting da-lam memperkuat akan memori, pemikiran, dan mengembalikan nilai-nilai luhur masyarakat Kerinci serta sangat penting dalam kontribusi proses pelestarian dan perlindungan tinggalan Cagar Budaya di Kerinci.
NASKAH INCUNG SASTRA MELAYU KLASIK YANG TERLUPAKAN Surakhman, Muhammad Ali
Siddhayatra Vol 24, No 1 (2019): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v24i1.148

Abstract

Penelitian naskah Incung yang mer upa kan salah satu dari peninggalan kesusastraan Melayu Klasik bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang kesusastraan Incung yang sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat Kerinci sendiri. Pada gilirannya dapat membantu masyarakat melestari dan mengembangkan kesusastraan klasik ini. Selain itu, dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang sastra Incung Kerinci untuk kegiatan bagi pengembangan bahasa, pelajaran muatan lokal, referensi perpustakaan, penelitian dan kontribusi untuk memajukan bahasa dan sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada naskah sastra Incung, yang masih disimpan sebagai benda-benda pusaka di Kerinci. Di sini tidak semua materi dalam kesusastraan Kerinci dapat disajikan secara lengkap, penyusunannya memperhatikan nilai-nilai keaslian lokal pada naskahnaskah Incung itu sendiri, untuk membuktikan itu kita melakukan pengamatan langsung terhadap naskah sastra Incung, di beberapa ilayah Kabupaten Kerinci, yaitu Rawang, Semurup, dan Koto Tuo, pengamatan dilakukan dengan cara kritis terhadap bentuk grafis aksara Incung dan isi dalam naskah Incung Kerinci, pada tahap berikut dilanjutkan dengan studi kepustakaan melihat dan membandingkan dengan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dari hasil penelitian didapat, salah satu peninggalan peradaban masa silam yang terdapat di Sumatera adalah kesastraan Incung. Bahasa Kerinci Kuno merupakan bahasa lingua franca suku Kerinci zaman dahulu. Kalau kita simak fonetis yang terdapat dalam naskah-naskah Incung umumnya memakai bahasa Melayu Kuno, merupakan bahagian dari bahasa Melayu zaman lampau yang penyebaran meluas dari Madagaskar sampai ke lautan Fasifik. Tidak dapat disangkal lagi, Sastra Indonesia Lama yang lazim dikenal dengan istilah Sastra Melayu Klasik, kedalamnya termasuk juga Sastra Incung Kerinci.