Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusantara 21 Jl Brawijaya V /35 Sumberpasir Pakis Kab. Malang Imamatus Sholihah; Priatmojo Suryo Kuncoro
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan potensi individu agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, serta nilai-nilai yang diperlukan untuk hidup dan berkontribusi di masyarakat. Sebenarnya, penduduk desa masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah, hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman mereka mengenai pentingnya pendidikan dalam hidup, di samping itu kemiskinan yang ada membuat masyarakat tidak mampu berpartisipasi dalam pendidikan formal. Sesuai dengan hasil wawancara bersama Kepala Desa Sumberpasir Bapak Muhdlor, mereka menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusantara 21 untuk berbagi pengetahuan kepada warga belajar. Dari penjelasan itu, peneliti berminat untuk berpartisipasi dalam pendampingan di PKBM Nusantara 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data adalah gabungan atau triangulasi berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan obyek penelitiannya adalah warga belajar di Pelatihan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusantara 21 dengan metode pendidikan yang berada di Jl. Brawijaya V/35 Desa Sumber Pasir Kabupaten Malang. Hasil dari pendampingan selama sebulan, analisis dari peneliti menunjukkan perkembangan dalam pemberdayaan masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusantara 21. Partisipasi masyarakat terhadap PKBM Nusantara 21 tidak hanya tampak dalam bentuk tenaga, tetapi juga dalam kreativitas berupa berbagai strategi untuk pengembangan program tersebut. Selain itu para mentor juga bangga untuk berbagi kepada warga belajar, karena warga belajar akhirnya bisa dan faham dengan ilmu yang diperoleh melalui program Paket A (setaraf SD) , Paket B (setaraf SMP) dan Paket C (setaraf SMA).
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Program Bersih Sungai Dan Jalan Di Dusun Gedangan Sukolilo Jabung Priatmojo Suryo Kuncoro; Mohammad Yusuf Wijaya; Sri Mulyani; Gatut Setiadi
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan jalan di Dusun Gedangan, Desa Sukolilo, Jabung. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang ditandai dengan adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan di sungai dan sepanjang jalan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat, penyusunan jadwal kegiatan, serta pelaksanaan aksi bersih lingkungan yang melibatkan mahasiswa IAI Sunan Kalijogo Malang dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, baik pada area sungai maupun jalan desa. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif dari para dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang bersama dengan masyarakat dalam kegiatan ini juga menunjukkan adanya potensi keberlanjutan program melalui kegiatan gotong royong secara rutin. Pembahasan menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan kegiatan, meskipun perubahan perilaku masyarakat memerlukan waktu dan upaya yang berkelanjutan. Kegiatan PkM ini memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan dan sosial masyarakat serta menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Diperlukan tindak lanjut berupa program berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan.