Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengilhami Kreativitas Keberagamaan Masyarakat Melalui Perjumpaan Islam dan Patuntung di Tanah Toa Kajang Sylviah, Sylviah; Muslim, Abu
PUSAKA Vol 8 No 2 (2020): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v8i2.414

Abstract

Relasi Islam dan agama lokal sebagai bagian dari perjumpaan keberagamaan dan kebudayaan masyarakat, merupakan kajian khazanah keagamaan yang salah satu tujuannya adalah untuk melihat bagaimana eksistensi agama dan kepercayaan lokal itu dalam menghadapi pengaruh doktrin dan narasi keberagamaan dari luar. Setelah melakukan wawancara, observasi, telaah dokumen naskah, dan inventarisasi tradisi lisan, dengan mengacu pada pendekatan sejarah, penelitian ini menemukan bahwa Tanah Toa Kajang sebagai semua komunitas lokal dengan kepercayaan patuntung yang telah mandarah daging, dapat tetap menjalankan ajaran keagamaan yang dianut, dengan melakukan adaptasi kultural dengan Islam sebagai agama yang hadir dan menawarkan perspektif baru tentang perilaku keberagamaan, namun oleh komunitas kajang justru dengan idealisme dan kepantuntungan yang dimiliki justru menklaim bahwa pada prinsipnya ajaran yang dibawa itu adalah ajaran yang juga telah lama dipegangi. Sesungguhnya Islam itu pada dasarnya lebih duluan lahir di tana toa kajang kemudian tersebar ke luar. Bangunan narasi ini menunjukkan bahwa kepercayaan Patuntung berhasil melakukan negoisasi keberagamaan dengan Islam, tanpa harus ada yang menaklukkan dan ditaklukkan. Dengan kreatifitas yang mereka miliki, mereka berhasil menerjemahkan Islam sesuai dengan lokalitas dimana mereka berada.
PENERAPAN FILSAFAT HUKUM ISLAM DALAM POLIGAMI (Studi Analisis terhadap PP. No. 10 Tahun 1983 Jo. PP. No. 45 Tahun 1990) Sylviah, Sylviah
Jurnal Ar-Risalah Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/arrisalah.v2i2.4163

Abstract

Based on the results, it is found that the philosophy of tasyri 'polygamy in Islam requires the dimension of ontology, epistemology, and axiology to synergize between the historical texts and the historical context so that polygamy becomes a Shari'a that brings benefit to mankind either by do it or by leave it behind. The application of Islamic Law Philosophy to polygamy rules according to Government Regulation number 10 Year 1983 jo Government Regulation number 45 Year 1990 Chapter 4 2nd paragraph on the prohibition of Civil Servants of women to become second/third/fourth wives indicates that shows a law enforcement that in the dimensions of ontology, epistemology and axiology of Islamic law supports its enforcement along with the mission of justice and the benefit of mankind brought by the teachings of Islam itself. mplication of this research is the Philosophy of Islamic Law which is a legal philosophy consisting of three frameworks namely ontology, epistemology, and axiology has provided a comprehensive philosophical and juridical picture of tasyri 'polygamy in Islam and the application of Government Regulation number 10 Year 1983 jo Government Regulation number 45 Year 1990 Chapter 4 2nd paragraph on the prohibition of Civil Servant women become second/third/fourth wife.