Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Stakeholders dalam Pengelolaan Objek Wisata Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara Yustisi, Mira Janu
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 4 No 1 (2018): JURNAL ILMIAH Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.624 KB) | DOI: 10.32666/tatasejuta.v4i1.27

Abstract

Gili Trawangan is an area of ​​tourism in North Lombok regency which is most visited by tourists and travelers, which are foreign tourists and domestic tourists. The high number of tourist visits is supported by the number of tourism businesses that already exist in Gili Trawangan which can be ascertained that many stakeholders are involved in it. Every stakeholder has a relationship between each other. That Relationship is a must because in the management of tourism needs support among stakeholders in order to create a better management of tourism. The stakeholders analysis to help see about the relationships that occur between stakeholders in the management of Gili Trawangan tourist attraction. The method used in this research is a qualitative method. Data obtained from primary data and secondary data. The result of the research shows that stakeholders involved in the management of Gili Trawangan tourism object are Department of Culture and Tourism of North Lombok Regency, Winner District Government, Gili Indah Village Government, Cooperative of Gili Trawangan (Hotel, Bungalow, Dive Shop, Restaurant) , Gili Ecotrust, Karang Taruna, Turtle Observer Foundation, Labor Group, and Janur Indah Cooperative.The relationship between stakeho lders in the management of Gili Trawangan tourist object has not been going well, it can be seen base on four aspects. 1). The Communication among departments that does not run well which resulting in conflict among the stakeholders. 2). The Cooperation is not carried out between the three sectors (government, private and public), but only in the form of activities that do not have the power of law and written rules. 3). The Coordination aspect that occurs only when the activity will be carried out or the execution of a policy from the local government of North Lombok Regency and only determined by experts only (government). 4). The Collaboration is only related to tourism events, activity and promotion, so this Collaboration also involves only two sectors, government and private.
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENURUNAN KEMISKINAN DI KABUPATEN GARUT Sewaminggi, Ayuka Pradina Ashara Primadipta; Muhajirin, Ahmad; Paruta, Garan; Dwikania, Keni; Yustisi, Mira Janu; Qori’ah, Ribut; Basuki, Urip; Kharisma, Bayu
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 9 No 01 (2023): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v9i1.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kemiskinan, peran partisipasi masyarakat dalam upaya penanganan kemiskinan dan merumuskan strategi alternatif penanganan kemiskinan dari aspek sosial. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Garut Jawa Barat. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan analisis, analisis korelasi serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di Kabupaten Garut pada periode 2015-2020 mengalami penurunan dalam kurun waktu 6 (enam) tahun terakhir, namun capaiannya masih belum optimal bandingkan dengan daerah lain. Terdapat hubungan yang kuat antara partisipasi masyarakat, kemiskinan, dan pembangunan manusia dengan korelasi diatas 0,9 pada masing-masing variabel. Hubungan yang kuat tersebut perlu disikapi dengan mengoptimalkan keterkaitan antar variabel dengan strategi yang komprehensif. Strategi agresif (S-O) sebagai strategi terbaik dengan pemanfaatan SDA di Kabupaten Garut melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat sebagai subjek pembangunan di Kabupaten Garut. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia, tersebut khususnya pada aspek pendidikan dan ekonomi yang berkaitan erat dengan kemiskinan. Dengan demikian, melalui keterlibatan masyarakat secara aktif untuk mendorong partisipasi seluruh pihak membangun ekonomi daerah dengan potensi yang dimiliki dapat menjadi alternatif upaya pengentasan kemiskinan.